Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Mini-Series Terbaik 5 Tahun Terakhir yang Gak Boleh Kamu Lewatkan

5 Mini-Series Terbaik 5 Tahun Terakhir yang Gak Boleh Kamu Lewatkan
gomovies.com

Saat ini disebut-sebut sebagai "Golden Age of Television," yang tak lepas dari lahirnya banyak serial televisi berkualitas dengan berbagai jenis penayangan. Mulai dari serial panjang, hingga miniseri. Tidak hanya itu, dalam sepuluh tahun terakhir, baik jaringan kabel maupun premium telah berinvestasi dalam banyak miniseri konsep tinggi, anggaran besar dan dibintangi aktor top demi menarik minat penonton di seluruh dunia.

Dari sekian banyak miniseri berkualitas tinggi tersebut, berikut ini adalah lima terbaik yang rilis dalam lima tahun terakhir. 

1. Mrs. American (2020) - 7,9

Mrs. America menceritakan kisah Phyllis Schlafly, seorang konservatif anti-feminis yang memimpin gerakan untuk memblokir ratifikasi "Amandemen Hak Kesetaraan." Series terbatas bertema period ini adalah satire politik gelap yang relate dengan negasa asalnya Amerika. 

Serial ini layak sekali untuk ditonton karena mengandung nilai-nilai sejarah yang informatif dan menarik.

2. Wolf Hall (2015) - 8,1

Serial tujuh episode ini mengadaptasi duo novel populer dalam sebuah tema periode yang cerdas dengan merinci kisah fiktif tentang kebangkitan Thomas Cromwell di pengadilan Inggris. Film ini bersetting Inggris pada tahun 1520-an, dimana kondisi kerajaan penuh intrik dan politik berbahaya.

Saat itu jika Raja meninggal tanpa pewaris laki-laki, negara bisa dihancurkan oleh perang saudara. Henry VIII ingin membatalkan pernikahannya, yang telah berjalan selama dua puluh tahun demi kemudian menikahi Anne Boleyn. Namun Paus dan sebagian besar Eropa menentangnya.

Dalam kebuntuan tersebut datanglah sosok Thomas Cromwell, penasihat raja yang penuh siasat, intrik dan oportunis, yang akan menjadi penengah penting dalam segala masalah kerajaan.

3. Unorthodox (2020) - 8,0

Unorthodox adalah miniseri empat bagian yang didasarkan pada kisah nyata Deborah Feldman yang luar biasa. Shira Haas memberikan penampilan luar biasa sebagai Esther Shapiro, seorang wanita muda Yahudi yang melarikan diri dari rumahnya di Williamsburg - dan perjodohannya - untuk mencari kebebasan di Berlin.

Esther juga mengejar kesenangan hidup lainnya, termasuk kecintaannya pada musik, yang sebelumnya dilarang oleh budayanya untuk dipelajari. Serial ini adalah Netflix original pertama yang utamanya berbahasa Yiddish.

4. The End Of The F***Ing World (2018) - 8,1

Berdasarkan komik karya Charles Forsman, The End Of The F *** ing World awalnya direncanakan hanya satu musim. Episode-episodenya pendek, berkisar antara dua puluh hingga dua puluh lima menit, namun pada akhirnya berubah menjadi dua musim yang luar biasa, yang terdiri dari delapan episode masing-masing.

Musim pertama mengikuti dua remaja pemberontak saat mereka melarikan diri dari rumah. James percaya dia seorang psikopat dan berencana untuk membunuh Alyssa. Keduanya memiliki sejarah yang bermasalah dan kehidupan rumah tangga yang rumit, tetapi mereka kemudian belajar menangani dunia dengan bersama-sama

5. The Act (2019) - 8,0

Berdasarkan kisah nyata yang tragis, The Act dibintangi oleh Joey King sebagai Gypsy Blanchard dan Patricia Arquette sebagai ibunya Dee Dee. Dee Dee menjaga putrinya di bawah pengawasan ketat, memaksanya untuk minum obat yang membuatnya sangat tergantung.

Saat Gypsy tumbuh, dia mencoba melepaskan diri dari hubungan beracun dengan ibunya dan menegaskan kemandiriannya. Sebagai seorang remaja putri dan seseorang yang selalu berada di bawah pengaruh berbagai narkoba, Gypsy juga tidak begitu tahu siapa dirinya. Ironisnya, hal ini dapat membuatnya melakukan kejahatan yang mengerikan dengan bantuan pacarnya yang dia temui secara online.

Itulah lima miniseries terbaik dalam lima tahun terakhir yang layak masuk daftar tontonanmu. Dengan dekatnya liburan akhir tahun, lima serial di atas bisa jadi hiburan yang menemanimu di masa pandemik. Dijamin seru banget!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Ganjar Firmansyah
EditorGanjar Firmansyah
Follow Us

Latest in Hype

See More

Profil Asila Maisa, Anak Ramzi yang Jadi Penyanyi

06 Apr 2026, 22:27 WIBHype