Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret press conference JAFF 2026 yang digelar di Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
  • JAFF 2026 menetapkan film Silenced Nights karya Lawrence Fajardo sebagai pembuka, sementara You Are the Film karya Makoto Ueda menjadi penutup rangkaian festival.

  • Silenced Nights dipilih karena relevan dengan situasi saat ini dalam konteks ekonomi, sosial, dan politik, serta dinilai penting untuk memicu diskusi mengingat isu yang diangkat dalam film.

  • Meski bukan film pembuka yang bernuansa meriah, Silenced Nights mengangkat isu serius; sebaliknya, You Are the Film dipilih sebagai penutup ringan yang memberi ruang refleksi dan obrolan panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pelaksanaan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2026 tinggal menghitung hari. Menjelang hari acara, pihak penyelenggara sudah resmi menetapkan film Silenced Nights sebagai pembuka dan You Are the Film untuk penutup JAFF edisi tahun ini.

Sekadar informasi, Silenced Nights merupakan film Filipina karya sutradara Lawrence Fajardo, sementara You Are the Film adalah karya film dari Jepang yang disutradarai oleh Makoto Ueda. Pemilihan kedua film tersebut untuk opening dan closing pun bukan tanpa alasan.

1. Silenced Nights dipilih karena dinilai relevan dengan situasi saat ini

Poster film Silenced Nights yang akan jadi pembuka JAFF 2026 (dok. Quantum Films/Silenced Nights)

Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah, menjelaskan, pada tahun ini pihaknya memang sudah berencana memilih film pembuka yang terasa relevan dengan situasi saat ini untuk memancing diskusi lebih mendalam. Alhasil, Silenced Nights dipilih sebagai film pembuka JAFF ke-21.

"Sebelum film opening ini saya sudah bilang ke Mamat (Alexander Matius) bahwa rasanya tahun ini kita harus memilih sebuah film yang relevan dengan situasi kita dalam konteks agar diskusinya bisa sangat relate dengan situasi terkini. Jelas dalam konteks ekonomi, sosial, politik, dan itu salah satu perspektif yang kemudian tentu saja dibuat oleh seseorang yang punya histori," jelas Ifa dalam press conference di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).

Sementara itu, Alexander Matius selaku Program Director JAFF mengaku ada diskusi yang cukup panjang dalam menentukan film yang akan menjadi opening dan closing untuk JAFF tahun ini. Ia meyakini, Silenced Nights tepat menjadi film pembuka JAFF 2026 mengingat isu yang dihadirkan dalam cerita penting untuk dibahas.

"Film opening ini rasanya kok kayaknya kita perlu untuk berpikir dan merasa lebih intense gitu karena kita membuka dan 8 hari kita akan berdiskusi soal ini, sehingga rasa-rasanya Silenced Nights jadi penting karena mengingat isunya yang kemudian dibahas dalam film itu sendiri," katanya.

2. Ifa akui Silenced Nights bukan film yang fun untuk membuka festival

Potret Alexander Matius (kiri) dan Ifa Isfansyah (kanan) usai press conference JAFF 2026 di Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Untuk diketahui, Silenced Nights mengikuti kisah seorang buruh migran bernama Andoy yang menyaksikan eksekusi seorang siswa remaja, Kerwin, yang terlibat dalam operasi polisi. Ia pun memilih untuk diam dan berusaha tidak terlibat lebih jauh dengan tetap menjalani rutinitasnya, sembari dibayang-bayangi peristiwa itu.

Dengan alur cerita yang dimiliki film tersebut, Ifa mengakui bahwa Silenced Nights bukanlah sebuah film yang fun untuk menjadi pembuka rangkaian festival, dan jauh dari nuansa hura-hura.

"Silenced Nights dipilih untuk itu. Seperti yang diceritakan tentang filmnya, ini adalah film yang kami pikir bukan sebuah film yang fun tentu saja. Bukan sebuah film yang layaknya kita bisa membuka festival dengan hura-hura, tapi film yang sangat penting untuk apa sih sebenarnya yang akan di-state di sepanjang 8 hari itu," imbuh Ifa.

3. You Are the Film dipilih jadi penutup JAFF yang penuh refleksi

Poster You Are the Film yang resmi terpilih sebagai closing JAFF 2026 (dok. Third Window Films/You Are the Film)

Di sisi lain, Ifa menjelaskan pemilihan You Are the Film sebagai penutup JAFF karena pihaknya ingin menghadirkan sebuah tayangan film yang setelah menonton tidak jadi stres. Menurut Ifa, film ini pun dapat menjadi refleksi yang tepat bagi penonton untuk menutup rangkaian festival.

"Film ini tuh film yang sebenarnya kanvas dan skalanya kecil, tapi impact-nya besar sekali, value-nya besar. Jadi, itu yang kemudian saya rasa You Are the Film ini benar-benar bisa menjadi refleksi yang tepat untuk menutup (festival) film ini," kata Ifa.

Senada dengan Ifa, Alexander Matius juga membenarkan bahwa You Are the Film merupakan film yang ringan. Ia pun berharap, film ini dapat menghadirkan diskusi yang lebih panjang di kalangan penonton setelah menyaksikannya.

"Film sesederhana apa pun juga bisa menutup festivalnya dengan sangat manis, dan secara durasi juga ringan banget. Jadi, setelah nonton, kita masih bisa ngobrol panjang gimana pengalaman festivalnya. Waktu bicaranya akan lebih panjang dari filmnya mungkin. Filmnya beneran ringan banget kok, guyon banget," tandasnya.

Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2026 dijadwalkan akan berlangsung pada 28 November-5 Desember 2026 di Yogyakarta. Pembelian tiket JAFF 2026 dapat dibeli mulai 21 November 2026 melalui TipTip dan situs resmi jaff-filmfest.org.

Curated For You

Editorial Team

Related Article