Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

12 Adegan Paling Kontroversial dalam Film Sci-Fi

12 Adegan Paling Kontroversial dalam Film Sci-Fi
cuplikan setelah Superman membunuh Zod dalam film Man of Steel (dok. Warner Bros. Pictures/Man of Steel)
Intinya Sih
  • Artikel membahas 12 adegan paling kontroversial dalam film Sci-Fi, mulai dari kekerasan ekstrem, keputusan kreatif yang diperdebatkan, hingga isu moral dan representasi budaya.
  • Beberapa contoh mencakup adegan brutal di A Clockwork Orange dan Robocop, perubahan karakter di Star Wars dan Terminator, serta penggunaan CGI aktor yang telah meninggal di Rogue One.
  • Kontroversi juga muncul karena whitewashing di Ghost in the Shell dan penempatan produk berlebihan di Power Rangers, menunjukkan bagaimana keputusan produksi bisa memicu reaksi publik luas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Situs ulasan seperti IMDb dan Letterboxd memudahkan para penggemar film Sci-Fi atau fiksi ilmiah untuk menulis ulasan dan membagikannya secara daring, nih. Jadi menarik banget jika kita bisa berdiskusi tentang film kontroversial, dan berbagi pendapat dengan para penggemar film yang lain. Kamu bahkan bisa melihat sebuah karya dari perspektif orang lain!

Rupanya, ada beberapa film Sci-Fi yang begitu kontroversial hingga dilarang di berbagai negara. Genre Sci-Fi sendiri memang sering kali memicu kontroversi. Tapi kali ini kita akan membahas beberapa adegan paling kontroversial dalam film fiksi ilmiah.

1. Penyerangan suami istri dalam film A Clockwork Orange (1971)

 A Clockwork Orange
cuplikan dalam film A Clockwork Orange (dok. Polaris Productions/A Clockwork Orange)

Stanley Kubrick memang sering membuat film yang mengundang kontroversi. Namun, film A Clockwork Orange yang digarapnya memicu reaksi keras saat pertama kali dirilis pada tahun 1971. Film ini termasuk di antara sedikit film yang menerima rating X (dewasa). Tapi film ini sukses.

Nah, salah satu adegan yang mengganggu dalam A Clockwork Orange adalah adegan ketika antagonis Alex DeLarge (diperankan Malcolm McDowell) dan gengnya membobol sebuah rumah. Alex melecehkan seorang perempuan. Suami dari perempuan itu pun dipaksa untuk menonton kejadian itu. Para kritikus yang terganggu dengan adegan gak senonoh itu juga mengkritik penggunaan lagu klasik "Singin' in the Rain" dalam adegan tersebut.

Lagu "Singin' in the Rain" yang diputar dalam adegan itu menimbulkan kecaman dan kontroversi. Stanley Kubrick pun meminta Warner Brothers untuk menarik film tersebut dari peredarannya di Inggris. Gene Kelly, bintang dari film musikal klasik Singin' in the Rain, juga merasa kesal. Bukan karena adegannya, tapi Kelly mengaku gak menerima royalti apa pun atas penggunaan lagu tersebut.

2. Han menembak Greedo ⁠dalam Star Wars Episode IV: A New Hope (1977)

cuplikan Han menembak Greedo dalam Star Wars Episode IV: A New Hope
cuplikan Han menembak Greedo dalam Star Wars Episode IV: A New Hope (dok. Lucasfilm/Star Wars Episode IV: A New Hope)

Versi asli Star Wars Episode IV: A New Hope yang dirilis di bioskop pada tahun 1977, menampilkan adegan ketika Han Solo (diperankan Harrison Ford) menembak pemburu hadiah Greedo (diperankan Paul Blake) di kantin Mos Eisley. Ketika ia menggarap ulang film tersebut, sutradara George Lucas merasa kalau adegan itu membuat Solo terlihat seperti pembunuh berdarah dingin. Ia gak mau penonton ngasih kesan yang salah tentang karakter tersebut. Lucas pun mengedit ulang adegan tersebut untuk Special Edition tahun 1997 yang dirilis di bioskop. Dalam versi remake-nya, Greedo menembakkan senjatanya, dan kemudian Han membunuhnya.

Tapi adegan ini malah diprotes oleh penonton. Penonton merasa kalau Han gak secerdas seperti yang digambarkan dalam versi aslinya. Perdebatan semakin rumit di setiap perilisan ulang film tersebut, dengan perilisan DVD tahun 2004 yang mengedit adegan itu dengan menampilkann Han dan Greedo yang menembakkan senjata mereka secara bersamaan.

Dalam versi Blu-ray 2011, kedua karakter menembak secara bersamaan, tetapi beberapa frame dihilangkan. Ketika seluruh saga tersedia di Disney+, Greedo mengeluarkan seruan singkat dalam bahasa alien Huttese sebelum dia mati. Dalam The Star Wars Archives: 1999-2005, George Lucas bilang kalau dia gak pernah menulis adegan untuk menjadikan Han pembunuh. Ia menegaskan bahwa semua karakternya menembak hanya untuk membela diri.

3. Chestburster dalam film Alien (1979)

cuplikan adegan dalam film Alien
cuplikan adegan dalam film Alien (dok. 20th Century-Fox/Alien)

Waralaba Alien punya adegan-adegan mengerikan, tapi hanya sedikit adegan dalam sejarah film yang semenakutkan seperti adegan chestburster dalam film klasik Alien (1979). Saat makan malam bersama kru pesawat ruang angkasa Nostromo, makhluk Xenomorph keluar dari dada perwira eksekutif Kane (diperankan John Hurt). Darah pun menyembur ke mana-mana. Nah, untuk ngasih reaksi natural para aktor, sutradara Ridley Scott gak mengungkapkan efek tersebut sampai saat pengambilan gambar, lho. Wah, gimana gak terkejut beneran coba.

Tentu saja itu merupakan kejutan bagi para pemeran dan penonton. J.W. Winzler mencatat reaksi ekstrem yang ditimbulkan oleh momen tersebut dalam buku nonfiksi ekstensifnya yang berjudul The Making of Alien. Adegan chestburster sangat mengganggu karena bikin mual dan beberapa penonton meninggalkan bioskop.

Yap, mungkin bagi kamu reaksi penonton agak berlebihan, mengingat banyak adegan yang lebih sadis di banyak film modern saat ini. Tapi, bagi penonton biasa yang masuk ke bioskop pada tahun 1979, adegan itu sangat di luar logika dan bahkan gak kepikiran, lho. Nah, adegan chestburster sendiri menginspirasi beberapa parodi, termasuk adegan dalam film Spaceballs yang menghadirkan kembali John Hurt.

4. Kematian Murphy dalam film Robocop (1987)

cuplikan dalam film Robocop
cuplikan dalam film Robocop (dok. Orion Pictures/Robocop)

Robocop adalah salah satu film aksi paling brutal di tahun 1980-an. Meskipun menurut banyak penonton film ini menampilkan beberapa adegan yang sangat mengerikan, tapi film ini awalnya bahkan lebih mengerikan lagi, lho. Sutradara Paul Verhoeven mengirimkan film ini ke MPAA, dan menerima peringkat X (dewasa). Biasanya film yang sangat brutal akan diberi peringkat R (terbatas) sebelum adanya peringkat NC-17.

Paul Verhoeven ingin agar Robocop sukses di bioskop. Jadi ia terpaksa memangkas beberapa adegan agar menerima peringkat R saat pengajuan ulang. Beberapa adegan seperti kematian Alex Murphy (diperankan Peter Weller) harus dihapus.

Paul Verhoeven mengaku kalau ia harus mengirimkan film tersebut sebanyak delapan kali sebelum akhirnya mendapat peringkat R. Pengeditan tersebut tampaknya berhasil, dan Robocop menjadi hit. Bahkan berhasil menarik beberapa penonton yang lebih muda karena mainan yang dirilis.

Namun, para penggemar Robocop ingin melihat apa yang awalnya dibuat Paul Verhoeven. Yap, versi asli film yang belum dipotong muncul di DVD dan layanan streaming. Wah, bikin penasaran, tapi sebaiknya gak, ya.

5. Akhir cerita dari film A.I. Artificial Intelligence (2001)

cuplikan dalam film  A.I. Artificial Intelligence (2001)
cuplikan dalam film A.I. Artificial Intelligence (dok. Warner Bros. Pictures/A.I. Artificial Intelligence)

Film A.I. Artificial Intelligence adalah kolaborasi antara dua pembuat film terhebat sepanjang masa. Meskipun keduanya jenius, Steven Spielberg dan Stanley Kubrick punya gaya yang sangat berbeda. Spielberg menekankan emosi, kegembiraan, dan karakter yang kuat, sementara Kubrick berfokus pada kesenjangan, kecemasan, dan kesepian. Namun, Spielberg dan Kubrick bekerja sama dalam A.I. Artificial Intelligence hingga meninggalnya Kubrick pada tahun 1999.

Ulasan awal film A.I. Artificial Intelligence beragam. Steven Spielberg dituduh menambahkan sentuhan yang lebih ringan pada visi Stanley Kubrick. Selain itu, banyak kritikus bilang kalau akhir film ini sangat "Spielbergian."

Selama adegan terakhir, ras alien dari luar angkasa mengunjungi reruntuhan Manhattan dan membangkitkan android David (diperankan Haley Joel Osment). Para alien mengizinkan David untuk menghabiskan satu hari terakhir bersama ibunya, Monica Swinton (diperankan Frances O'Connor). Akhir cerita itu sangat mengharukan sehingga sutradara Ken Russell, yang dikenal karena film The Devils (1971) dan Altered States (1980), menangis ketika pertama kali menontonnya.

6. Alien dalam film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008)

cuplikan dalam film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (2008)
cuplikan dalam film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull (dok. Lucasfilm Ltd./Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull)

Waralaba Indiana Jones awalnya bukan film Sci-Fi. Nah, film ini menjadi fiksi ilmiah berkat Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull. Sebuah kejutan di akhir film keempat mengungkapkan bahwa beberapa peradaban kuno di Bumi diciptakan oleh alien yang disembah oleh beberapa suku sebagai dewa.

Keputusan untuk memasukkan alien ke dalam film Indiana Jones adalah salah satu alasan kenapa Kingdom of the Crystal Skull butuh waktu yang lama untuk dirilis ke bioskop. George Lucas merasa bahwa alien adalah bagian penting dari cerita, tetapi Steven Spielberg dan Harrison Ford ngerasa kalau memasukkan elemen fiksi ilmiah ke dalam waralaba adalah bentuk kesalahan.

Menurut buku J. W. Rinzler, The Complete Making of Indiana Jones, film tersebut melewati beberapa tahap pengembangan sebelum Lucas, Spielberg, dan Ford menyetujui versi akhir naskah yang memasukkan alien. Namun, hal itu tetap menimbulkan reaksi keras. Sementara itu, beberapa kritikus, seperti Matt Zoller Seitz, mengagumi keberanian langkah ini. Tapi banyak kritikus film merasa bahwa sentuhan fiksi ilmiah tersebut merusak waralaba. Adapun, penulis Kingdom of the Crystal Skull, David Koepp, mengakui di podcast Script Alert bahwa munculnya alien adalah sebuah kesalahan.

7. Whitewashing dalam Ghost in the Shell (2017)

cuplikan dalam film Ghost in the Shell (2017)
cuplikan dalam film Ghost in the Shell (dok. Paramount Pictures/Ghost in the Shell)

Remake live-action anime Ghost in the Shell (2017) menuai kontroversi besar bahkan sebelum dirilis. Keputusan untuk memilih Scarlett Johansson sebagai pemeran karakter Asia, Mayor Mira Killian—yang ternyata adalah Motoko Kusanagi—menuai tuduhan whitewashing. Tapi akan berbeda ceritanya jika remake film Ghost in the Shell ini memilih materi sumber yang berlatar konteks Amerika seperti The Magnificent Seven, yang mereformasi cerita Seven Samurai dengan mengubah lokasinya. Namun, Ghost in the Shell (2017) mempertahankan latar Tokyo yang asli, membuat whitewashing semakin nyata.

Ghost in the Shell malah memperburuk kontroversi dengan menjelaskan kenapa karakter Asia tersebut diperankan oleh aktris kulit putih. Terungkap bahwa pikiran dari karakter Motoko Kusanagi dimasukkan ke dalam tubuh android humanoid kulit putih. Jadi, Scarlett Johansson memerankan karakter yang mencuri identitas seorang perempuan Asia.

Perubahan pada materi sumber asli tersebut menuai banyak kritik. Johansson sendiri membela diri. Ia bilang kalau dia gak akan menerima peran tersebut jika dia merampas kesempatan dari seorang aktris Asia. Sutradara Rupert Sanders juga mendukung keputusan itu.

8. Kematian John Connor dalam film Terminator: Dark Fate (2019)

cuplikan tewasnya John Connor dalam Terminator: Dark Fate (2019)
cuplikan tewasnya John Connor dalam Terminator: Dark Fate (dok. Lightstorm Entertainment/Terminator: Dark Fate)

Waralaba Terminator mengalami penurunan sejak Terminator 2: Judgment Day (1991). Tanpa James Cameron sebagai sutradara, Terminator 3: Rise of the Machines (2003), Terminator Salvation (2009), dan Terminator Genisys (2015) gagal menangkap kembali dua film pertamanya. Adapun, Terminator: Dark Fate menjanjikan sesuatu yang berbeda karena sekuel ini menghadirkan kembali James Cameron sebagai pencipta cerita serta Linda Hamilton sebagai Sarah Connor versi yang lebih tua.

Sayangnya, film Terminator: Dark Fate justru merusak karakterisasi Sarah Connor dalam adegan pembukaannya. Selama kilas balik ke tahun 1998, Terminator T-800 (diperankan Arnold Schwarzenegger) menyerang Sarah dan putranya John (diperankan Edward Furlong) saat mereka sedang berlibur. John terbunuh dalam serangan itu.

Meskipun Sarah telah berlatih untuk melindungi John sepanjang hidupnya, dia justru gak mampu menyelamatkannya. Memang bisa dimengerti, karena keputusan ini pun memicu reaksi keras dari penggemar serial tersebut. Banyak yang mengkritik bahwa kematian John Connor gak menghormati inti dari dua film pertama.

9. Superman membunuh Zod dalam film Man of Steel (2013)

cuplikan setelah Superman membunuh Zod dalam film Man of Steel (2013)
cuplikan setelah Superman membunuh Zod dalam film Man of Steel (dok. Warner Bros. Pictures/Man of Steel)

Interpretasi Zack Snyder yang gelap dan muram tentang Superman (diperankan Henry Cavill) dalam film Man of Steel tampaknya membagi penggemar DC menjadi dua kubu. Ada penonton yang menghargai perspektif berbeda film ini tentang kisah asal usul Kryptonian. Tapi ada pula yang mengkritik kekerasan, simbolisme religius yang berlebihan, pilihan penyuntingan, dan kurangnya emosi.

Namun, ada satu adegan dari Man of Steel yang memicu perdebatan besar di antara penggemar buku komiknya. Selama babak ketiga film, Superman berhasil menyudutkan Jenderal Zod (diperankan Michael Shannon) dan mencekiknya. Zod mengancam akan membunuh keluarga yang gak bersalah, dan Superman terpaksa mematahkan lehernya. Mungkinkah Superman membunuh? Ini adalah pertanyaan yang memicu tanggapan dari berbagai penulis DC.

Penulis skenario Man of Steel, David S. Goyer, membela adegan tersebut dengan bilang bahwa versi Superman ini gak menyadari sejauh mana kekuatannya. Namun, seniman kawakan DC Comics Neal Adams, bilang di podcast Smodcast Kevin Smith bahwa hal itu gak sesuai dengan karakter Superman, karena Superman bisa saja menemukan solusi lain. Penulis Superman: Birthright, Mark Waid, juga mengungkapkan kekecewaannya, dan mengklaim bahwa Snyder telah mengkhianati semua hal penting bagi karakter Superman dengan membuatnya membunuh seseorang.

10. Pengorbanan Kirk dalam film Star Trek Into Darkness (2013)

cuplikan Kirk mengorbankan dirinya dalam film Star Trek Into Darkness (2013)
cuplikan Kirk mengorbankan dirinya dalam film Star Trek Into Darkness (dok. Paramount Pictures/Star Trek Into Darkness)

Sebelum dirilisnya Star Trek Into Darkness, Paramount Pictures dan Bad Robot dengan kocaknya mencoba menyembunyikan fakta bahwa Benedict Cumberbatch memerankan karakter Khan Noonien Singh dari Star Trek II: The Wrath of Khan (1982). Cumberbatch sendiri membantah kalau ia memerankan Khan. Ia menegaskan bahwa penjahat John Harrison adalah penjahat yang orisinal. Ia gak sepenuhnya berbohong, karena John Harrison adalah identitas palsu yang digunakan Khan untuk menyusup ke Starfleet.

Dalam adegan akhir yang emosional di Stark Trek II: The Wrath of Khan, Spock (diperankan Leonard Nimoy) mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Kapten James T. Kirk (diperankan William Shatner) dan teman-temannya. Star Trek Into Darkness hampir mereplikasi adegan tersebut, tetapi membalikkan perannya. Kirk (diperankan Chris Pine) yang mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Spock (diperankan Zachary Quinto).

Kemiripan dengan adegan Stark Trek II: The Wrath of Khan menuai kritik dari beberapa kreator Star Trek. Penulis Star Trek Into Darkness, Damon Lindelof, mengatakan bahwa dia dan rekan penulisnya sangat hati-hati dalam menata ulang dan menjiplak film sebelumnya. Namun, sutradara Stark Trek II: The Wrath of Khan, Nicholas Meyer, justru gak setuju. Dalam sebuah wawancara dengan podcast Midnight's Edge, Meyer mengatakan bahwa untuk menciptakan kembali adegan itu harus menambahkan sesuatu yang baru ke dalamnya.

11. Peter Cushing versi CGI dalam film Rogue One: A Star Wars Story (2016)

cuplikan Peter Cushing dalam film Rogue One: A Star Wars Story (2016)
cuplikan Peter Cushing dalam film Rogue One: A Star Wars Story (dok. Lucasfilm Ltd./Rogue One: A Star Wars Story)

Film Rogue One: A Star Wars Story menggunakan teknik CGI untuk menghidupkan kembali karakter Grand Moff Tarkin (diperankan Peter Cushing). Meskipun begitu, efek CGI sudah gak asing bagi film. Namun, Cushing meninggal pada tahun 1994 di usia 81 tahun. Lucasfilm justru menggunakan cuplikan dari arsip untuk menghidupkan kembali wajah Cushing dan memasukkannya ke aktor Guy Henry.

Beda halnya jika Samuel L. Jackson memerankan Nick Fury versi muda di Captain Marvel, menggunakan penampilan aktor yang telah meninggal merupakah hal yang kontroversi. Produser film Rogue One: A Star Wars Story, Kiri Hart, menyebut jika karakter tersebut gak ada dalam film, pembuat film jadi harus menjelaskan kenapa dia gak ada dalam film. Di sisi lain, Rogue One mengarah langsung ke peristiwa A New Hope, jadi penampilan Tarkin harus tetap identik untuk mempertahankan kontinuitasnya.

Meskipun demikian, hal ini diperdebatkan karena melanggar moralitas. Jadinya, adegan ini sangat mengganggu dan meresahkan. Apalagi ketika suara Henry keluar dari tubuh Cushing. Bahkan jika Lucasfilm berkonsultasi dengan pihak keluarga Cushing mengenai masalah ini, film tersebut masih gak layak untuk menampilkan adegan itu.

12. Munculnya produk Krispy Kreme dalam film Power Rangers (2017)

cuplikan promosi Krispy Kreme dalam film Power Rangers (2017)
cuplikan promosi Krispy Kreme dalam film Power Rangers (dok. Lionsgate Films/Power Rangers)

Munculnya suatu produk bisa menjadi bagian dari proses pembuatan film. Terkadang, munculnya produk bisa menghasilkan adegan yang menakjubkan, seperti dalam film E.T. the Extra-Terrestrial, ketika Elliot (diperankan Henry Thomas) berbagi permen Reese's Pieces dengan teman aliennya. Namun, ada titik ketika penempatan produk menjadi mengganggu.

Sebagai contoh, reboot terbaru dari franchise Power Rangers menampilkan iklan produk untuk donat Krispy Kreme. Sayangnya, munculnya produk ini terjadi di babak ketiga ketika seluruh adegan aksi berlatar di sekitar lokasi Krispy Kreme. Penggemar franchise tersebut kecewa dengan taktik pemasaran tersebut karena dianggap mengganggu. Sebelum perilisan film, Krispy Kreme mengungkapkan lini donat baru sebagai promosinya, dan film tersebut dianggap berlebihan menampilkan promosi Krispy Kreme.

Ada banyak alasan kenapa sebuah film dianggap kontroversial. Yap, terkadang akhir yang gak terduga atau gak memuaskan bisa membuat penonton gak nyaman, kan. Apalagi ada adegan kematian yang mengagetkan dan memengaruhi pendapat para penonton tentang sebuah film, seperti yang sudah kita bahas di poin sebelumnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna

Related Articles

See More