Niken Anjani sebagai Ancika dalam Dilan ITB 1997 (dok. Falcon Pictures/Dilan ITB 1997)
Dilan ITB 1997 tidak lagi sekadar tentang deru motor di jalanan Buah Batu atau gombalan di depan gerbang sekolah. Bagi Dilan (Ariel Noah), yang kini menjadi mahasiswa tingkat akhir di FSRD ITB, hidup mulai menuntut sebuah pilihan. Di antara aroma cat minyak dan kesibukannya sebagai seniman freelance, Dilan telah menemukan rumah baru pada diri Ancika Mehrunisa Rabu (Niken Anjani), sosok perempuan tangguh yang mengisi hari-harinya dengan realitas masa depan.
Namun, ketenangan itu terusik ketika bayang-bayang masa lalu kembali mengetuk pintu. Milea Adnan Hussain (Raline Shah) hadir kembali, membawa sisa-sisa kenangan yang ternyata belum sepenuhnya menguap. Kehadiran Milea bukan sekadar temu kangen, tetapi ia menjadi ujian bagi kesetiaan dan kedewasaan Dilan di saat hatinya sudah menjadi milik Ancika. Di luar urusan hati, Bandung juga mulai memanas. Di tengah gejolak politik menjelang Reformasi 1998, Dilan terseret dalam arus pergerakan mahasiswa yang menuntut perubahan.
Mulai dari Steffi Zamora, Zee Asadel, hingga Niken Anjani, ketiganya mampu menghidupkan karakter Ancika dengan versinya masing-masing. Kalau kamu paling suka Ancika versi siapa, nih?