Ilustrasi Netflix (dok. Unsplash/Venti Views)
Pada Desember lalu, WBD sempat menyetujui tawaran Netflix untuk sebagian asetnya dalam kesepakatan bernilai sekitar 82 miliar dolar AS termasuk utang. Kala itu, harga masih dianggap rasional dan strategis bagi ekspansi Netflix di sektor studio dan streaming.
Namun situasi berubah ketika Paramount mengajukan proposal tandingan yang lebih agresif. Tawaran terbaru mereka mencapai 31 dolar AS per saham secara tunai, lebih tinggi dibanding proposal Netflix sebesar 27,75 dolar AS per saham yang hanya mencakup bisnis studio dan streaming.
CEO bersama Netflix, Ted Sarandos dan Greg Peters, menyatakan bahwa perusahaan memilih untuk tetap disiplin secara finansial.
"Transaksi yang kami negosiasikan akan menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan jalur yang jelas menuju persetujuan regulasi. Namun, kami selalu disiplin," jelas mereka seperti dilansir BBC, Jumat (27/2/2026).
Mereka menegaskan bahwa awalnya transaksi ini adalah "hal yang bagus untuk dimiliki" jika harganya tepat, bukan sesuatu yang wajib dikejar berapa pun nilainya. Ketika harga dianggap tak lagi menarik secara finansial, Netflix memilih mundur daripada memaksakan diri.