4 Tempat Wisata untuk Melihat Orang Utan di Kalimantan Timur

- Kalimantan Timur menjadi habitat dan pusat konservasi orang utan, tetapi karhutla, pembukaan hutan, serta alih fungsi lahan terus mempersempit ruang hidup satwa endemik ini.
- Samboja Lestari dan Kampung Merasa menawarkan wisata edukasi rehabilitasi serta prapelepasliaran, dengan pengamatan orang utan dari jarak aman tanpa kontak langsung.
- Prevab Mentoko dan KEE Wehea-Kelay menghadirkan pengamatan di habitat alami, sekaligus mengenalkan keanekaragaman hutan dan peran masyarakat Dayak dalam pelestarian ekosistem.
Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah penting dalam upaya pelestarian orang utan Kalimantan. Hutan yang masih membentang luas di sejumlah kawasan menjadi habitat alami bagi satwa endemik tersebut. Tak hanya sebagai habitat asli, beberapa kawasan di Kalimantan Timur juga dikembangkan sebagai lokasi rehabilitasi, pelepasliaran, dan konservasi orang utan.
Namun, keberadaan orang utan di wilayah ini tidak terlepas dari berbagai ancaman. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembukaan hutan, serta alih fungsi lahan membuat ruang hidup mereka semakin terbatas. Dalam beberapa kejadian, orang utan bahkan ditemukan dalam kondisi kritis setelah karhutla dan harus segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan.
Kondisi tersebut semakin menunjukkan pentingnya menjaga kawasan yang aman bagi orang utan, sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal satwa ini lebih dekat. Dalam kondisi normal, sejumlah kawasan di Kalimantan Timur dapat dikunjungi sebagai bagian dari wisata edukasi dan konservasi.
Pengunjung tidak hanya dapat melihat orang utan secara langsung, tetapi juga mengenal lebih dekat upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian satwa tersebut. Jika kamu tertarik mengenal orang utan lebih dekat, berikut empat tempat di Kalimantan Timur yang bisa masuk dalam daftar kunjunganmu.
Table of Content
1. Samboja Lestari
Samboja Lestari merupakan kawasan konservasi yang dikelola Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kawasan ini telah menjadi bagian penting dari program rehabilitasi dan reintroduksi orang utan di Kalimantan Timur selama lebih dari dua dekade.
Berbeda dari kebun binatang yang menempatkan satwa di dalam kandang untuk diamati pengunjung, Samboja Lestari merupakan kawasan hutan yang direhabilitasi dan menjadi tempat orang utan menjalani proses pemulihan sebelum dikembalikan ke habitat alaminya. Kawasan ini bahkan telah dikembalikan dari lahan yang sebelumnya terdegradasi menjadi hutan dengan berbagai jenis tanaman yang mendukung kehidupan satwa. Saat ini, Samboja Lestari menjadi habitat bagi berbagai satwa liar dilindungi, termasuk sekitar 110 orangutan dan 76 beruang madu.
Wisatawan yang datang dapat menikmati suasana hutan, sekaligus mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan konservasi. Salah satunya melalui Samboja Lodge yang berada di dalam kawasan Samboja Lestari. Pengunjung dapat mengikuti aktivitas edukatif, seperti penanaman pohon dan kegiatan yang mendukung perawatan fasilitas satwa.
Meski pengunjung bisa melihat kehidupan orang utan di kawasan konservasi, wisatawan tetap tidak diperbolehkan melakukan kontak langsung dengan satwa. Jadi, pengalaman yang ditawarkan bukan berfoto atau bermain bersama orangutan, melainkan mengamati mereka dari jarak yang aman sambil memahami proses rehabilitasi dan pelestariannya. Lokasinya juga relatif mudah dijangkau, karena Samboja Lestari berada sekitar 38 kilometer dari Balikpapan.
2. Kampung Merasa, Berau
Beralih ke Kabupaten Berau, ada Kampung Merasa di Kecamatan Kelay yang menawarkan pengalaman berbeda untuk mengenal orang utan. Kampung ini berada sekitar 45 kilometer dari ibu kota Kabupaten Berau dan dikelilingi hutan tropis yang masih asri. Selain wisata alam dan budaya, Kampung Merasa juga mengembangkan wisata penyelamatan satwa, termasuk kawasan pulau prapelepasliaran orang utan.
Perjalanan menuju ke lokasi konservasi menjadi bagian menarik dari pengalaman berwisata. Dari Kampung Merasa, wisatawan perlu melanjutkan perjalanan menggunakan perahu untuk mencapai kawasan konservasi di Pulau Bawan. Sepanjang perjalanan, pemandangan hutan dan bentang alam khas Berau akan menemani perjalanan.
Setibanya di kawasan konservasi, wisatawan dapat mengamati orang utan yang berada di habitatnya. Namun, pengamatan dilakukan dari jarak tertentu dan pengunjung tidak diperkenankan mendekat atau melakukan kontak langsung. Alasannya karena orang utan merupakan satwa liar yang membutuhkan habitat alaminya di alam.
Menariknya, kunjungan ke Kampung Merasa tidak hanya memberikan kesempatan untuk mengenal orang utan. Wisatawan juga dapat menikmati kekayaan alam dan budaya masyarakat setempat yang masih terjaga, termasuk berbagai tradisi masyarakat Dayak serta aktivitas wisata berbasis masyarakat.
3. Prevab Mentoko, Taman Nasional Kutai
Bagi kamu yang ingin merasakan suasana hutan hujan Kalimantan sambil mencari keberadaan orang utan di habitat alaminya, Prevab Mentoko di Taman Nasional Kutai bisa menjadi pilihan. Kawasan ini berada di Kabupaten Kutai Timur dan merupakan salah satu kawasan yang menjadi habitat penting bagi satwa liar Kalimantan.
Di sini, pengalaman melihat orang utan terasa lebih dekat dengan alam karena wisatawan akan menyusuri kawasan hutan untuk mengamati aktivitas satwa. Jika beruntung, kamu bisa melihat orang utan sedang mencari makanan, berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya, atau beristirahat di antara pepohonan.
Karena berada di kawasan hutan, keberadaan orang utan tentu tidak bisa dipastikan setiap saat. Satwa dapat bergerak bebas mengikuti kondisi habitat dan ketersediaan makanan. Justru hal tersebut yang membuat pengalaman mengamati orang utan di Prevab Mentoko terasa berbeda, karena wisatawan perlu bersabar dan mengikuti arahan pemandu.
Selain orang utan, perjalanan di kawasan hutan ini juga memungkinkan wisatawan mengenal berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di Taman Nasional Kutai. Dengan begitu, kunjungan tidak hanya berfokus pada satu satwa, tetapi juga memberikan gambaran mengenai ekosistem hutan hujan Kalimantan secara keseluruhan.
4. Kawasan Ekosistem Esensial Wehea-Kelay
Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Wehea-Kelay menjadi salah satu kawasan penting untuk pelestarian habitat orang utan di Kalimantan Timur. Kawasan ini membentang di wilayah Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau serta menjadi bagian dari bentang alam hutan yang penting bagi keberlangsungan berbagai satwa liar.
Wehea-Kelay bukan sekadar tempat untuk melihat orang utan, tetapi merupakan kawasan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Selain orang utan, kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan, mamalia, burung, reptil, amfibi, hingga kupu-kupu.
Bagi wisatawan, pengalaman di Wehea-Kelay dapat menjadi kesempatan untuk mengenal kehidupan orang utan dari perspektif yang lebih luas. Alih-alih hanya mencari spot untuk berfoto, kamu bisa mempelajari bagaimana orang utan bergantung pada keberadaan hutan sebagai tempat mencari makanan, berlindung, dan berkembang biak.
Menariknya, perjalanan ke kawasan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal budaya masyarakat Dayak Wehea. Kearifan lokal masyarakat dalam menjaga hutan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pelestarian ekosistem. Bahkan, masyarakat Wehea turut terlibat dalam pemantauan pergerakan orang utan di Hutan Kehje Sewen dan memiliki pengetahuan mengenai jalur jelajah serta sumber pakan satwa tersebut.
Demikian beberapa tempat wisata di Kalimantan Timur yang bisa kamu kunjungi untuk melihat orang utan, sekaligus mengenal upaya konservasinya. Setiap lokasi menawarkan pengalaman yang berbeda, baik melalui kawasan rehabilitasi maupun habitat hutan yang menjadi rumah bagi orang utan. Selama berkunjung, pastikan tetap mengikuti aturan dan menjaga jarak dengan satwa, agar kehadiran wisatawan tidak mengganggu kehidupan mereka, ya!
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






![[QUIZ] Aktivitas Malammu saat Staycation Bisa Ungkap Kepribadian Kamu Lho!](https://image.idntimes.com/post/20241210/woman-4373078-1280-a9b86914ba33fca85ab078094226c771-d80c5fb2a95403fdc5805bed6e934efa.jpg)
![[QUIZ] Tebak Wisata Surabaya dari Potongan Gambarnya!](https://image.idntimes.com/post/20250528/kota-lama-surabaya-ede7f88f47b194ddbad605f674c56773.jpg)

![[QUIZ] Destinasi Honeymoon 2026 yang Cocok buat Kamu dan Pasangan](https://image.idntimes.com/post/20250205/pexels-asadphoto-3601456-aa9fadc5275967334006c45e77701175-af09bdeaab1edf922da0af86b0428f88.jpg)


![[QUIZ] Kamu Cocoknya Liburan ke Eropa atau Asia?](https://image.idntimes.com/post/20250717/upload_597959e172843936ff6c46487250c3e9_755a8a40-70ed-44c7-b99c-80f45f8971a0.jpg)










![[QUIZ] Temukan Spot Melihat Bunga Tabebuya Terbaik untukmu!](https://image.idntimes.com/post/20231227/tabebuya-2-6cf3cf4a173860e343784bd8d387dde2-8e9f7689cf3988180a9ad43ad724817a.jpg)