Apa Itu Hiatus di KPop? Ini Bedanya dengan Vakum

Hiatus dalam KPop berarti jeda sementara dari aktivitas karier, seperti musik atau proyek film, dengan durasi yang umumnya telah ditentukan saat pengumuman.
Vakum juga berarti berhenti sementara, tetapi jangka waktunya tidak pasti dan dapat terjadi tanpa rencana; dalam bahasa Inggris, vacuum bukan istilah yang tepat untuk konteks ini.
SECHSKIES tercatat memiliki hiatus terlama, yakni 16 tahun setelah konflik agensi; grup ini sempat kembali pada 2016, lalu tidak aktif lagi sejak 2021.
Karier idol KPop tak selalu penuh dengan produksi karya yang berkelanjutan. Ada momen di mana mereka mengambil kesempatan untuk jeda dari industri hiburan dalam kurun waktu tertentu.
Adalah hiatus, istilah yang kerap disebut tatkala mereka mengumumkan jeda waktu yang akan mereka ambil tersebut. Setiap tahun selalu ada artis KPop yang mengambil langkah untuk hiatus maupun mengumumkan comeback dari hiatus.
Namun, istilah hiatus sering disama artikan dengan vakum. Padahal, keduanya memiliki perbedaan tertentu.
1. Pengertian hiatus

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hiatus diartikan sebagai jeda atau berhenti untuk sementara (dari pekerjaan, karier, proyek, serial, dan sebagainya). Hal senada disebutkan oleh Cambridge Dictionary yang menjelaskan hiatus sebagai jeda sementara tanpa penyebab tertentu.
Dengan demikian, jika dikaitkan dengan dunia K-Pop, maka hiatus adalah keputusan yang diambil oleh seorang artis untuk berhenti sementara dari seluk-beluk Korean pop. Mereka bisa berhenti dari industri tarik suara, proyek film, maupun hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan mereka sebagai persona K-Pop.
2. Perbedaan hiatus dan vakum

Definisi vakum mirip dengan hiatus dalam KBBI, yakni berhenti sementara dari suatu kegiatan rutin dalam jangka waktu yang tidak pasti. Kemiripan inilah yang sering kali membuat kedua istilah ini disalahpahami.
Perbedaan mendasar antara hiatus dan vakum terletak pada jangka waktu yang diambil. Jika penghentian kegiatan saat vakum tidak bisa dipastikan, lain halnya dengan hiatus yang biasanya sudah ditentukan.
Misalnya, penyanyi A memutuskan untuk vakum. Keputusan ini sering kali dilakukan secara tiba-tiba tanpa rencana. Akibatnya, penggemar tidak akan tahu sampai kapan artis tersebut akan mengambil jeda dari pekerjaannya dan belum tentu akan kembali sebagai artis.
Lain halnya dengan band B yang mengambil langkah untuk hiatus. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, biasanya sudah ditentukan berapa lama mereka akan nonaktif sementara dari rutinitas mereka sebagai artis.
Menariknya, dalam bahasa Indonesia kata hiatus dan vakum sering dipakai bergantian karena memiliki nuansa yang mirip. Sementara jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, hiatus memakai kata yang sama dengan bahasa Indonesia.
Namun, vakum apabila diterjemahkan langsung menjadi vacuum, maka hasilnya salah. Dalam bahasa Inggris, vacuum berarti alat penyedot debu dan ruang hampa. Sebagai gantinya, orang berbahasa Inggris biasanya mengatakan inactive, on a break, atau stepped away.
3. Artis KPop dengan masa hiatus terlama

Sepanjang sejarah KPop berkembang, ada banyak sekali artis yang memutuskan untuk hiatus dengan alasan tertentu. Waktu hiatus mereka berbeda-beda, ada yang hanya beberapa bulan, bahkan bertahun-tahun.
Berdasarkan data Korean Charts, salah satu artis KPop dengan durasi hiatus terlama sejauh ini adalah SECHSKIES. Setelah berkonflik dengan agensinya, mereka telah nonaktif selama 16 tahun lamanya.
Kini, anggota SECHSKIES tidak lagi aktif mempromosikan dirinya sebagai grup meskipun mereka belum secara resmi mengumumkan pembubaran permanen. Boy band ini sempat bersatu kembali pada tahun 2016 di bawah naungan YG Entertainment. Namun, mereka diketahui sudah tidak aktif sejak tahun 2021 dan profil mereka di YG Entertainment juga telah dihapus.
Selain SECHSKIES, artis KPop lainnya yang pernah mengumumkan hiatus di antaranya adalah BTS, BLACKPINK, NewJeans, SNSD, 2PM, B.E.G, f(x), serta Red Velvet. Keputusan mereka menjadi bukti bahwa hiatus di KPop merupakan hal lumrah yang telah dipertimbangkan secara matang sebelum keputusannya diambil.




















