Alasan Heidi Ikut Audisi JKT48, Bukan Sekadar Iseng!

Penggemar JKT48 tentu sepakat jika Heidi, trainee generasi 14, memiliki karakter vokal yang lantang dan unilk. Warna suaranya yang khas sangat cocok untuk menyanyikan lagu-lagu JPop. Namun, siapa sangka, Heidi ternyata tidak menunjukkan bakat menyanyinya saat audisi, loh!
Lalu, bakat apa yang Heidi pamerkan dan apa alasan terbesarnya mengikuti audisi JKT48? Simak cerita selengkapnya lewat artikel berikut, ya!
1. Heidi membuat penggemar terkejut dengan bakat menyanyinya
Cover song video perdana yang diunggah Heidi melalui akun TikTok pribadinya sukses mengundang reaksi positif dan hangat di kalangan penggemar JKT48. Vokalnya terdengar begitu powerful dan berkarakter ketika menyanyikan lagu "Gurenge" milik LiSA.
Heidi kemudian kembali memberi kejutan saat tampil di stage activity Meet and Greet Festival JKT48 pada Mei 2026 lalu. Rasa percaya dirinya terpancar jelas melalui aksi panggungnya yang luwes serta kemampuannya dalam menguasai panggung. Heidi bahkan tak ragu mengeksekusi nada tinggi dan sesekali menunjukkan teknik vokal growl saat membawakan lagu "Show" dari Ado.
2. Ternyata, Heidi tidak menunjukkan bakat menyanyinya saat proses audisi JKT48
Di balik vokalnya yang merdu dan khas, tak disangka Heidi justru tidak menunjukkan kemampuan menyanyinya saat audisi. Melalui siaran langsung di IDN Live (11/7/2026), Heidi menjelaskan bahwa ia tak percaya diri untuk menyanyi saat audisi karena kondisinya sedang kurang prima.
Heidi merasa terlalu berisiko jika memaksakan diri untuk menyanyi kala itu. Alhasil, Heidi memilih untuk menunjukkan bakat menarinya dengan membawakan koreografi dance KPop.
3. Heidi ungkap alasannya mengikuti audisi JKT48
Melalui IDN Live (25/6/2026), seorang penggemar sempat menanyakan alasan utama Heidi mengikuti audisi JKT48. Kemudian, ada penonton lain yang penasaran apakah keputusannya mendaftar audisi hanya keisengan belaka. Namun, Heidi menyatakan bahwa ia sama sekali tidak iseng dan benar-benar menginginkan jalan ini.
Heidi menyadari bahwa dirinya memiliki passion yang besar dalam menyanyi dan menari. Ia memang ingin menjadi seorang idola karena didasari oleh ketertarikan mendalam terhadap dunia idol sejak lama. Di usianya yang hampir menginjak 18 tahun, Heidi merasa bahwa menjalani karier sebagai seorang idol merupakan sebuah langkah yang baik untuknya.
Menjadi trainee idol merupakan sebuah keputusan besar yang perlu pertimbangan matang. Heidi mengambil langkah besar ini di usianya yang terbilang dewasa dan mampu bertanggung jawab dengan segala konsekuensinya. Semoga Heidi bisa terus berkembang dan menjadi idol yang bijak, ya!



















