Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Milly Alcock Ungkap Alasan Gak Minta Saran Supergirl Lama

Milly Alcock Ungkap Alasan Gak Minta Saran Supergirl Lama
Milly Alcock sebagai Supergirl (dok. Warner Bros. Pictures/DC Studios)
Intinya Sih
  • Milly Alcock memilih memerankan Supergirl dengan gayanya sendiri tanpa meminta saran dari aktris sebelumnya, menegaskan bahwa setiap pemeran punya interpretasi unik terhadap karakter tersebut.
  • Alcock menilai para pemeran terdahulu tidak berkewajiban memberi bantuan, dan ia lebih percaya pada pengalamannya sendiri dalam menghadapi tantangan besar di dunia DC Universe.
  • Versi Supergirl yang dibintangi Alcock akan tampil berbeda dari versi live action sebelumnya, terinspirasi dari komik Supergirl: Woman of Tomorrow dan dijadwalkan rilis 26 Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Film terbaru DC Studios, Supergirl (2026), sudah merilis trailer terbarunya pada Selasa (31/3/2026). Dalam trailer 2 menit 56 detik tersebut, Supergirl sudah terlihat menggunakan kekuatan supernya.

Milly Alcock, pemeran Supergirl alias Kara Zor-El, bukanlah aktris pertama yang memerankan supupu Superman tersebut. Sebelum Alcock, ada beberapa aktris lain yang memvisualisasikan Supergirl, seperti Melissa Benoist dan Sasha Calle.

Uniknya, kalau kebanyakan aktris akan "berguru" pada pemeran lama yang karakternya akan ia mainkan, maka tidak dengan Alcock. Aktris Australia itu mengaku gak meminta saran dari para aktris pemeran Supergirl sebelumnya. Apa alasannya?

1. Milly Alcock memilih menjalani perannya sebagai Supergirl dengan caranya sendiri

Milly Alcock sebagai Supergirl
Milly Alcock sebagai Supergirl (dok. Warner Bros. Pictures/DC Studios)

Milly Alcock siap menjalani karier berakting sebagai Supergirl bersama DC Studios tahun ini. Alih-alih berpatokan pada Supergirl versi Melissa Benoist dalam serial TV Supergirl (2015-2021) dan Sasha Calle dalam film The Flash (2023), Alcock akan memerankan Supergirl versinya sendiri.

Dilansir Deadline, aktris muda itu membeberkan alasan mengapa ia tidak mencari saran dari pemeran Supergirl sebelumnya. "Mereka cuma orang-orang yang menjalani hidup mereka," kata Alcock seperti dilansir Vanity Fair.

Alcock menambahkan jika membintangi karakter yang sama dengan orang lain bukan berarti mereka memiliki ikatan khusus seperti hubungan darah.

2. "Mereka tidak punya kewajiban untuk membantu kita"

Milly Alcock sebagai Supergirl
Milly Alcock sebagai Supergirl (dok. Warner Bros. Pictures/DC Studios)

Milly Alcock mungkin baru mendapatkan sorotan publik sebagai aktris dunia setelah bermain dalam serial House of the Dragon (2022-2024). Namun, bukan berarti pengalamannya yang mungkin tidak sebanyak aktris lain membuatnya rendah diri.

Alcock menyadari bahwa satu-satunya orang yang bisa membantu dirinya adalah dirinya sendiri. Setelah membintangi serial Sirens (2025), Alcock mengaku tidak pernah mengganggu aktris peraih Oscar, Julianne Moore, dengan pertanyaan-pertanyaannya.

"Kita harus menghormati bahwa mereka tidak punya kewajiban untuk membantu," kata Alcock seperti dilansir Deadline,

Begitu pula ketika dirinya terlibat dalam waralaba House of the Dragon sebagai Rhaenyra Targaryen. Alcock mengaku menjadikan pengalamannya itu untuk menghadapi fandom DC Universe (DCU).

3. Supergirl versi Milly Alcock akan sangat berbeda dari versi live action sebelumnya

Melissa Benoist dalam serial Supergirl
Melissa Benoist dalam serial Supergirl (dok. CBS/Supergirl)

Panjangnya aktris yang pernah memerankan Supergirl jadi salah satu alasan Milly Alcock enggan minta saran. Melissa Benoist, Sasha Calle, dan dirinya hanya sebagian kecil dari panjangnya sejarah Supergirl.

Pada 1984, Helen Slater menjadi Supergirl live action pertama lewat film. Kemudian, Laura Vandervoort memerankan karakter ikonik tersebut dalam serial Smallville. Masih ada juga banyak pengisi suara Supergirl di proyek animasi, seperti Nicholle Tom, Summer Glau, Molly Quinn, dan Meg Donnelly.

Banyaknya aktris yang pernah memerankan Supergirl membuat Alcock untuk meminta saran ke semuanya, seperti dilansir MovieWeb. Selain itu, Supergirl versi Alcock akan berbeda jauh dari yang sudah ada, karena banyak terinspirasi dari miniseri 12 edisi Supergirl: Woman of Tomorrow karya Tom King dan Bilquis Evely.

Supergirl akan tayang di bioskop dan IMAX pada 26 Juni 2026. Warner Bros. Pictures dan DC Studios pun sudah merilis trailer terbaru film itu minggu lalu, menampilkan tampilan baru antihero Lobo yang diperankan oleh Jason Momoa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More