7 Aktor yang Kariernya Turun Drastis Setelah Menang Oscar

- Artikel menyoroti tujuh aktor pemenang Oscar yang kariernya justru menurun setelah kemenangan, akibat ekspektasi tinggi, pilihan film kurang tepat, hingga perubahan tren industri hiburan.
- Nama-nama seperti Adrien Brody, Geena Davis, Roberto Benigni, Kim Basinger, Robin Williams, Halle Berry, dan Ariana DeBose mengalami kesulitan mempertahankan momentum pasca kemenangan besar mereka.
- Tulisan ini menggambarkan bahwa memenangkan Oscar bukan jaminan keberlanjutan karier; keputusan proyek dan dinamika industri berperan besar dalam menentukan nasib para aktor tersebut.
Menang Academy Awards sering dianggap sebagai puncak karier seorang aktor. Tapi kenyataannya, piala Oscar bukan jaminan segalanya akan terus mulus. Setelah sorotan besar dan ekspektasi tinggi, justru ada yang kesulitan menemukan proyek yang tepat atau mempertahankan momentum.
Beberapa aktor bahkan mengalami penurunan karier yang cukup drastis setelah meraih penghargaan bergengsi tersebut. Entah karena pilihan film kurang tepat, kontroversi, atau sekadar perubahan selera industri, perjalanan mereka jadi jauh dari kata stabil. Berikut tujuh aktor yang sempat berada di puncak, tapi kemudian harus menghadapi fase sulit dalam karier.
1. Adrien Brody

Kemenangan Adrien Brody di film The Pianist (2002) membuatnya mencetak sejarah sebagai aktor termuda yang memenangkan Oscar kategori Aktor Terbaik. Perannya begitu intens secara emosional dan fisik, sampai-sampai ia kesulitan menemukan proyek yang sepadan setelahnya. Ekspektasi terhadapnya langsung melonjak tinggi, tapi tawaran yang datang justru gak selalu menarik.
Selain itu, beberapa kontroversi juga sempat memengaruhi citranya di industri. Ia sempat dilarang tampil di Saturday Night Live setelah aksi spontan yang dianggap gak pantas, dan penampilannya di The Village (2004) menuai kritik. Dalam beberapa tahun, kariernya lebih banyak diisi proyek kecil atau film yang kurang dikenal, sebelum akhirnya perlahan bangkit lagi.
2. Geena Davis

Geena Davis meraih Oscar lewat perannya di The Accidental Tourist (1988) dan sempat mempertahankan popularitasnya lewat Thelma & Louise (1991). Namun semuanya berubah drastis setelah ia membintangi Cutthroat Island (1995), yang dikenal sebagai salah satu kegagalan box office terbesar.
Film tersebut bahkan membuat studio produksinya bangkrut, dan dampaknya terasa langsung ke karier Davis. Proyek-proyek berikutnya juga gagal memenuhi ekspektasi, hingga akhirnya ia memilih menjauh dari dunia akting untuk sementara waktu. Setelah itu, kemunculannya lebih terbatas dan gak lagi sebesar sebelumnya.
3. Roberto Benigni

Kemenangan Roberto Benigni lewat Life Is Beautiful (1997) termasuk salah satu momen paling mengejutkan di Oscar. Ia bahkan menang sebagai Aktor Terbaik, sesuatu yang jarang terjadi untuk film non-Inggris. Tapi sayangnya, euforia itu gak bertahan lama.
Gaya aktingnya yang sangat khas dan cenderung berlebihan ternyata gak selalu cocok untuk semua proyek. Film Pinocchio (2002) yang ia garap justru jadi kegagalan besar dan merusak reputasinya. Banyak yang merasa kesuksesannya sebelumnya sulit diulang dan kariernya pun perlahan meredup.
4. Kim Basinger

Peran Kim Basinger di L.A. Confidential (1997) memberinya Oscar sebagai Aktris Pendukung Terbaik. Film tersebut sukses besar dan dianggap sebagai salah satu film kriminal terbaik. Namun setelah itu, perjalanan kariernya gak berjalan mulus.
Basinger dikenal sangat selektif dalam memilih proyek, apalagi setelah mengalami masalah finansial. Sayangnya, beberapa film yang ia pilih justru gagal secara komersial dan kritis. Hal ini membuatnya semakin jarang terlihat di layar lebar dan kehilangan momentum yang sempat ia miliki.
5. Robin Williams

Kemenangan Robin Williams lewat Good Will Hunting (1997) dianggap sangat layak setelah beberapa kali masuk nominasi. Namun setelah itu, ia lebih sering mengambil peran dramatis yang gak selalu berhasil di pasaran.
Saat mencoba kembali ke genre komedi, hasilnya juga gak terlalu memuaskan. Film-film seperti RV (2006) atau License to Wed (2007) terasa kurang kuat dibanding karya-karyanya dulu. Meski tetap dicintai, fase akhir kariernya menunjukkan penurunan dari segi kualitas proyek.
6. Halle Berry

Halle Berry mencetak sejarah sebagai aktris Afrika-Amerika pertama yang memenangkan Oscar lewat Monster's Ball (2001). Tapi setelah kemenangan tersebut, pilihan filmnya justru sering menuai kritik.
Film seperti Catwoman (2004) bahkan dianggap sebagai salah satu film superhero terburuk sepanjang masa. Beberapa proyek lain juga gagal secara kualitas maupun pendapatan. Meski masih aktif, kariernya gak lagi berada di level yang sama seperti saat memenangkan Oscar.
7. Ariana DeBose

Ariana DeBose meraih Oscar lewat West Side Story (2021) versi remake garapan Steven Spielberg. Kemenangannya sempat dianggap sebagai awal karier yang menjanjikan. Namun proyek-proyek setelahnya justru kurang mendapat respons positif.
Ia terlibat dalam beberapa film yang dinilai gagal atau mengecewakan, seperti Kraven the Hunter (2024) dan Argylle (2024. Hal ini membuat banyak orang mempertanyakan arah kariernya ke depan. Padahal potensinya masih besar jika mendapatkan proyek yang tepat.
Menang Oscar memang pencapaian luar biasa, tapi mempertahankan karier setelahnya ternyata jauh lebih sulit. Industri film terus berubah dan satu keputusan bisa berdampak besar dalam jangka panjang. Dari daftar ini, menurut kamu siapa yang paling layak mendapatkan comeback besar berikutnya?


















