Iwet Ramadhan Ubah Strategi Promosi Aku Harus Mati, Bakal Ganti Judul?

- Iwet Ramadhan menyesal atas billboard film Aku Harus Mati yang menuai kritik, lalu memutuskan menurunkannya lebih cepat dari jadwal demi menghormati respons publik.
- Ia menjelaskan bahwa judul Aku Harus Mati diambil dari adegan bermakna moral agar masyarakat tidak mengorbankan cinta demi harta atau validasi sosial.
- Meskipun dinilai sensitif, Iwet menyebut kemungkinan besar judul film tetap dipertahankan karena proses produksi sudah berjalan dan izin sensor telah diperoleh.
Jakarta, IDN Times - Iwet Ramadhan mengaku sangat menyesal atas billboard promosi film Aku Harus Mati yang menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat. Karena itu, ia sebagai produser bersama tim produksi lainnya langsung memutuskan untuk mempercepat penurunan billboard tersebut sehari sebelum jadwal yang semula telah ditetapkan.
Sebagai bahan evaluasi lainnya atas keluhan masyarakat, Iwet pun menegaskan bahwa pihaknya juga menyesuaikan strategi promosi mereka. Karena dinilai sensitif, apakah nantinya judul film ini juga akan diganti? Berikut penjelasan Iwet Ramadhan.
1. Akan tambahkan tanda peringatan atau trigger warning pada materi promosi film Aku Harus Mati

Dalam wawancara via video call bersama IDN Times, Senin (6/4/202), Iwet Ramadhan mengaku bahwa pihaknya langsung memutuskan untuk menurunkan billboard promosi film Aku Harus Mati lebih cepat setelah melihat respons publik.
“Kami membuat inisiatif untuk menurunkan materi billboard sejak tanggal 4 April. Seharusnya, kalau dari sesuai dengan fase promosi ini harusnya berakhir tanggal 5. Jadi kita percepat satu hari,” tutur Iwet Ramadhan.
Selain itu, bahan dari evaluasi lainnya terhadap reaksi publik, Iwet menegaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan penyesuaian pada materi promosi dengan menambahkan tanda peringatan atau trigger warning.
“Penyesuaian lain yang kami lakukan adalah kami akan menambahkan peringatan atau trigger warning pada materi promosi sebagai bagian dari evaluasi yang sedang berjalan,” lanjutnya dengan nada serius.
2. Alasan di balik pemilihan judul Aku Harus Mati

Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 12 menit, Iwet menyebut bahwa pihaknya tidak pernah bermaksud untuk membuat orang lain merasa tidak nyaman. Ia pun kemudian memberikan penjelasan tentang alasan di balik pemilihan frasa “Aku Harus Mati” sebagai judul film yang dibintangi Hana Saraswati itu.
Menurut Iwet, frasa tersebut sebenarnya berasal dari satu adegan yang mengandung pesan agar masyarakat tidak sampai mengorbankan cinta demi harta atau sekadar mencari pengakuan dan validasi, seperti yang dialami tokoh Mala.
“Kata Aku Harus Mati ini sebenarnya ada di satu scene, di mana pesannya itu kami sampaikan. Pesannya adalah kami ingin masyarakat jangan sampai hanya karena pengakuan atau validasi, lalu kemudian sampai dia harus jual cinta demi harta seperti tokoh Mala. Itu yang sebenarnya ingin kami sampaikan dan ini memang ditampilkan lewat si judul Aku Harus Mati,” ungkap Iwet.
Iwet yang selama ini juga dikenal sebagai presenter menegaskan bahwa judul tersebut pun telah diajukan ke Lembaga Sensor Film (LSF) dan melewati proses evaluasi dengan lancar.
“Judul ini sudah kami berikan kepada lembaga sensor film dan telah melalui proses evaluasi dari mereka. Dan ini saya sampaikan apresiasi yang sangat dalam, sehingga semua izinnya kami dapatkan,” lanjutnya.
3. Dinilai sensitif, apakah judul Aku Harus Mati akan diganti?

Sebelumnya, IDN Times sempat menanyakan kepada Iwet apakah pihaknya akan tetap mempertahankan frasa Aku Harus Mati sebagai judul film, meski menuai respons negatif dari masyarakat. Sebagai tanggapan, Iwet pun menjelaskan bahwa sampai saat ini judul tersebut kemungkinan tetap dipertahankan, karena sudah terlambat untuk mengubahnya.
“Sampai saat ini mungkin iya (Dipertahankan). Karena sepertinya sudah terlambat kalau kita mengubah judul baru,” pungkasnya.
Adapun film Aku Harus Mati sudah tayang perdana di bioskop sejak 2 April 2026. Disutradarai oleh Hestu Saputra, film ini mengangkat kisah teror mistis yang menghantui kehidupan Mala setelah terjebak utang dan terpaksa kembali ke panti asuhan masa kecilnya.













![[QUIZ] Dari Bisnis Upin dan Ipin, Mana yang Paling Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20250525/untitled-design-12-562983c5178e50a291d5512aeeae6236.jpg)




