press conference perilisan film poster dan trailer film Empat Musim Pertiwi (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Arya Saloka mengaku mungkin belum pernah datang ke Bromo jika tidak terlibat dalam syuting Empat Musim Pertiwi karena memang memiliki alergi terhadap udara dingin. Menurutnya, ia bahkan sempat merasa tidak bersemangat saat baru tiba di hotel. Namun, suasana langsung berubah ketika ia akhirnya tiba di lokasi syuting.
“Kalau gak ada Empat Musim Pertiwi, saya mungkin belum pernah ke Bromo. Saya memang punya alergi, khususnya dingin. Kayak, ‘Aduh, tempat ini dingin lagi.’ Pas sampai di hotel, masih yang belum punya semangat, tapi pas sampai set-nya tuh yang, ‘Wah, ini sih keren set-nya,” kata Arya Saloka dengan nada antusias.
Selain harus berhadapan dengan udara dingin, Arya Saloka juga mengaku mendapat tantangan lain saat syuting di Bromo, yakni menjalani adegan menunggangi kuda. Menurutnya, hal tersebut gak mudah karena ia harus beradaptasi dengan karakter kuda yang digunakan.
“Ada chemistry sama kuda karena kita dengan binatang gak boleh ada jarak karena kuda juga makhluk hidup, dia punya perasaan. Mungkin biar gak merasa takut. Di situ saya dituntut memang dari kecil ceritanya selalu berkuda dan punya cerita tentang sering berkuda dengan Pertiwi. Jadi memang dituntut harus luwes,” lanjutnya.
Arya menjelaskan, sudah menjalani workshop berkuda sekitar lima atau enam kali. Namun, ia tetap harus beradaptasi karena kuda yang digunakan saat syuting di Bromo berbeda dengan kuda latihan di Jakarta. Ia bahkan sempat mendapat kuda yang cukup liar hingga akhirnya meminta kuda yang lebih tenang untuk adegan berdialog sambil mengikat kuda. Tim pun akhirnya mencarikan kuda yang lebih tenang agar syuting berjalan nyaman.
Walaupun gak mudah, Arya Saloka menyebut adegan berkuda di Bromo ini sebagai pengalaman yang seru. Ia bahkan melontarkan candaan bahwa dirinya merasa seperti Quentin Tarantino. Hihihi~
“Seru, seru lah, udah kayak Quentin Tarantino saya.”