Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret Asmara Abigail saat dijumpai usai press conference JAFF 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
  • Film Black Coffee akan menjalani world premiere di JAFF 2026 sekaligus berkompetisi dalam Main Competition, kabar yang disambut gembira oleh Asmara Abigail.

  • Sutradara Jeremias Nyangoen mengembangkan cerita film Black Coffee selama 13 tahun; syuting berlangsung di Aceh Utara pada Juli 2025 setelah persiapan logat dan budaya bersama tim lokal.

  • Film ini mengikuti pasangan tunanetra Onot dan Rabiah yang mengelola kebun kopi kecil; pemutaran perdana di JAFF 2026 dijadwalkan pada 30 November dan 1 Desember 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Black Coffee sudah dipastikan menjadi salah satu film Indonesia yang world premiere dalam acara Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2026. Gak hanya tayang perdana, film ini juga masuk dalam ajang Main Competition di festival film tersebut.

Kabar bahagia itu pun disambut baik oleh aktris Asmara Abigail. Apalagi, JAFF merupakan salah satu festival film yang menurutnya sangat dinanti penonton dan ramah interaksi antara filmmakers dengan audience.

1. Asmara Abigail senang kembali ke JAFF bersama film Black Coffee

Potret Asmara Abigail dijumpai saat press conference JAFF 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Bagi Asmara, kembalinya ia ke JAFF kali ini merupakan momentum yang menyenangkan. Apalagi, film terbarunya yang berjudul Black Coffee akan melakukan world premiere di gelaran JAFF edisi tahun ini.

"Tahun ini saya senang sekali kembali pulang ke JAFF bersama keluarga baru dengan Black Coffee disutradarai oleh Jeremias Nyangoen. Saya sendiri juga sangat senang begitu dapat kabar dari tim Black Coffee kalau misalnya kita akan world premiere di JAFF," katanya dalam press conference JAFF 2026 di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).

2. Asmara sebut film Black Coffee punya cerita perjalanan panjang

Potret Asmara Abigail dijumpai saat press conference JAFF 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Sebelum mendapatkan kesempatan world premiere di JAFF 2026, film Black Coffee ternyata memiliki perjalanan panjang. Menariknya, Jeremias selaku sutradara sudah melakukan riset selama bertahun-tahun untuk film ini sampai akhirnya dapat melakukan syuting tahun lalu.

"Saya senang sekali karena akhirnya film Black Coffee setelah 13 tahun proses Jeremias Nyangoen untuk research, menulis script dan akhirnya kita punya kesempatan untuk syuting. Tentu dengan dukungan yang luar biasa dari cast, crew, collaborators, dan partners," imbuhnya.

Asmara bercerita, proses syuting Black Coffee berlangsung di Aceh Utara pada Juli 2025. Sebelum syuting, ia bersama cast lainnya melakukan berbagai persiapan, mulai dari mempelajari logat bicara sampai budaya yang juga didukung oleh tim dari Aceh.

"Kita kesampaian juga syuting di North Aceh pada bulan Juli 2025. Kita mulai preps itu dari bulan Maret-April, dan juga kita ditunjang benar-benar oleh tim dari Aceh untuk belajar logat, budaya. Setelah kita syuting juga mendengar kabar bencana waktu itu. Kita sebisa mungkin support teman-teman kita yang ada di sana, dan akhirnya film ini mendapatkan jodohnya di JAFF tahun ini," ucap aktris 34 tahun itu.

3. Asmara menilai JAFF jadi tempat pulang yang tepat untuk Black Coffee

Potret Asmara Abigail saat dijumpai usai press conference JAFF 2026 di Jakarta, Jumat (6/11/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Menurut Asmara, JAFF merupakan festival yang tepat bagi Black Coffee untuk 'pulang'. Apalagi, film ini juga akan bersaing di Main Competition berhadapan dengan karya-karya film yang berasal dari negara lain di lingkup Asia.

"Menurut saya penting sekali, apalagi perfilman Asia sedang harum-harumnya. Filmmakers juga pasti biasanya datang, dan kita punya kesempatan untuk berkomunikasi, networking, dan tentunya yang sangat ditunggu adalah party-nya, berjejaring. Di mana deal-deal dan potential collaboration in the future itu terjadi. Menurut saja, Black Coffee ada di Main Competition untuk world premiere ini suatu berita yang sangat menggembirakan," katanya lagi.

Selain menggelar world premiere, Asmara juga memberikan isyarat bahwa bakal ada kegiatan seru yang dilakukan para cast maupun crew film Black Coffee di JAFF 2026 mendatang. Walau begitu, ia menyebut kegiatan tersebut masih dirahasiakan dan segera diumumkan melalui media sosial.

"Film itu kan di sini kita highlight Aceh Gayo, kopi Aceh Gayo yang juga bagian dari kebudayaan, tapi juga bagian dari ekonomi kreatif. Jadi, kita juga sangat bangga kalau bisa men-support kopi Aceh Gayo untuk bisa sampai ke seruputan teman-teman. Apalagi sambil meng-experience sinemanya di lokasi Takengon. Jadi kita ingin men-deliver experience selain dari sinema, tapi juga sampai ke lidah kita," pungkasnya.

Sementara itu, film Black Coffee sendiri bercerita tentang pasangan tunanetra bernama Onot dan Rabiah yang menyambung hidup dari perkebunan kopi kecil mereka. Setelah bertahun-tahun menanti, impian mereka menjadi orangtua akhirnya mulai terwujud yang membawa sukacita sekaligus kekhawatiran tak terduga akan kemungkinan yang terjadi di masa depan.

Selain Asmara Abigail, Black Coffee juga dibintangi Reza Rahadian, Sha Ine Febriyanti, dan Hafidz Al-Mukhtariza. Film ini akan tayang world premiere di JAFF 2026 pada 30 November dan 1 Desember 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article