Jimi Hendrix dikenal sebagai salah satu gitaris paling berpengaruh dalam sejarah musik rock. Permainan gitarnya yang eksperimental, liar, dan penuh warna membuat namanya terus dikenang bahkan puluhan tahun setelah kepergiannya. Namun, ternyata dunia yang memengaruhi kreativitas Hendrix tidak hanya berasal dari musik, melainkan juga dari buku-buku yang ia baca.
5 Buku Favorit Jimi Hendrix yang Jarang Diketahui Penggemar

- Jimi Hendrix dikenal sebagai gitaris berpengaruh, tetapi kreativitas dan imajinasinya juga diperkaya oleh bacaan beragam, terutama fiksi ilmiah, dongeng klasik, serta teori alien dan UFO.
- Earth Abides dan Lot memperkenalkan Hendrix pada cerita kehancuran dunia, pandemi, serta bencana nuklir, dengan fokus pada perjuangan manusia membangun atau mempertahankan kehidupan.
- Night of Light dikaitkan dengan inspirasi awal “Purple Haze”, sementara dongeng Andersen dan Secret Places of the Lion memperlihatkan minat Hendrix pada kisah kelam serta gagasan makhluk luar angkasa.
Ketertarikan Hendrix pada bacaan cukup beragam, mulai dari fiksi ilmiah tentang kehancuran dunia hingga dongeng klasik dan kisah tentang makhluk luar angkasa. Beberapa buku bahkan disebut memiliki hubungan dengan ide atau imajinasi yang kemudian muncul dalam karya musiknya. Berikut lima buku favorit Jimi Hendrix yang belum banyak diketahui oleh penggemarnya.
1. Earth Abides — George R. Stewart

Earth Abides (goodreads.com) Tidak lama setelah memulai karier profesionalnya, Hendrix sempat tinggal bersama calon manajernya, Chas Chandler. Kebetulan, Chandler memiliki banyak koleksi buku fiksi ilmiah di rumahnya. Menurut Chandler, dalam buku Ultimate Hendrix karya John McDermott dan Eddie Kramer, Earth Abides karya George R. Stewart menjadi buku fiksi ilmiah pertama yang dibaca Hendrix dari koleksi tersebut.
Setelah itu, Hendrix disebut mulai tertarik membaca buku-buku fiksi ilmiah lainnya yang ada di rak Chandler. Novel yang terbit pada 1949 ini mengisahkan dunia setelah sebagian besar manusia tewas akibat pandemi. Ceritanya mengikuti salah satu penyintas yang kemudian menghadapi tantangan untuk membangun kembali kehidupan manusia dari awal. Konsep kehancuran dunia dan munculnya peradaban baru ternyata sangat menarik bagi Hendrix.
2. Lot — Ward Moore

Lot (goodreads.com) Ketertarikan Hendrix terhadap fiksi ilmiah juga membawanya pada cerita pendek Lot karya Ward Moore. Cerita ini menggambarkan sebuah keluarga yang berusaha bertahan hidup setelah dunia mengalami kehancuran akibat bencana nuklir. Berbeda dari kisah fiksi ilmiah yang berfokus pada teknologi futuristis, Lot lebih banyak mengeksplorasi sisi manusia ketika kehidupan normal sudah tidak ada lagi.
Ward Moore mengambil inspirasi dari kisah Lot dalam Alkitab yang melarikan diri dari Sodom, kemudian memindahkannya ke California yang dilanda kehancuran nuklir. Premis tersebut terasa sangat relevan dengan kecemasan masyarakat pada era ketika Hendrix masih muda. Pada 1950-an, ancaman perang nuklir memang menjadi salah satu ketakutan besar yang membayangi dunia.
3. Night of Light — Philip José Farmer

Night of Light (goodreads.com) Di antara buku-buku yang dikaitkan dengan Hendrix, Night of Light karya Philip José Farmer memiliki hubungan cukup menarik dengan musiknya. Cerita ini menggambarkan sebuah planet yang setiap tujuh tahun sekali diselimuti cahaya ungu yang misterius selama dua minggu. Ketika fenomena tersebut terjadi, realitas seolah berubah total, manusia dapat mengalami transformasi aneh, bahkan patung-patung menjadi hidup.
Buku yang awalnya diterbitkan sebagai novela di The Magazine of Fantasy & Science Fiction ini kemudian sampai ke tangan Hendrix. Setelah membacanya, Hendrix dilaporkan pernah mengalami mimpi tentang dirinya yang tersesat dalam kabut berwarna ungu dan kemudian diselamatkan oleh sosok bercahaya yang ia gambarkan sebagai Yesus Kristus. Pengalaman tersebut disebut sebagai salah satu inspirasi untuk lagu “Purple Haze”, yang pada awalnya bahkan memiliki judul “Purple Haze, Jesus Saves”.
4. Complete Fairy Tales — Hans Christian Andersen

Complete Fairy Tales (penguinrandomhouse.com) Selera bacaan Hendrix ternyata tidak selalu berkaitan dengan dunia futuristis atau kehancuran umat manusia. Dalam sebuah wawancara, ia juga menyebut Complete Fairy Tales karya Hans Christian Andersen sebagai salah satu buku yang ia nikmati. Koleksi ini berisi sejumlah dongeng klasik yang mungkin sudah sangat familiar bagi banyak orang, seperti “The Ugly Duckling”, “The Red Shoes”, dan “The Little Mermaid”.
Namun, versi asli dongeng Andersen sebenarnya jauh lebih kelam dibandingkan dengan adaptasi yang kemudian dikenal melalui film-film Disney. Beberapa ceritanya mengandung unsur kesedihan, kekerasan, pengorbanan, bahkan akhir yang tidak selalu bahagia. Ketertarikan Hendrix pada kisah-kisah seperti ini menunjukkan bahwa imajinasinya tidak hanya dipengaruhi oleh bacaan yang serius atau futuristis.
5. Secret Places of the Lion — George Hunt Williamson

Secret Places of the Lion (goodreads.com) Buku ini membawa Hendrix ke wilayah yang jauh lebih aneh, yaitu teori tentang alien dan UFO. Secret Places of the Lion: Alien Influences on Earth’s Destiny karya George Hunt Williamson pertama kali diterbitkan pada 1950-an. Buku tersebut mengangkat teori bahwa makhluk luar angkasa telah berulang kali datang ke Bumi sepanjang sejarah manusia.
Menurut gagasan yang dibahas di dalamnya, mereka datang untuk memberikan pengetahuan tertentu kepada manusia sekaligus mengamati bagaimana pengetahuan tersebut memengaruhi peradaban. Buku ini disebut diberikan kepada Hendrix oleh Chuck Wein ketika mereka berada di Maui, menurut biografi Room Full of Mirrors karya Charles R. Cross.
Jimi Hendrix mungkin lebih sering dikenang lewat gitar dan lagu-lagu ikoniknya, tetapi daftar bacaan ini memperlihatkan sisi lain dari sosoknya. Dari kelima buku favorit Jimi Hendrix, mana yang paling menarik untuk kamu baca?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























