Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bene Dion Merinding Kenang Syuting di Tapanuli Selatan Pascabanjir

5 min read
Bene Dion Merinding Kenang Syuting di Tapanuli Selatan Pascabanjir
potret Bene Dion saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Film musikal Pulang Kampung mengambil gambar di 17 titik di lima kabupaten Sumatra Utara serta empat lokasi di Jakarta, demi menampilkan alam dan budaya Batak.
  • Produksi menghadapi perjalanan panjang; tim bahkan menempuh hingga enam jam untuk adegan 16 detik, dengan Tapanuli Selatan menjadi salah satu lokasi paling menantang.
  • Pascabanjir bandang 2025, jalan rusak membuat rombongan 40–50 mobil harus berhati-hati di Tapanuli Selatan dan membatalkan rencana syuting di Mandailing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menghadirkan keindahan alam dan kekayaan budaya Sumatra Utara ke layar lebar menjadi salah satu misi film musikal Pulang Kampung. Namun, perjalanan produksi film garapan Bene Dion Rajagukguk tersebut ternyata tidak selalu mulus.

Saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (5/11/2026), Bene Dion menyebut salah satu tantangan terberat muncul ketika ia dan tim produksi lainnya harus menjalani syuting di Tapanuli Selatan. Sebelumnya, wilayah tersebut sempat menjadi sorotan karena turut terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.

Menurut Bene, saat mereka tiba di sana, sejumlah akses jalan masih rusak akibat bencana. Bene bahkan mengaku merinding ketika mengenang perjalanan panjang bersama puluhan mobil rombongan produksi yang harus melewati jalur tersebut demi mencapai lokasi syuting.

  1. 1. Pulang Kampung syuting di 17 titik lokasi yang tersebar di lima kabupaten di Sumatra Utara

    Tim produksi film musikal Pulang Kampung saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis, 5 November 2026.
    potret tim produksi film musikal Pulang Kampung saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Pulang Kampung mencetak rekor sebagai film dengan lokasi syuting terbanyak sepanjang sejarah produksi Imajinari. Skala produksi yang cukup besar ini tidak terlepas dari cerita film yang ingin memperkenalkan keindahan alam sekaligus kekayaan budaya Batak di Sumatra Utara.

    Oleh karena itu, proses pengambilan gambarnya pun dilakukan di berbagai wilayah agar latar cerita yang dihadirkan tetap terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat. Kepada IDN Times, Bene Dion mengungkapkan bahwa tim produksi menggunakan empat titik lokasi syuting di Jakarta. Sementara itu, pengambilan gambar di Sumatra Utara menjangkau sekitar 17 titik yang tersebar di lima kabupaten, yakni Simalungun, Karo, Dairi, Tapanuli Selatan, dan Samosir.

    Banyaknya lokasi tersebut membuat proses produksi membutuhkan perjalanan yang tidak sebentar. Tim harus berpindah dari satu daerah ke daerah lain dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Bahkan, Bene menyebut mereka pernah menghabiskan waktu hingga 6 jam di perjalanan hanya untuk mengambil gambar sebuah adegan berdurasi sekitar 16 detik.

    “Kita syuting di Jakarta aja udah ada empat titik. Di Sumatra sana kayaknya ada 17 titik di lima kabupaten dan yang bikin itu tidak mudahnya adalah kadang perjalanannya tuh enam jam buat adegan cuma 16 detik,” ungkap Bene.

    Menurut Bene, dengan cakupan lokasi syuting yang luas, pada akhirnya proses produksi film ini tidak hanya membutuhkan persiapan teknis yang matang, tetapi juga kesiapan seluruh kru untuk menghadapi perjalanan panjang selama syuting di Sumatra Utara.

  2. 2. Bene Dion merinding kenang pengalaman syuting di Tapanuli Selatan pascabanjir bandang

    Potret Bene Dion saat ditemui dalam sebuah kesempatan di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis, 5 November 2026.
    potret Bene Dion saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Dari sejumlah wilayah yang menjadi titik lokasi pengambilan gambar film Pulang Kampung, Bene Dion menyebut Tapanuli Selatan menjadi salah satu daerah dengan tantangan terberat. Pasalnya, mereka datang ke wilayah tersebut setelah bencana banjir bandang melanda sejumlah kawasan di Sumatra Utara pada akhir November 2025 lalu. Kondisi jalan yang rusak akibat bencana membuat perjalanan mereka menuju lokasi syuting harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.

    Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 22 menit ini, Bene mengaku merinding saat mengenang pengalaman syuting di wilayah itu. Pasalnya, mereka harus melewati sejumlah ruas jalan yang rusak dengan iring-iringan sekitar 40–50 mobil.

    “Tapanuli Selatan. Karena kami ke sana setelah ada banjir bandang. Jalanannya itu jadi rusak dan kami harus melewati beberapa jalan yang rusak. Jadi benar-benar harus hati-hati melewatinya. (Sampai merinding, nih). Saat itu, kita iring-iringan bersama 40-50 mobil rombongan produksi."

    Namun, di balik tantangan tersebut, perjalanan ke Tapanuli Selatan juga memberikan pengalaman menarik bagi Bene Dion yang baru pertama kali mengunjungi wilayah tersebut. Ia mengaku tertarik dengan keunikan budaya masyarakat Batak di sana, terutama karena mayoritas penduduknya beragama Islam.

    “Aku baru pertama kali ke Tapanuli Selatan itu. Aku tahu daerah itu juga terkenal indah. Keunikannya, Batak, tapi mayoritas muslim. Itu juga sebuah keunikan budaya. Jadi yang misalnya di Toba biasanya kalau di pesta, pakai babi dan segala macam. Tapi di sini pakai kerbau atau sapi. Tapi adatnya tuh mirip-mirip,” cerita Bene dengan nada antusias.

    Gak sampai di situ, Bene juga mengaku menikmati kesempatan untuk mendengar langsung percakapan masyarakat setempat. Baginya, pengalaman mendengar dialek mereka secara langsung terasa berbeda dibandingkan hanya menyaksikannya melalui video di YouTube.

    “Selama ini cuma melihat di YouTube, begitu datang, mendengarkan mereka ngobrol, itu tuh beda lagi ternyata dialeknya. Jadi kayak senang dengernya,” lanjut Bene.

  3. 3. Batalkan rencana syuting di Mandailing karena akses jalan gak memungkinkan

    Tim produksi film musikal Pulang Kampung dalam potret bersama di Jakarta Selatan pada Kamis, 5 November 2026.
    potret tim produksi film musikal Pulang Kampung saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Selain di 17 titik lokasi di Sumatra Utara, Bene Dion menjelaskan bahwa tim produksi sebenarnya sempat merencanakan pengambilan gambar hingga wilayah Mandailing. Wilayah tersebut awalnya masuk dalam daftar lokasi syuting Pulang Kampung untuk memperkaya latar cerita film musikal ini.

    Namun, rencana tersebut harus dibatalkan karena akses jalan menuju wilayah Mandailing masih rusak setelah bencana banjir bandang. Kondisi itu membuat perjalanan menuju lokasi menjadi sulit dan tidak memungkinkan untuk dilalui oleh rombongan produksi.

    “Niat kami di awal dulu syutingnya itu sampai ke Kabupaten Mandailing. Tapi karena jalannya rusak, jadi tidak jadi. Itu udah lebih jauh lagi dari Kabupaten Tapanuli Selatan, cuman gak jadi karena akses,” lanjut Bene.

    Pulang Kampung telah memulai proses syuting sejak 23 April 2026 dengan durasi produksi selama 26 hari. Dibintangi oleh pada Axelo Nababan, Vanessa Zee, hingga Judika film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 26 November 2026.

Related Articles

See More