Potret Asmara Abigail saat dijumpai usai press conference JAFF 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
Menurut Asmara, JAFF merupakan festival yang tepat bagi Black Coffee untuk 'pulang'. Apalagi, film ini juga akan bersaing di Main Competition berhadapan dengan karya-karya film yang berasal dari negara lain di lingkup Asia.
"Menurut saya penting sekali, apalagi perfilman Asia sedang harum-harumnya. Filmmakers juga pasti biasanya datang, dan kita punya kesempatan untuk berkomunikasi, networking, dan tentunya yang sangat ditunggu adalah party-nya, berjejaring. Di mana deal-deal dan potential collaboration in the future itu terjadi. Menurut saja, Black Coffee ada di Main Competition untuk world premiere ini suatu berita yang sangat menggembirakan," katanya lagi.
Selain menggelar world premiere, Asmara juga memberikan isyarat bahwa bakal ada kegiatan seru yang dilakukan para cast maupun crew film Black Coffee di JAFF 2026 mendatang. Walau begitu, ia menyebut kegiatan tersebut masih dirahasiakan dan segera diumumkan melalui media sosial.
"Film itu kan di sini kita highlight Aceh Gayo, kopi Aceh Gayo yang juga bagian dari kebudayaan, tapi juga bagian dari ekonomi kreatif. Jadi, kita juga sangat bangga kalau bisa men-support kopi Aceh Gayo untuk bisa sampai ke seruputan teman-teman. Apalagi sambil meng-experience sinemanya di lokasi Takengon. Jadi kita ingin men-deliver experience selain dari sinema, tapi juga sampai ke lidah kita," pungkasnya.
Sementara itu, film Black Coffee sendiri bercerita tentang pasangan tunanetra bernama Onot dan Rabiah yang menyambung hidup dari perkebunan kopi kecil mereka. Setelah bertahun-tahun menanti, impian mereka menjadi orangtua akhirnya mulai terwujud yang membawa sukacita sekaligus kekhawatiran tak terduga akan kemungkinan yang terjadi di masa depan.
Selain Asmara Abigail, Black Coffee juga dibintangi Reza Rahadian, Sha Ine Febriyanti, dan Hafidz Al-Mukhtariza. Film ini akan tayang world premiere di JAFF 2026 pada 30 November dan 1 Desember 2026.