Dilansir Capital FM, sejumlah petunjuk mulai bermunculan lewat unggahan media sosial Taylor Swift, termasuk unggahan merchandise pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce bertema Debut dengan motif yang identik dengan gaun yang ia kenakan di sesi pemotretan album pertamanya. Momentum ini turut berbarengan dengan peringatan 20 tahun album Taylor Swift yang jatuh pada 24 Oktober 2026.
Apakah Album Rekam Ulang Debut Taylor Swift Akan Dirilis?

- Taylor Swift belum mengumumkan jadwal Taylor Swift (Taylor’s Version), meski petunjuk unggahan bertema debut memicu spekulasi menjelang 20 tahun album debutnya pada 24 Oktober 2026.
- Penggemar berharap lagu demo seperti “I’d Lie”, materi EP Beautiful Eyes, serta lagu Natal era awal dapat masuk sebagai vault track atau bonus rilisan ulang.
- Seleksi vault track dinilai rumit karena banyak demo beredar, tantangan produksi lagu personal, dan potensi isu izin hak cipta; jumlah lagu baru diperkirakan sekitar enam.
Setelah rampung merilis lima album rekaman ulang, penggemar Taylor Swift kini menantikan salah satu proyek (Taylor’s Version) yang tersisa, yakni debut, Taylor Swift, rekaman ulang dari album self-titled pertamanya yang dirilis 24 Oktober 2006. Meski belum ada pengumuman resmi soal tanggal rilis, spekulasi soal proyek ini semakin santer beredar di kalangan Swifties belakangan ini.
Akankah Taylor Swift merilis album rekam ulang debutnya dalam waktu dekat? Ini beberapa teorinya!
1 "I'd Lie", Lagu unreleased paling populer yang dinanti masuk The Vault

Dilansir Capital FM, di antara sekian banyak lagu tidak resmi yang beredar dari era awal karier Taylor, "I'd Lie" menjadi salah satu yang paling banyak diharapkan penggemar untuk akhirnya mendapatkan rilisan resmi lewat vault track Taylor Swift (Taylor’s Version). Lagu ini sebelumnya hanya beredar lewat rekaman demo maupun penampilan langsung yang direkam oleh penggemar, tetapi sudah lama dianggap sebagai salah satu karya terbaik Taylor yang belum pernah dirilis secara resmi.
Selain "I'd Lie", sejumlah lagu lain yang juga digadang-gadang berpeluang besar masuk The Vault antara lain "Dark Blue Tennessee", "Your Anything", "Lucky You", "Sweet Tea and God's Graces", "Permanent Marker", "Songs About You", "Just South of Knowing Why", "Tell Me", hingga "R-E-V-E-N-G-E". Menurut podcast Swiftly Spoken, lagu-lagu ini merupakan sebagian kecil dari puluhan demo era awal karier Taylor yang telah lama beredar di kalangan penggemar lawas yang mengoleksi CD demo darinya sebelum ia menandatangani kontrak dengan Big Machine Records.
2. Peluang lagu dari EP Beautiful Eyes ikut masuk
Menariknya, spekulasi juga merambah ke kemungkinan lagu-lagu dari EP eksklusif Walmart, Beautiful Eyes, yang dirilis Taylor Swift pada 2008, turut dimasukkan sebagai bagian dari Taylor Swift (Taylor’s Version). Berdasarkan podcast Swiftly Spoken, EP ini menjadi salah satu proyek musik awal karier Taylor yang jarang dibahas, tetapi tetap dianggap relevan untuk turut dihadirkan mengingat era perilisan yang berdekatan dengan album debut.
EP Beautiful Eyes sendiri berisi dua lagu baru, yakni "Beautiful Eyes" dan "I Heart Question Mark", ditambah empat versi live dari lagu-lagu di album Taylor Swift. Meski EP ini dirilis 2 tahun setelah album debut, kedekatan era penulisan dan produksinya membuat sejumlah penggemar berharap lagu-lagu di dalamnya mendapat kesempatan untuk dirilis ulang, baik sebagai bagian dari vault maupun sebagai bonus tambahan di luar tracklist utama. Terlebih, lagu-lagu tersebut tidak masuk ke dalam The Vault dari album Fearless (Taylor’s Version).
3. Kemungkinan lagu Natal Taylor Swift turut disertakan

Selain "Beautiful Eyes", penggemar turut berspekulasi soal kemungkinan lagu-lagu dari koleksi musik Natal Taylor Swift, Sounds of the Season: The Taylor Swift Holiday Collection, yang dirilis pada akhir 2007, turut disertakan dalam rilisan Taylor Swift (Taylor’s Version). Koleksi ini berisi 5 lagu bertema Natal, termasuk 2 lagu orisinal karya Taylor sendiri, yakni "Christmases When You Were Mine" dan "Christmas Must Be Something More".
Meski secara teknis bukan bagian dari album debut aslinya, kedekatan era perilisan dan proses kreatif kedua lagu Natal tersebut dengan masa penggarapan album Taylor Swift membuat sejumlah penggemar berharap kedua lagu ini turut mendapat kesempatan untuk dirilis ulang sebagai bagian dari paket lengkap era debut. Mengingat pola serupa pernah diterapkan Taylor pada rekaman ulang album-album sebelumnya yang turut menyertakan lagu-lagu dari luar tracklist utama sebagai bonus tambahan.
4. Estimasi jumlah lagu dalam The Vault dan tantangan produksinya
Dilansir Capital FM, mengikuti pola rekaman ulang sebelumnya, penggemar memperkirakan Taylor Swift (Taylor’s Version) kemungkinan akan menghadirkan sekitar 6 lagu vault track baru, meski jumlah pastinya masih bisa berubah sewaktu-waktu. Tantangan terbesar dalam memilih lagu The Vault untuk album ini terletak pada banyaknya pilihan lagu tidak resmi yang telah lama beredar, ditambah sejumlah lagu yang dianggap terlalu personal maupun sulit diproduksi ulang karena berkaitan dengan momen spesifik dalam hidup Taylor.
Menurut podcast Swiftly Spoken, sejumlah lagu bahkan berpotensi terganjal masalah hukum maupun hak cipta, mengingat beberapa di antaranya sempat melibatkan kolaborasi penulisan dengan pihak lain yang belum tentu bersedia memberikan izin untuk dirilis ulang secara resmi. Kompleksitas inilah yang membuat proses seleksi vault track Taylor Swift (Taylor’s Version) dianggap sebagai salah satu yang paling menantang di antara seluruh proyek (Taylor’s Version) yang pernah digarap.
5. Petunjuk lain yang memicu spekulasi penggemar

Selain unggahan merchandise bertema debut, penggemar turut mengaitkan comeback Taylor ke akar musik country lewat single "I Knew It, I Knew You" yang ia tulis untuk soundtrack Toy Story 5 (2026). Banyak yang berspekulasi kalau itu semacam soft launch menjelang pengumuman resmi perilisan Taylor Swift (Taylor’s Version).
Dilansir Yahoo, Taylor sendiri belum memberikan konfirmasi resmi soal jadwal maupun rincian proyek ini, meski publik sudah lama menantikan penyelesaian penuh proyek rekaman ulang yang telah ia mulai sejak 2021.
Dengan status album Taylor Swift sebagai salah satu dari dua proyek (Taylor’s Version) yang masih tersisa, sekaligus bertepatan dengan momen bersejarah dua dekade karier Taylor di industri musik, wajar jika antusiasme penggemar terhadap detail lengkap proyek ini terus meningkat menjelang akhir 2026. Kita tunggu saja kepastiannya, ya!























