Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bernadya Sempat Gak Percaya Diri Rilis Album Baru, Kenapa?
Bernadya pada Rabu (12/8/2026) (dok. IDN Times)
  • Bernadya sempat tidak percaya diri merilis album baru karena keluar dari zona nyaman dan khawatir pendengar mengharapkan karakter musik seperti karya-karya sebelumnya.
  • Ia juga kesulitan menulis lagu saat hidupnya tenang, hingga pertemuan dengan orang-orang baru memberinya sudut pandang untuk mengolah ketidakmampuan merasakan sesuatu.
  • Album kedua Semoga Hanya di Mimpi, rilisan JUNI Records pada 24 Juni 2026, mendapat respons positif dan apresiasi di luar perkiraan Bernadya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Merilis karya baru ternyata gak selalu diiringi rasa percaya diri. Hal itu dirasakan Bernadya ketika bersiap memperkenalkan album terbarunya. Di balik antusiasme menyambut karya baru, ia malah sempat khawatir musik yang dibawanya kali ini gak bisa diterima seperti lagu-lagu sebelumnya.

Bernadya sadar bahwa album tersebut membawanya keluar dari zona nyaman. Kekhawatiran itu sempat muncul, karena ia takut pendengar sudah memiliki ekspektasi tertentu terhadap musiknya. Namun, seiring proses kreatif berjalan hingga album resmi dirilis, kekhawatiran tersebut perlahan terjawab.

1. Bernadya sempat gak percaya diri karena keluar dari zona nyaman

Bernadya pada Rabu (12/8/2026) (dok. IDN Times)

Bernadya mengaku sempat gak percaya diri ketika akan merilis album barunya. Selama berkarier, Bernadya merasa sudah menemukan formula musik yang disukai pendengar. Ketika sebuah lagu dengan genre tertentu mendapat respons positif, muncul kekhawatiran bahwa pendengar akan mengharapkan dirinya terus membuat karya dengan karakter serupa.

“Gak PD (percaya diri). Selain di luar zona nyaman, karena kan selama ini aku keluarkan lagu yang misalnya genrenya seperti ini dan orang suka. Pasti kan ada sebuah ketakutan di mana kalau aku gak bikin yang seperti itu lagi, mungkin orang gak bisa terima gitu,” ujar Bernadya kepada IDN Times, Rabu (12/8/2026).

2. Bernadya kesulitan menulis saat hidupnya tenang

Bernadya pada Rabu (12/8/2026) (dok. IDN Times)

Menariknya, proses menulis lagu juga menjadi tantangan tersendiri bagi Bernadya. Ia merasa justru lebih sulit menghasilkan tulisan ketika kehidupannya sedang berada dalam kondisi tenang. Ketika gak ada banyak hal yang dirasakan atau dipikirkan, ia merasa kesulitan menemukan sesuatu yang bisa dituangkan menjadi lagu.

“Kalau tenang justru gak bisa nulis apa-apa. Justru kan makanya aku berangkatnya dari situ. Untung aku bertemu orang-orang baru yang membukakan, yang kasih aku insight, yang kasih aku POV baru, 'Justru lu bisa nulis dari sini, dari ketidakbisaan lu merasakan apapun,' gitu,” ungkapnya.

3. Bernadya gak nyangka sama respons album barunya

Bernadya pada Rabu (12/8/2026) (dok. IDN Times)

Kekhawatiran Bernadya ternyata gak sepenuhnya terjadi. Setelah album resmi dirilis, ia justru menemukan respons yang jauh lebih positif dari yang sebelumnya dibayangkan. Dari sana, ia melihat banyak apresiasi yang diberikan untuk karya barunya. Respons tersebut pun menjadi hal yang berarti baginya, terutama setelah sebelumnya sempat merasa gak percaya diri.

Surprisingly positif, sih. Aku juga tidak menyangka. Cukup banyak yang memberi apresiasi dan bagiku itu sangat berarti,” ujar Bernadya.

Bernadya yang bernaung di bawah label JUNI Records meluncurkan album baru bertajuk Semoga Hanya di Mimpi. Album penuh kedua ini dirilis pada 24 Juni 2026 dan berisi total 10 lagu yang mengangkat tema keresahan, rasa takut, hingga refleksi dari ketenangan hidup.

Curated For You

Editorial Team

Related Article