potret Anggun C. Sasmi di kantor IDN, Jakarta, Rabu (1/4/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Di tengah wawancara yang berlangsung santai di ruang meeting kantor IDN, Anggun C. Sasmi tiba-tiba mengungkap keresahan yang selama ini ia rasakan di industri musik masa kini. Saat itu, nada bicaranya tetap tenang, namun terasa jujur dan penuh pertimbangan.
Setelah lebih dari 40 tahun berkarier, Anggun mengaku bahwa kini ia berada di titik di mana ingin menikmati proses berkarya tanpa tekanan berlebihan. Ia pun secara blak-blakan menyampaikan keputusannya untuk tidak lagi memproduksi album baru.
Kendati demikian, Anggun menegaskan, keputusan tersebut bukan berarti ia akan pensiun dari dunia musik. Ia tetap ingin aktif, namun hanya untuk penampilan di atas panggung, seperti konser dan pertunjukan musikal saja.
“Setelah 40 tahun berkarier dalam bidang musik, aku udah comfort untuk bilang, aku gak mau bikin album lagi. Aku hanya ingin konser atau bikin kayak musikal,” katanya.
Namun, di balik keputusan tersebut, Anggun ternyata juga menyimpan kegelisahan terhadap perubahan pola industri musik saat ini. Ia merasa proses merilis album di masa sekarang tidak lagi sesederhana dulu, bahkan terkesan membebani.
“Kalau album, kesel karena buat aku tuh PR-nya banyak banget. Sekarang kalau lagunya gak trending di TikTok dalam seminggu atau sebulan pertama, nanti record company bilang, ‘Gak jalan ya?’” ungkapnya.
Gak cuma itu, Anggun juga menyoroti bagaimana algoritma turut memengaruhi proses kreatif musisi. Menurutnya, kini lagu-lagu dituntut mengikuti pola tertentu agar bisa relevan di platform digital.
“Sekarang durasi lagu cuma sekitar dua menit. Dan semua itu serba, pokoknya kita harus didikte oleh algoritma. Algoritma yang mengharuskan kita pada second segini tuh udah harus reff,” tambahnya.