potret Bene Dion saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Dari sejumlah wilayah yang menjadi titik lokasi pengambilan gambar film Pulang Kampung, Bene Dion menyebut Tapanuli Selatan menjadi salah satu daerah dengan tantangan terberat. Pasalnya, mereka datang ke wilayah tersebut setelah bencana banjir bandang melanda sejumlah kawasan di Sumatra Utara pada akhir November 2025 lalu. Kondisi jalan yang rusak akibat bencana membuat perjalanan mereka menuju lokasi syuting harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Dalam wawancara yang berlangsung sekitar 22 menit ini, Bene mengaku merinding saat mengenang pengalaman syuting di wilayah itu. Pasalnya, mereka harus melewati sejumlah ruas jalan yang rusak dengan iring-iringan sekitar 40–50 mobil.
“Tapanuli Selatan. Karena kami ke sana setelah ada banjir bandang. Jalanannya itu jadi rusak dan kami harus melewati beberapa jalan yang rusak. Jadi benar-benar harus hati-hati melewatinya. (Sampai merinding, nih). Saat itu, kita iring-iringan bersama 40-50 mobil rombongan produksi."
Namun, di balik tantangan tersebut, perjalanan ke Tapanuli Selatan juga memberikan pengalaman menarik bagi Bene Dion yang baru pertama kali mengunjungi wilayah tersebut. Ia mengaku tertarik dengan keunikan budaya masyarakat Batak di sana, terutama karena mayoritas penduduknya beragama Islam.
“Aku baru pertama kali ke Tapanuli Selatan itu. Aku tahu daerah itu juga terkenal indah. Keunikannya, Batak, tapi mayoritas muslim. Itu juga sebuah keunikan budaya. Jadi yang misalnya di Toba biasanya kalau di pesta, pakai babi dan segala macam. Tapi di sini pakai kerbau atau sapi. Tapi adatnya tuh mirip-mirip,” cerita Bene dengan nada antusias.
Gak sampai di situ, Bene juga mengaku menikmati kesempatan untuk mendengar langsung percakapan masyarakat setempat. Baginya, pengalaman mendengar dialek mereka secara langsung terasa berbeda dibandingkan hanya menyaksikannya melalui video di YouTube.
“Selama ini cuma melihat di YouTube, begitu datang, mendengarkan mereka ngobrol, itu tuh beda lagi ternyata dialeknya. Jadi kayak senang dengernya,” lanjut Bene.