Comscore Tracker

Menarik, Ini 5 Manfaat Seks BDSM untuk Kesehatan

Jadi makin penasaran ingin mencobanya?

Pernah mendengar istilah seks BDSM? Atau kamu sudah lama penasaran ingin mencobanya atau malah pernah melakukannya dengan pasangan?

Bagi yang belum tahu, BDSM adalah singkatan dari Bondage, Discipline, Dominance dan Submission, Sadism dan Masochism. BDSM adalah variasi aktivitas seksual yang melibatkan role play, dominansi dan submisif, serta pengendalian dan sikap seksual lainnya. BDSM cukup banyak diminati dan butuh persiapan maupun persetujuan dari pihak-pihak yang melakukannya.

Lebih dari sekadar fantasi maupun variasi aktivitas seksual, ternyata BDSM yang dilakukan secara konsensual dapat membawa manfaat kesehatan, lho! Penasaran apa saja? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Meningkatkan keintiman dengan pasangan

Menarik, Ini 5 Manfaat Seks BDSM untuk Kesehatanpixabay

Sekali lagi perlu diingat, praktik BDSM disetujui pihak-pihak yang melakukannya. Bahkan, di beberapa negara, praktik BDSM harus didahului dengan rangkaian pelatihan untuk memastikan keselamatan dan keamanan.

Bila dilakukan dengan benar, seks BDSM bisa meningkatkan keintiman pasangan. Berdasarkan penelitian dalam jurnal Archives of Sexual Behavior tahun 2009, BDSM disebut-sebut dapat menambah kedekatan serta keintiman.

Sebab, saat melakukannya secara konsensual, pasangan secara tidak sadar akan lebih memahami keinginan satu sama lain. Pasangan juga menunjukkan penurunan tingkat kadar kortisol, salah satu hormon stres. Kamu dan pasangan pun merasa lebih bahagia.

Melansir Medical Daily, Patricia Johnson, penulis buku Partners in Passion: A Guide to Great Sex, Emotional Intimacy, and Long-term Love, mengatakan bahwa ketika kamu mengikat atau mengizinkan pasangan mengikat atau aktivitas BDSM lainnya, di situ terlihat level kepercayaan yang tinggi dalam sebuah hubungan. 

2. Meningkatkan kesehatan mental

Menarik, Ini 5 Manfaat Seks BDSM untuk KesehatanIlustrasi BDSM. pickpik.com

Tak sedikit orang yang menganggap bahwa BDSM adalah sebuah penyimpangan seksual. Padahal, kalau ada consent ini bukanlah sebuah penyimpangan atau gangguan jiwa.

Berdasarkan sebuah laporan dalam Journal of Sexual Medicine tahun 2019, pelaku BDSM cenderung punya kesehatan mental atau jiwa yang lebih baik. Hal ini jika dibandingkan pelaku seks konvensional. Mereka cenderung lebih berpikiran terbuka, peka terhadap sekitar, merasa lebih nyaman dan berhati-hati dengan hubungannya, dan lebih sejahtera secara keseluruhan. 

Baca Juga: 5 Teknik Seks yang Wajib Dicoba Biar Bercinta Gak Gitu-gitu Aja

3. Mengurangi kecemasan

Menarik, Ini 5 Manfaat Seks BDSM untuk Kesehatanpixabay.com/Espressolia

Kepuasan saat menyakiti atau disakiti dalam skenario BDSM ternyata juga bisa mengurangi kegelisahan atau kecemasan pada diri seseorang.

Berdasarkan penelitian tahun 2014 yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society for Personality and Social Psychology di Texas, Amerika Serikat (AS), disebutkan bahwa dalam melakukan variasi seks ini, terjadi perubahan aliran darah dalam otak yang dapat mengubah kondisi kesadaran yang mirip dengan fenomena runner's high (luapan perasaan euforia yang intens yang dirasakan oleh pelari selama atau setelah olahraga yang berat) atau yoga.

4. Membuka pengalaman baru

Menarik, Ini 5 Manfaat Seks BDSM untuk Kesehatanpixabay.com/M C

Melansir Psychology Today, berdasarkan survei, para pelaku seks BDSM memiliki sikap terbuka untuk pengalaman baru. Tak mengherankan, mengingat tidak semua orang akan merasa nyaman dengan praktik aktivitas seks ini.

Sikap keterbukaan ini merupakan salah satu bagian dari kepribadian dasar yang berhubungan dengan penerimaan terhadap ide-ide atau pengalaman baru. Orang yang memiliki sikap terbuka umumnya mencari beragam pengalaman yang belum pernah dicobanya, nyaman saat berhadapan dengan hal-hal di luar kebiasaan atau zona nyamannya, dan lebih memperhatikan perasaan dalam dirinya.

5. Conscientiousness

Menarik, Ini 5 Manfaat Seks BDSM untuk Kesehatanpexels.com/Anna Shvets

Masih dari survei yang sama, pelaku seks BDSM juga dilaporkan memiliki nilai kepribadian conscientiousness atau kesadaran yang lebih tinggi.

Conscientiousness berkaitan dengan kesungguhan hati untuk meraih tujuan. Orang-orang dengan conscientiousness yang tinggi cenderung menyukai keteraturan dan menaruh perhatian akan detail. Persiapan matang akan dilakukan, baik diri maupun waktu, serta menyukai jadwal yang jelas. Mereka juga dianggap patuh pada normal dan peraturan.

Walaupun praktik BDSM kerap dianggap bertentangan dengan aturan "normal" di masyarakat, tetapi pelakunya akan melakukannya dengan konsensual dan patuh terhadap aturan yang sudah didiskusikan oleh kedua belah pihak.

Itulah beberapa manfaat seks BDSM bagi kesehatan bila dilakukan secara konsensual. Bila kamu ingin mencobanya, bicarakan secara terbuka dengan pasangan dan berbagai aturan yang disepakati, ya, agar keduanya mendapatkan kepuasan yang sama.

Baca Juga: Kenali 7 Mitos tentang BDSM, Benarkah Berhubungan Seks dengan Kasar?

Rizky Kusumo Photo Verified Writer Rizky Kusumo

Sedang menjajaki karir sebagai penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya