Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa yang Elsa Makan saat Mengasingkan Diri di Film Frozen?
apa yang Ratu Elsa makan saat mengasingkan diri ke North Mountain di film Frozen? (dok. Disney/Frozen)
  • Elsa melarikan diri ke North Mountain secara spontan tanpa persiapan, termasuk tanpa membawa perbekalan makanan maupun kebutuhan dasar lainnya.
  • Beberapa teori penggemar menyebut kekuatan magis Elsa membuatnya tahan lapar, haus, dan suhu ekstrem sehingga bisa bertahan tanpa makanan.
  • Ada juga teori realistis bahwa jika pengasingan berlangsung lama, Elsa mungkin akan mencari atau memerintahkan ciptaannya untuk mendapatkan makanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat menonton film Frozen (2013), mungkin ada sebagian dari kamu yang pernah memikirkan satu pertanyaan unik. Ketika Ratu Elsa melarikan diri dari Arendelle dan mengasingkan diri ke North Mountain, bagaimana ia memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari? Karena bila dilihat, lokasi yang dipilih sang ratu tampak sangat terpencil, mulai dari dipenuhi salju dan es, serta jauh dari pemukiman penduduk. Belum lagi, selama berada di sana, film sama sekali tidak pernah memperlihatkan Elsa berburu atau mencari sumber makanan.

Meski Disney tidak pernah memberikan jawaban resmi mengenai hal ini, tetap menarik untuk membahas berbagai kemungkinan yang bisa menjelaskan bagaimana Ratu Elsa bertahan hidup selama masa pengasingannya. Lantas, apakah ia benar-benar tidak membutuhkan makanan seperti manusia biasa? Atau, sebenarnya ada penjelasan lain yang lebih masuk akal? Yuk, kita bahas!

1. Keputusannya untuk pergi ke North Mountain adalah pilihan dadakan

Ratu Elsa mencoba kabur ke North Mountain usai bertengkar dengan Putri Anna dan kekuatan aslinya terungkap di hadapan banyak orang (dok. Disney/Frozen)

Daripada langsung merasa kebingungan soal apa yang dimakan Ratu Elsa atau apakah ia tidak membutuhkan makanan selama masa pengasingannya ke North Mountain, kita perlu memahami dulu latar belakang yang membuat ia pergi ke sana. Pada dasarnya, Ratu Elsa tidak pergi ke tempat terpencil tersebut untuk pelesiran atau sekadar me time singkat saja. Sebaliknya, ia spontan melarikan diri demi menghindari kontak dengan siapa pun sekaligus mencegah agar kekuatannya tidak lagi melukai orang lain.

Usai bertengkar dengan Putri Anna di istana lalu tanpa sengaja memperlihatkan kekuatan esnya di hadapan banyak orang hingga bikin ia dicap sebagai monster, maka wajar saja jika Ratu Elsa langsung membuat keputusan impulsif untuk lari dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin kerajaan dan langsung pergi mengasingkan diri tanpa mempersiapkan apa-apa. Kalau kita terjebak di situasi sama seperti yang dialami Ratu Elsa, kita pun pasti spontan akan pergi kabur tanpa membawa perbekalan apa pun, baik itu pakaian maupun stok makanan.

2. Teori bahwa tubuh Ratu Elsa punya kondisi biologis yang berbeda dari manusia umumnya

ada yang percaya teori kalau Ratu Elsa sebenarnya punya kondisi biologis di atas rata-rata manusia pada umumnya, sehingga tak perlu terlalu sering bergantung ke makanan (dok. Disney/Frozen)

Ada penggemar yang berteori bahwa tubuh Ratu Elsa mungkin saja bekerja sedikit berbeda dibanding manusia biasa. Sepanjang film, kamu pasti sudah akrab melihat betapa hebatnya kekuatan yang ia miliki. Elsa mampu menciptakan berbagai objek dari es, mulai dari boneka salju yang dapat berbicara, tangga super panjang dan kokoh, hingga membangun kastil es super besar dan megah hanya dalam waktu singkat. Bahkan, meski baru saja melakukan semua itu, ia tidak sedikitpun terlihat kelelahan atau kehabisan energi. Elsa masih sanggup bernyanyi dan tampak badass sebagai wanita independen yang tak lagi terkungkung oleh aturan istana.

Nah, konon, hipotesisnya adalah kekuatan magis yang dimiliki Ratu Elsa mungkin saja tidak hanya membantunya menciptakan objek yang mustahil dibuat manusia biasa. Tapi, kekuatan tersebut juga turut menganugerahinya desain tubuh tahan banting, sehingga bikin ia jadi tidak mudah lapar, haus, sekaligus kuat menghadapi suhu dingin ekstrem dalam kurun waktu lama. Karena itulah, di filmnya ia tampak seperti tak butuh asupan makanan sama sekali. Apa kamu percaya soal teori ini?

3. Elsa bisa saja menggunakan superpower-nya untuk menciptakan es sebagai asupan cairan tubuhnya

Elsa telah memiliki kekuatan spesial untuk mengendalikan es dan salju sejak dirinya masih kecil (dok. Disney/Frozen)

Masih berkaitan dengan teori seputar kekuatan super yang dimiliki Elsa. Kamu mungkin pernah mendengar bahwa manusia pada dasarnya masih bisa bertahan hidup tanpa makanan selama jangka waktu tertentu, asalkan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Nah, Ratu Elsa seperti yang kita ketahui memiliki kemampuan utama untuk menyulap sekumpulan partikel es menjadi sebuah objek.

Melalui kekuatannya ini, ia tinggal membentuk bongkahan es atau salju yang nantinya bisa mencair saat masuk ke mulut dan dapat membuat tubuhnya terhidrasi. Dengan itu, ia masih dapat mencukupi asupan cairannya tanpa perlu mengonsumsi makanan. Hanya saja, teori ini masih dianggap terlalu lemah, karena niat awal Ratu Elsa adalah mengasingkan diri untuk waktu lama. Tidak mungkin ia bisa terus-terusan mengandalkan ice cube atau salju yang dibentuk menyerupai makanan, mengingat ia pasti bakal mudah bosan dan seiring waktu akan mengalami malnutrisi.

4. Jika Anna tak datang, Elsa kemungkinan bakal mencari sumber makanan sendiri

tentu terbayang betapa kecenya bila pihak Disney turut memasukkan adegan Elsa yang pergi berburu untuk mendapatkan makanannya sendiri (dok. Disney/Frozen)

Walau dua teori sebelumnya terdengar cukup fascinating alias memukau, ada juga penggemar yang percaya pada skenario yang jauh lebih realistis, yakni Elsa tetap membutuhkan makanan seperti manusia pada umumnya. Bagaimanapun juga, sepanjang film ia masih diperlihatkan memiliki anatomi dan kebutuhan dasar layaknya manusia biasa. Ia bisa merasa takut, panik, terluka, bahkan akhirnya jatuh sakit akibat tekanan yang dialaminya.

Karena itu, apabila Putri Anna tidak pernah menemukan Elsa dan masa pengasingannya berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu, besar kemungkinan sang ratu pada akhirnya harus mencari solusi yang lebih praktis. Ia mungkin akan turun ke wilayah yang lebih rendah untuk mencari bahan makanan atau berburu hewan secara mandiri, untuk kemudian memanggangnya menggunakan api unggun sederhana seperti yang dilakukan banyak orang saat bertahan hidup di alam liar.

5. Elsa dapat memerintahkan raksasa es ciptaannya buat mencarikan makanan untuknya

Marshmallow, golem es ciptaan Ratu Elsa yang tampak cerdas, kuat, dan paham semua instruksi yang diperintahkan (dok. Disney/Frozen)

Kita bisa melihat bahwa Ratu Elsa mampu menciptakan makhluk hidup bukan hanya Olaf, si boneka salju kecil yang ceria, tetapi juga entitas raksasa seperti Marshmallow, si golem es yang bertugas menjaga kastil miliknya. Marshmallow tidak digambarkan sebagai ciptaan yang sekadar bergerak tanpa tujuan atau hanya mengandalkan insting semata. Ia mampu memahami perintah, mengenali siapa yang dianggap ancaman, dan menjalankan instruksi yang diberikan Elsa dengan cukup baik.

Nah, daripada Elsa harus bersusah-payah melakukan semuanya secara mandiri, teori terakhir ini beranggapan bahwa sang ratu bisa saja memerintahkan Marshmallow untuk mencarikan sumber makanan sekaligus memasakkan untuknya. Toh, jika makhluk es tersebut mampu berpatroli di sekitar istana dan mengusir penyusup, bukan hal yang mustahil bila ia juga dapat menjalankan tugas lain yang lebih sederhana. Dengan begitu, Elsa bisa tetap tinggal nyaman di dalam kastil megahnya tanpa perlu terlalu sering keluar untuk mencari makanan sendiri.

Nah, meskipun Disney selaku studio animasi yang memproduksi Frozen, tak pernah mengonfirmasi apa yang dimakan Ratu Elsa atau bagaimana ia memenuhi kebutuhan hidupnya selama masa pengasingan di North Mountain, hal ini justru menjadi topik yang menarik untuk didiskusikan. Berkat minimnya penjelasan resmi dari pihak film, para penggemar pun jadi bisa bebas berimajinasi dan menciptakan berbagai opini maupun hipotesis mereka sendiri terkait misteri kecil satu ini. Nah, setelah menyimak berbagai teori di atas, kira-kira kamu paling condong atau setuju dengan yang mana?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article