Let it go, let it go
Can't hold it back anymore
Let it go, let it go
Turn away and slam the door
I don't care what they're going to say
Let the storm rage on
The cold never bothered me anyway
Persamaan Lagu Golden - KPop Demon Hunters dan Let It Go - Frozen

- Film KPop Demon Hunters mendominasi AMAs 2026 dengan lagu 'Golden' yang memenangkan beberapa kategori bergengsi, menegaskan kekuatan daya tarik film animasi musikal bertema KPop.
- Lagu 'Golden' dan 'Let It Go' sama-sama menjadi identitas kuat bagi filmnya, menggunakan pengulangan lirik yang membuatnya mudah diingat serta membawa pesan penerimaan diri.
- Keduanya sukses meraih penghargaan Best Animated Feature dan Best Original Song di Oscar, menjadikan 'Golden' dan 'Let It Go' simbol budaya pop lintas generasi.
Setelah membawa pulang dua penghargaan di ajang Oscar 2026, film KPop Demon Hunters (2025) kembali menunjukkan sinarnya dalam American Music Awards (AMAs) 2026 yang digelar di MGM Grand Arena, Las Vegas, pada Senin (26/5/2026) WIB. Berbeda dengan Grammy Awards yang mengandalkan penilaian juri, AMAs menggunakan sistem pemungutan suara atau voting dari fans. Melihat performa KPop Demon Hunters yang begitu mendominasi di AMAs 2026, hal ini pun membuktikan betapa kuatnya daya tarik film animasi musikal bertema KPop tersebut di panggung penghargaan.
Di AMAs 2026, KPop Demon Hunters berhasil memenangkan kategori Soundtrack Terbaik (Best Soundtrack) dengan mengungguli F1: The Movie, Hazbin Hotel: Season Two, Wicked: For Good, dan Wuthering Heights. Lagu "Golden" mampu mengantarkan film ini meraih Penampilan Vokal Terbaik (Best Vocal Performance) dan Lagu Pop Terbaik (Best Pop Song).
Tidak cukup sampai di situ, lagu terpopuler dari KPop Demon Hunters ini dapat membawa pulang piala Lagu Terbaik Tahun Ini (Song of the Year), salah satu kategori paling prestisius di AMAs 2026. Ia mengungguli lagu-lagu populer, seperti "Manchild" milik Sabrina Carpenter dan "The Fate of Ophelia" milik Taylor Swift.
Lagu film animasi yang memiliki popularitas menyamai filmnya bisa dibilang cukup jarang terjadi. Sebelum "Golden", ada satu lagu yang pernah mengalami fenomena serupa, yaitu "Let It Go" dari film Frozen (2013). Nah, apakah kamu sadar kalau kedua lagu ini memiliki beberapa persamaan menarik yang mungkin jarang disadari banyak orang? Yuk, simak penjelasannya!
1. "Golden" dan "Let It Go", dua lagu animasi populer dari era yang berbeda

Dinyanyikan oleh Idina Menzel, "Let It Go" menjadi salah satu lagu film animasi paling ikonik pada era 2010-an. Walaupun distribusi musik saat itu belum semasif sekarang, lagu dari Frozen tersebut tetap meledak lewat penyebaran dari mulut ke mulut. Karena sering dinyanyikan oleh anak-anak hingga remaja, popularitas "Let It Go" pun terus berkembang dan disukai banyak orang.
Di sisi lain, "Golden" dari KPop Demon Hunters lahir pada saat platform streaming mulai mendominasi industri, seperti Spotify dan Apple Music. Ia juga diuntungkan oleh algoritma media sosial yang membantu memperluas popularitasnya melalui berbagai konten buatan pengguna. Dari sini, "Golden" sering dianggap sebagai representasi lagu film animasi era 2020-an yang memiliki dampak budaya setara dengan "Let It Go".
2. "Golden" dan "Let It Go" menjadi identitas kuat yang melekat pada filmnya

Frozen telah menyuguhkan soundtrack yang catchy dan memorable. Misalnya, "Do You Want to Build a Snowman" yang menggambarkan hubungan kakak-adik Elsa dan Anna serta "Love Is an Open Door" sebagai duet romantis Anna dan Hans. Namun, di antara semua lagu tersebut, "Let It Go" tetap menjadi lagu paling terkenal sekaligus bagian dari identitas utama film Frozen.
Hal serupa juga dialami oleh KPop Demon Hunters melalui "Golden". Sebenarnya, film ini memiliki lagu lain yang tak kalah menarik, sebut saja "How It's Done" saat para idol melawan para iblis di dalam pesawat dan "What It Sounds Like" yang mengiringi pertarungan klimaks. Meski begitu, "Golden" justru menjadi lagu paling menonjol berkat melodi yang mudah melekat di telinga.
3. Pengulangan lirik pada "Golden" dan "Let It Go" membuatnya memorable

Salah satu alasan "Let It Go" bisa menjadi salah satu lagu film animasi paling ikonik adalah karena menggunakan hook berupa pengulangan lirik. Songwriter asal Australia, Keppie Coutts, menjelaskan bahwa teknik tersebut bertujuan agar lagu lebih mudah diingat oleh para pendengarnya. Oleh sebab itu, kita sering diperdengarkan dengan frasa "let it go" yang terus dilantunkan oleh Elsa, seperti pada lirik:
"Golden" tampaknya juga menggunakan teknik yang serupa dengan "Let It Go". Tak hanya mengandalkan nuansa KPop, lagu ini juga menonjolkan pengulangan frasa "golden" yang dibawakan oleh Rumi (EJAE) selaku protagonis utama sekaligus leader HUNTR/X. Teknik ini membuat bagian chorus lagu terasa lebih mudah diingat dan dinyanyikan, bahkan bagi penonton yang bukan KPopers, seperti pada lirik:
We're goin' up, up, up, it's our moment
You know together we're glowin'
Gonna be, gonna be golden
Oh-oh-oh, up, up, up with our voices
영원히 깨질 수 없는
Gonna be, gonna be golden
4. "Golden" dan "Let It Go" mengandung pesan mengenai self-acceptance

Usut punya usut, "Let It Go" dan "Golden" ternyata juga mengandung pesan tentang penerimaan jati diri, lho. Lebih rincinya, "Let It Go" menggambarkan transformasi Elsa yang awalnya hidup dalam ketakutan menjadi sosok yang berani menunjukkan jati dirinya sebagai pemilik kekuatan es. Di sisi lain, "Golden" berkaitan dengan perjuangan anggota girl group HUNTR/X untuk menerima identitas mereka, termasuk Rumi yang selama ini menyembunyikan jati dirinya sebagai manusia setengah iblis.
Lewat kedua lagu tersebut, penonton seolah diajak untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan. Baik Elsa maupun trio HUNTR/X membuktikan bahwa seseorang tidak harus menjadi sempurna agar bisa diterima oleh semua orang. Karena pesannya yang universal, "Let It Go" dan "Golden" pun terasa relate bagi penonton dari berbagai generasi.
5. "Golden" dan "Let It Go" sukses meraih dua kategori yang sama di ajang Oscar

Academy Awards atau Oscar merupakan salah satu penghargaan perfilman paling prestisius di dunia. Untuk mengapresiasi film animasi terbaik setiap tahunnya, lembaga Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) menghadirkan kategori Best Animated Feature (Film Animasi Terbaik). Nominasi Best Original Song (Lagu Orisinal Terbaik) dipersembahkan kepada komposer dan musisi yang berhasil menciptakan lagu orisinal terbaik khusus untuk sebuah film.
KPop Demon Hunters dan Frozen pernah mengetahui bagaimana rasanya menjadi pemenang di nominasi Best Animated Feature. Apalagi, kemenangan mereka semakin lengkap setelah berhasil memboyong piala Best Original Song lewat "Golden" dan "Let It Go".
Keduanya juga berhasil mencatat pencapaian besar bagi masing-masing industri, seperti "Golden" sebagai lagu KPop pertama yang memenangkan Oscar dan "Let It Go" yang memperkuat dominasi Disney di ajang penghargaan perfilman tersebut.
"Golden" dan "Let It Go" tak lagi dipandang sekadar lagu film animasi, melainkan menjelma menjadi fenomena pop culture yang dikenal oleh banyak orang. Jika "Let It Go" menjadi anthem generasi 2010-an dan "Golden" mewakili 2020-an, apakah kita akan mendengar anthem baru dari film animasi yang merepresentasikan generasi 2030-an? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.



















