Pengakuan Ibu Ratu Sofya, Baru Tahu Anaknya Syuting Tanpa Body Double

- Intan Masthura menegaskan kontrak film Dosa sah ditandatangani olehnya karena Ratu Sofya masih di bawah umur, dan seluruh pembayaran dari HAS Picture telah diterima secara penuh.
- Ia mengaku baru tahu anaknya syuting tanpa body double setelah produksi selesai, meski pihak produksi sudah menyiapkan opsi pemeran pengganti untuk adegan sensitif.
- HAS Picture melalui CEO Haldy Sabri menyatakan semua hak finansial telah dibayar sesuai kontrak dan siap menempuh jalur hukum jika narasi yang beredar dianggap merugikan.
Intan Masthura, ibu dari Ratu Sofya, baru-baru ini muncul ke publik untuk memberikan penjelasan terkait polemik yang melibatkan anaknya dengan HAS Picture, rumah produksi film Dosa: Penebusan atau Pengampunan.
Sebelumnya, Ratu Sofya sendiri sempat menjadi sorotan karena menolak mengikuti kegiatan promosi film yang dibintanginya bersama Isyadillah itu dengan alasan adanya hak yang belum diterima.
Menanggapi hal tersebut, Intan menegaskan bahwa seluruh pembayaran terkait pekerjaan anaknya sudah dilunasi. Melalui video yang diunggah ke Instagram-nya, Intan juga menanggapi pernyataan Ratu Sofya mengenai penggunaan body double untuk adegan sensitif dalam film tersebut.
1. Ibu Ratu Sofya tegaskan kontrak film Dosa sah ditandatangani olehnya dan pembayarannya sudah lunas

Pada Rabu (10/6/2026), Intan Masthura, ibu dari Ratu Sofya memberikan penjelasan terkait polemik yang melibatkan anaknya dengan HAS Picture. Ia menegaskan bahwa kontrak kerja sama tersebut sah ditandatangani olehnya karena pada saat itu Ratu Sofya masih berusia di bawah umur.
Menurutnya, sebelum penandatanganan, pihak keluarga telah membaca, memahami, dan menyetujui isi kontrak. Ratu Sofya juga disebut telah mengetahui dan memahami proyek tersebut, bahkan meminta izin kepada orangtuanya untuk mengambil pekerjaan itu.
“Sebelum kami tandatangani, kami telah membaca, memahami, dan menyetujuinya. Begitu juga dengan anak saya, dia telah mengetahui dan memahami, bahkan dia sendiri yang meminta izin kepada kami untuk mengambil proyek tersebut,” kata Intan Masthura.
Menurut Intan, awalnya ayah Ratu tidak setuju dengan proyek film tersebut. Namun, setelah membaca sinopsisnya dan sama-sama berembuk, ia pun akhirnya mengizinkan anaknya untuk mengambil proyek film tersebut.
“Jadi mengenai film ini tidak ada paksaan dari siapapun, baik dari saya dan papanya ataupun dari PT HAS Picture. Ini murni atas keinginan anak saya sendiri,” lanjutnya.
Sementara itu, terkait hak dan kewajiban yang sempat disinggung oleh anaknya, Intan menegaskan bahwa seluruh pembayaran dari HAS Picture sudah diterima secara penuh dan lunas sesuai kesepakatan dalam kontrak.
“Terkait hak dan kewajiban, kami menegaskan bahwa seluruh pembayaran dari HAS Pictures telah kami terima secara penuh dan lunas sesuai kesepakatan dalam kontrak.”
2. Sebut dirinya baru tahu Ratu Sofya menolak gunakan body double setelah proses produksi

Sebelumnya, Ratu Sofya sempat menerima somasi dari HAS Picture terkait pernyataannya yang menyebut tim produksi tidak menyediakan body double untuk adegan sensitif. Reza Aditya selaku Executive Producer film Dosa: Penebusan atau Pengampunan menilai pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta.
Menanggapi polemik tersebut, Intan Masthura mengungkap bahwa pihak produksi sebenarnya telah menyiapkan opsi body double atau pemeran pengganti. Namun, menurutnya Ratu Sofya sendiri yang memilih untuk tidak menggunakan body double karena ingin menjalankan pekerjaannya secara profesional dan merasa bahwa adegan yang dijalani bukan adegan vulgar.
“Anak saya memilih untuk tidak memakai body double dengan alasan dia ingin profesional bekerja dan karena adegannya bukan adegan vulgar, hanya biasa-biasa menurut dia, jadi dia ingin memerankannya sendiri.”
Meski begitu, Intan menegaskan bahwa ia baru mengetahui keputusan anaknya untuk menjalani syuting tanpa menggunakan body double tersebut setelah proses produksi selesai. Menurutnya, saat syuting berlangsung, Ratu sempat meninggalkan rumah sekitar sepekan dan selama bekerja, ia hanya didampingi oleh asistennya.
“Kami sekeluarga tidak tahu kalau ternyata dia tidak pakai body double karena ketika baru shooting sekitar seminggu kurang lebih dia kabur, dan ketika dia shooting dia ditemani sama asisten, saya baru tahu kalau dia tidak pakai body double ketika kelar dia podcast, itupun saya di kasih tahu sama orang lain.”
3. HAS Picture ancam akan ambil tindakan hukum

Haldy Sabri selaku CEO HAS Putra Group turut memberikan klarifikasi melalui unggahan di Instagram. Suami aktris Irish Bella tersebut menegaskan bahwa keterlibatan Ratu Sofya dalam proses syuting didasarkan pada kesepakatan bersama yang diperkuat dengan tanda tangan orangtuanya dalam kontrak resmi. Ia juga menjelaskan bahwa seluruh hak finansial telah disepakati untuk dikirimkan ke rekening yang tercantum di dalam dokumen kontrak.
Sebagai bukti, Haldy Sabri juga mengunggah sejumlah dokumentasi yang menunjukkan adanya transfer pembayaran yang disebut telah dikirimkan ke rekening atas nama Sofyan Hasan, ayah dari Ratu Sofya.
Gak sampai di situ saja, Haldy Sabri juga memberikan peringatan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk menempuh jalur hukum jika permasalahan ini terus berlanjut.
“Apabila narasi yang tidak sesuai fakta ini terus berlanjut, kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah hukum atas dugaan pencemaran nama baik atau penyebaran berita bohong.”


















