Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Akhirnya Comeback, Alasan Maher Zain Absen Bikin Album selama 10 Tahun

Akhirnya Comeback, Alasan Maher Zain Absen Bikin Album selama 10 Tahun
potret Maher Zain (dok. Universal Music Group)
Intinya Sih
  • Maher Zain resmi comeback dengan album 'Back to You' berisi 16 lagu bertema spiritual, menjadi album studio penuh pertamanya setelah absen selama 10 tahun.
  • Ia menjelaskan keterlambatan album karena fokus merilis single mengikuti tren industri musik modern yang lebih menonjolkan perilisan lagu tunggal.
  • Lagu 'Not Ready to Die' disebut paling personal karena mengangkat tema kematian dan kesiapan manusia bertemu Allah, menjadi favorit Maher Zain di album ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Maher Zain resmi merilis album baru berjudul Back to You pada Jumat (1/5/2026). Album ini terdiri dari 16 lagu yang menggabungkan penulisan lagu dalam bahasa Arab dan Inggris dengan tetap berlandaskan tema-tema yang terinspirasi dari iman, seperti refleksi, harapan, zikir, dan tawakal kepada Tuhan.

Nah, di sisi lain, album Back to You juga terasa sangat istimewa karena tercatat sebagai album studio penuh pertama Maher Zain yang dirilis dalam 10 tahun terakhir. Bagi penggemar setia, pasti bertanya-tanya kenapa Maher Zain membutuhkan waktu yang lama untuk comeback album, kan? Berikut penjelasannya.

1. Maher Zain ungkap albumnya tertunda karena lebih fokus ke single, mengikuti perubahan industri musik saat ini

Seorang pria berkepala plontos mengenakan jas gelap dan turtleneck hitam berdiri dengan latar belakang abu-abu gelap.
potret Maher Zain (dok. Universal Music Group)

Dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times, Kamis (30/4/2026), Maher Zain mengaku sudah lama memikirkan untuk merilis album, tapi memang tidak pernah benar-benar fokus menggarapnya secara khusus.

“Kami memang sudah lama memikirkan untuk membuat album, tapi tidak pernah benar-benar fokus untuk mengerjakannya secara serius,” kata Maher Zain.

Ia pun menyoroti perubahan tren di industri musik dalam satu dekade terakhir di mana perilisan single menjadi lebih dominan dibandingkan album penuh. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk tetap aktif berkarya dengan merilis beberapa lagu setiap tahunnya.

“Selama 10 tahun terakhir, industri musik juga lebih banyak merilis single dibanding album. Dan itu yang kami lakukan, kami tetap merilis 2–3 lagu setiap tahun. Jadi bukan berarti kami menghilang selama 10 tahun. Kami tetap aktif, tapi untuk album, akhirnya kami merasa butuh dorongan baru,” lanjutnya.

2. “Not Ready to Die” jadi lagu paling personal Maher Zain di album Back to You

Seorang pria berkepala plontos mengenakan jas hitam dan turtleneck gelap duduk dengan latar belakang abu-abu gelap.
potret Maher Zain (dok. Universal Music Group)

Album Back to You terdiri dari 16 lagu dengan setiap lagu menghadirkan dimensi emosional dan spiritual yang berbeda. Dari ke-16 lagu tersebut, Maher Zain mengungkapkan bahwa banyak di antaranya terasa sangat personal, karena seluruhnya ditulis olehnya bersama tim.

Meski begitu, ia tak menampik ada satu lagu yang paling berkesan secara pribadi. Ia pun menyebut “Not Ready to Die” sebagai karyanya paling personal di album ini.

“Tapi yang paling personal adalah Not Ready to Die. Lagu ini sangat personal dan berbeda,” ungkap penyanyi bernama asli Maher Mustafa Maher Zain itu sambil tersenyum.

Alasan kenapa “Not Ready to Die” menjadi lagu yang sangat personal bagi Maher Zain adalah karena lagu ini mengangkat tema tentang kematian serta kesiapan manusia dalam menghadapi akhir kehidupan dan bertemu dengan Allah.

“Lagu ini sangat personal dan berbeda. Isinya tentang kematian, tentang perasaan apakah kita sudah siap meninggal dan bertemu Allah. Tapi disampaikan dengan cara yang berbeda.”

Gak cuma terasa personal, Maher Zain bahkan menyebut lagu ini sebagai salah satu favoritnya di album Back to You, lho.

3. Maher Zain merasa merilis album dulu dan sekarang sama-sama seru

Seorang pria berkepala plontos mengenakan jas hitam dan celana jeans duduk santai di atas kotak logam dengan latar abu-abu gelap.
potret Maher Zain (dok. Universal Music Group)

Saat ditanya IDN Times mengenai perbedaan merilis album dulu dan sekarang, Maher Zain menjelaskan bahwa keduanya tetap memiliki keseruan yang sama.

“Menurut saya, sama-sama seru,” ungkapnya.

Ia kemudian menjelaskan, proses pembuatan lagu membutuhkan waktu yang panjang di studio dengan perhatian pada detail kecil, sementara hanya sedikit orang yang mendengarnya sebelum dirilis. Namun, ketika lagu akhirnya dipublikasikan, karya tersebut menjadi milik publik dan dapat dinikmati banyak orang, bahkan berpotensi memberikan inspirasi.

Menurutnya, hal itulah yang membuat setiap perilisan, baik album maupun single, selalu terasa spesial. Ia juga menambahkan bahwa setelah dirilis, sebuah karya akan terus hidup dan bertahan bahkan melampaui penciptanya.

“Itu yang membuat setiap rilis selalu terasa spesial, baik album maupun single. Setelah dirilis, karya itu akan terus hidup, bahkan setelah kita tiada.”

Sebagai bagian dari strategi perilisan bertahap yang diselaraskan dengan momentum Ramadan, Maher Zain merilis 11 lagu secara bertahap selama tiga bulan terakhir. Lagu-lagu tersebut meliputi “Take My Hand”, “Habibi”, “Ya Muhammad”, “Qamarun”, “Allahu Ya Allahu”, “Sallou”, “Yama Wo Yama”, “Da’iman Wa Abada”, “Al-Hawdh”, “Yawmul Eid”, hingga “Never Let Me Down”.

Hingga pada Jumat (1/5/2026), album tersebut resmi disempurnakan dengan perilisan lima lagu terakhir, yaitu “Hikaya Jamila”, “Queen of Our Deen”, “Thank You”, “I Could’ve Been You”, dan “Not Ready to Die”.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Related Articles

See More