Alasan Bernadya Ajak Tenxi Duet di Konsernya: Sesuai Konsep!

Bernadya mengundang Tenxi dalam showcase album Semoga Hanya di Mimpi
Tenxi dipilih karena perbedaan genre mereka dinilai mampu memberi kejutan bagi penonton
Duet bernuansa hipdut memberi Bernadya pengalaman musik berbeda
Jakarta, IDN Times - Duet antara Bernadya dan Tenxi di lagu "Untungnya, Hidup Harus Terus Berjalan" dalam Semoga Hanya di Mimpi Album Showcase sukses bikin heboh. Di balik penampilan tersebut, ada ide Bernadya yang punya cara sendiri untuk mewujudkan konsep konsernya.
Bagi Bernadya, kehadiran Tenxi memang sengaja dipilih untuk membuat penonton mendapatkan pengalaman yang gak mudah ditebak. Lantas, bagaimana awalnya sampai Tenxi bisa ikut naik ke panggung Bernadya?
1. Bernadya berangkat dari konsep yang ada di album Semoga Hanya di Mimpi

Bernadya pada Rabu (12/8/2026) (dok. IDN Times) Bernadya mengatakan ide menghadirkan kolaborator di panggungnya berangkat dari konsep besar showcase yang memang dibuat seperti sebuah mimpi. Ia ingin penonton tidak melihat pertunjukan tersebut sebagai rangkaian momen yang harus selalu masuk akal. Menurut Bernadya, mimpi memiliki bentuk yang abstrak dan gak ketebak.
"Jadi kan berangkatnya dari konsep showcase-nya dulu. Yang adalah mimpi. Aku berharap orang yang datang bisa nangkep bahwa konsep yang kusuguhkan ini adalah sebuah mimpi. Yang harusnya orang nangkepnya itu absurd. Mimpi itu kan bentuknya gak jelas," ujar Bernadya kepada IDN Times pada Rabu (12/8/2026).
2. Bernadya sengaja pilih Tenxi yang ada di luar ekspektasi penonton

Bernadya pada Rabu (12/8/2026) (dok. IDN Times) Dari konsep tersebut, Bernadya kemudian mencari sosok yang menurutnya benar-benar bisa membuat penonton terkejut. Ia ingin kolaborator yang hadir bukan sekadar cocok secara musik, tetapi juga terasa seperti pilihan yang tidak akan terpikirkan oleh penonton sebelumnya. Tenxi pun menjadi nama yang dipilih Bernadya karena genre musik keduanya cukup berbeda.
"Maunya kolaboratornya yang di luar ekspektasi. Yang sekaligus langsung nyeleneh. Yang langsung orang gak kepikiran, ini tuh bukan genre aku gitu. Ya udah kebetulan Tenxi juga selalu aku mendengar dari orang, kalau dia pengen kolaborasi. Yah untungnya dia mau," ujarnya.
3. Bernadya merasa genre hipdut seru

Bernadya pada Rabu (12/8/2026) (dok. IDN Times) Berkolaborasi dengan Tenxi juga membuat Bernadya bisa merasakan pengalaman bermusik yang berbeda. Namun, ia sendiri tidak mengambil porsi terlalu besar dalam bagian lagu yang kemudian diaransemen jadi ala hipdut tersebut. Menurutnya, Tenxi menjadi sosok yang lebih banyak mengisi bagian vokal, sementara ia memilih menikmati momen tersebut dengan ikut bersenang-senang di atas panggung.
"Sebenernya itu yang nyanyi Tenxi kan. Tapi aku ngisi-ngisi aja, seru-seruan aja. Tim hore aku. Bagiannya dia, itu bagiannya dia, aku joget-joget aja. Kita jadi biduan. Tapi Tenxi gokil sih," ujar Bernadya.
Penampilan Bernadya di genre musik yang berbeda ini pun membuatnya penasaran untuk mengeksplorasi lebih lagi akan musikalitasnya. Di sisi lain, ia pun baru merilis album Semoga Hanya di Mimpi yang juga keluar dari zona nyamannya. Nah, kamu sendiri nyangka, gak, kalau bakal ada Tenxi di konser Bernadya kemarin?




















