7 Lagu Indonesia tentang Meratapi Penderitaan yang Sulit Dihadapi

- "Suratan" - Tommy J. Pisa. Ekspresikan hidup kelam karena penderitaan.
- "Derita Tiada Akhir" - Anita Dahlan. Liriknya menampilkan pertanyaan tentang penderitaan yang tak berakhir.
- "Kirana" - Dewa. Liriknya menceritakan tentang seseorang mencari makna dari cinta sesungguhnya.
Menanggung penderitaan dalam jangka waktu panjang dapat membuat seseorang merasa lelah dan muak. Beban tersebut terasa berat karena seolah tak kunjung berakhir. Kepedihan meratapi nasib saat menghadapinya kerap dibahas di lagu Indonesia.
Melalui lagu Indonesia berikut ini, kamu akan menyadari bahwa hidup memang dipenuhi kenyataan pahit yang membuat kita susah untuk bertahan. Terkadang, meratapi nasib jadi pilihan karena terlalu lelah untuk berjuang. Kalau kamu juga merasa kesusahan, lagu-lagu berikut ini mungkin akan mewakili perasaanmu.
1. "Suratan" - Tommy J. Pisa

“Suratan” mengekspresikan hidup yang terasa kelam karena penderitaan. Setiap perjalanan jadi lebih sulit, bak menelusuri awan yang kelabu. Semua kesusahan itu membuat narator di lagu ini mempertanyakan, mengapa dia terlahir di dunia jika ditakdirkan menderita.
Meskipun begitu, dia juga menyadari bahwa penyesalan dan pertanyaan itu tiada gunanya. Perlahan, dia mencoba menerima semua cobaan dari Tuhan. Ia berusaha untuk tetap tegar menanggung segala beban yang ada dalam hidupnya.
2. "Derita Tiada Akhir" - Anita Dahlan

"Derita Tiada Akhir” berisi pertanyaan tentang penderitaan yang seolah tak pernah berakhir. Apalagi, saat menyadari betapa orang lain justru merasakan kebahagiaan. Tokoh dalam lagu ini pun merasa sakit hati karena selalu dikhianati.
Dia merasa hidup yang dijalaninya begitu buruk, karena kerap ditinggalkan oleh orang yang disayanginya. Dia menganggap, hal ini terjadi karena hidupnya sebagai anak dari keluarga prasejahtera. Terlepas dari kenyataan pahit itu, lagu ini tetap mengajak kita untuk berdoa agar kuat menjalani segala kesusahan.
3. "Kirana" - Dewa

“Kirana” mengekspresikan kehidupan seseorang yang sedang mencari makna dari cinta sesungguhnya. Dia menyadari, dirinya hidup dalam penderitaan. Meski demikian, dia tetap ingin memahami dirinya agar bisa menemukan cinta.
Sosok dalam lagu ini pun meratapi nasib bukan untuk menyesali kehidupannya. Dia hanya menangisi takdirnya yang rumit. Pada dasarnya, hal yang didambakannya hanyalah cinta. Lebih tepatnya, cinta yang tidak memedulikan latar belakang hidupnya yang kesusahan.
4. "Seandainya Aku Punya Sayap" - Geisha

“Seandainya Aku Punya Sayap” berisi pengandaian di tengah hidup yang penuh derita. Liriknya mengekspresikan rasa muak seseorang yang menyadari betapa kejamnya dunia. Dia jadi tak bersemangat jalani harinya di sini.
Maka dari itu, dia membayangkan dirinya bebas dari dunia dan segala ketidakadilannya. Dia ingin terbang untuk melarikan diri dari kehidupannya yang buruk. Namun, dia tahu, dia hanya bisa menjerit dan berdoa agar kuat menghadapi segalanya.
5. "Di Balik Awan" - Noah

“Di Balik Awan” mendeskripsikan pahitnya realitas hidup seseorang yang tak sesuai ekspektasi. Ia tahu, hidupnya memilukan. Ia pun hanya ingin dimengerti dengan mencari genggaman tangan orang lain.
Sangking pedihnya hidup, dia berharap dapat mempunyai ruang di atas awan untuk menjauh sejenak dari masalahnya. Ia mendambakan tempat yang bisa jadi ruang untuk membantunya bertahan. Sebab, dia sulit menanggung perih dalam hidupnya lebih lama.
6. "Apa Salah dan Dosaku" - D'lloyd

"Apa Salah dan Dosaku” menggambarkan beragam pertanyaan yang hadir di benak seseorang soal nasib karena beratnya hidup yang dijalani. Ia tak sanggup lagi menanggung penderitaan, tanpa arah yang jelas untuk mencapai kebahagiaan.
Perasaan hilang arah itu membuatnya perlahan hanya bisa berpasrah. Dia hanya bisa meminta petunjuk pada Tuhan, sambil mempertanyakan kesalahan dan dosanya yang dia kira menjadi alasannya menjalani penderitaan itu.
7. "Kuli Jalanan" - Iwan Fals

"Kuli Jalanan” mengekspresikan realitas pahit dari kerja keras yang tak memberi hasil sempurna. Liriknya menggambarkan kehidupan seorang kuli jalanan yang berusaha keras untuk bertahan hidup. Namun, penghasilnnya tak sesuai dengan upayanya.
Kuli jalanan pun digambarkan bak sapi perah yang tidak mendapatkan haknya dalam lagu ini. Namun, dia tetap berusaha demi kehidupan anak dan istrinya. Lagu ini membuat kita menyadari, betapa sulitnya jadi pekerja yang dieksploitasi tanpa bisa mengubah nasib jadi lebih baik.
Tak bisa dimungkiri, menjalani hidup dengan berbagai penderitaan memang tidak mudah. Alhasil, terkadang kita pun perlu waktu untuk meratapi dan mempertanyakan penderitaan yang tak kunjung berakhir. Hal itu dibahas secara manusiawi dalam berbagai lagu Indonesia di atas.


















