Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arya Saloka Happy Tampil ala Cowboy dan Berkuda, Berasa Quentin Tarantino

Arya Saloka Happy Tampil ala Cowboy dan Berkuda, Berasa Quentin Tarantino
press conference perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Arya Saloka menghadapi alergi udara dingin Bromo dan beradaptasi dengan karakter kuda berbeda saat syuting Empat Musim Pertiwi, setelah menjalani lima hingga enam workshop berkuda.

  • Putri Marino belajar berkuda untuk perannya sebagai Pertiwi. Rasa takutnya di Bromo berangsur hilang karena pengalaman langsung dan bantuan Arya Saloka.

  • Arya antusias memerankan Bisma dengan tampilan country: kumis, jenggot, topi cowboy, sepatu boots, serta adegan berkuda yang mewujudkan salah satu impiannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Film Empat Musim Pertiwi garapan sutradara Kamila Andini ternyata memberikan banyak pengalaman baru bagi dua pemeran utamanya, yaitu Arya Saloka dan Putri Marino. Nah, salah satu yang cukup menarik adalah ketika keduanya harus menunggangi kuda di Bromo untuk kebutuhan cerita.

Dalam doorstop interview di XXI Epicentrum, Jakarta, Selasa (8/9/2026), Arya dan Putri kompak berbagi cerita di balik pengalaman tersebut. Bagi Putri, berkuda di Bromo menjadi pengalaman pertamanya belajar menunggangi kuda. Sementara itu, Arya Saloka mengaku harus beradaptasi dengan udara dingin Bromo sekaligus kuda yang digunakan selama proses syuting.

  1. 1. Cerita Arya Saloka syuting di Bromo, hadapi udara dingin hingga beradaptasi dengan kuda

    Suasana konferensi pers perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi yang didokumentasikan IDN Times.
    press conference perilisan film poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Arya Saloka mengaku mungkin belum pernah datang ke Bromo jika tidak terlibat dalam syuting Empat Musim Pertiwi karena memang memiliki alergi terhadap udara dingin. Menurutnya, ia bahkan sempat merasa tidak bersemangat saat baru tiba di hotel. Namun, suasana langsung berubah ketika ia akhirnya tiba di lokasi syuting.

    “Kalau gak ada Empat Musim Pertiwi, saya mungkin belum pernah ke Bromo. Saya memang punya alergi, khususnya dingin. Kayak, ‘Aduh, tempat ini dingin lagi.’ Pas sampai di hotel, masih yang belum punya semangat, tapi pas sampai set-nya tuh yang, ‘Wah, ini sih keren set-nya,” kata Arya Saloka dengan nada antusias.

    Selain harus berhadapan dengan udara dingin, Arya Saloka juga mengaku mendapat tantangan lain saat syuting di Bromo, yakni menjalani adegan menunggangi kuda. Menurutnya, hal tersebut gak mudah karena ia harus beradaptasi dengan karakter kuda yang digunakan.

    “Ada chemistry sama kuda karena kita dengan binatang gak boleh ada jarak karena kuda juga makhluk hidup, dia punya perasaan. Mungkin biar gak merasa takut. Di situ saya dituntut memang dari kecil ceritanya selalu berkuda dan punya cerita tentang sering berkuda dengan Pertiwi. Jadi memang dituntut harus luwes,” lanjutnya.

    Arya menjelaskan, sudah menjalani workshop berkuda sekitar lima atau enam kali. Namun, ia tetap harus beradaptasi karena kuda yang digunakan saat syuting di Bromo berbeda dengan kuda latihan di Jakarta. Ia bahkan sempat mendapat kuda yang cukup liar hingga akhirnya meminta kuda yang lebih tenang untuk adegan berdialog sambil mengikat kuda. Tim pun akhirnya mencarikan kuda yang lebih tenang agar syuting berjalan nyaman.

    Walaupun gak mudah, Arya Saloka menyebut adegan berkuda di Bromo ini sebagai pengalaman yang seru. Ia bahkan melontarkan candaan bahwa dirinya merasa seperti Quentin Tarantino. Hihihi~

    “Seru, seru lah, udah kayak Quentin Tarantino saya.”

  2. 2. Putri Marino akui sempat takut berkuda di Bromo, untung ada Arya Saloka yang membantu

    Sejumlah pemeran dan kru menghadiri konferensi pers perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi.
    press conference perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Di sisi lain, aktris Putri Marino sebagai pemeran utama Pertiwi mengaku sempat merasa takut. Apalagi ini pertama kali ia berkuda. Namun, Putri menjelaskan bahwa rasa khawatirnya tersebut perlahan berubah menjadi pengalaman yang menyenangkan setelah ia mencoba langsung menunggangi kuda di Bromo.

    “Kalau berkuda, ini pertama kali aku belajar berkuda. Awalnya takut, tapi ternyata menyenangkan naik kudanya dan yang persis kayak Arya bilang tadi, kita latihan di Jakarta kudanya berbeda dengan di Bromo,” kata Putri.

    Selain itu, Putri Marino mengaku rasa takutnya perlahan hilang karena bantuan dari Arya Saloka. Ia mengatakan, “Lumayan takut, tapi karena ada Arya, udah master, jadi Arya lumayan mengajarkan sedikit-sedikit di Bromo.”

  3. 3. Arya Saloka ungkap look cowboy di film Empat Musim Pertiwi sebagai salah satu impiannya

    Suasana konferensi pers perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi yang digelar dalam sebuah acara.
    press conference perilisan poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Arya Saloka mengaku sangat antusias dengan penampilannya di film Empat Musim Pertiwi. Arya bercerita, sudah lama ingin mendapatkan karakter bernuansa country yang tidak mengharuskannya mencukur kumis dan jenggot. Keinginan tersebut pun akhirnya terwujud lewat karakter Bisma yang identik menggunakan topi cowboy dan sepatu boots.

    “Sebetulnya dari dulu saya kepingin bermain dalam satu cerita dengan karakter yang saya gak harus memotong kumis, jenggot saya, ya country banget, lah. Biar bisa pakai topi cowboy, bisa pakai sepatu boots, bisa naik kuda. Saya happy sekali dengan look Bisma ini.”

    Lebih dari kebutuhan karakter, Arya Saloka pun menyebut look-nya sebagai Bisma di film Empat Musim Pertiwi sebagai salah satu impiannya yang terwujud.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More