Bikin Versi Baru Lagu Garuda di Dadaku, Alasan Produser Gaet Isyana

- BASE Entertainment dan Kawi Animation merilis film animasi Garuda di Dadaku dengan versi baru lagu legendarisnya, menyesuaikan konsep fantasi dan orkestra yang lebih magis.
- Produser Shanty Harmayn memilih Isyana Sarasvati untuk mengisi soundtrack karena penampilannya yang memukau saat menyanyikan Indonesia Pusaka di SUGBK serta dianggap cocok membawa nuansa magis.
- Lagu Garuda di Dadaku awalnya populer di kalangan suporter sepak bola dan pernah digarap bersama band Netral, kini hadir kembali dalam format animasi yang tayang 11 Juni 2026.
Jakarta, IDN Times - BASE Entertainment bersama Kawi Animation akan segera merilis film animasi terbaru bertajuk Garuda di Dadaku. Tim produksi lalu mulai meluncurkan trailer dan cuplikan original soundtrack-nya pada Selasa (7/4/2026).
Menariknya, tim produksi memilih untuk mendaur ulang lagu "Garuda di Dadaku" dengan versi baru. Bukan sekadar remake biasa, tim produksi punya alasan kuat kenapa lagu legendaris ini didaur ulang dan bahkan menggandeng Isyana Sarasvati. Ternyata, ada konsep besar di baliknya, apa itu?
1. Apa alasan tim produksi memilih recycle lagu Garuda di Dadaku untuk versi animasi?

Shanty Harmayn sebagai produser menuturkan, alasan lagu "Garuda di Dadaku" dipilih kembali adalah karena ingin menyesuaikan dengan konsep film terbaru yang berbentuk animasi. Orkestra dan paduan suara digunakan, karena film animasi ini memiliki elemen fantasi yang kental.
"Itu (lagu Garuda di Dadaku versi Netral) kan 15 tahun yang lalu, I think we need something new. Ini juga formatnya animasi, dalam konteks kita, saya sama Ronny (sutradara) dan produser yang lain merasa we need something magical. Karena ada magical element, jadi kita berpikir let's introduce a new version of the song," ujar Shanty dalam konferensi pers.
2. Alasan tim produksi yakin pilih Isyana untuk isi OST animasi Garuda di Dadaku

Pemilihan Isyana juga bukan tanpa alasan. Shanty Harmayn secara terbuka mengungkapkan rasa kagum dan terkesan dengan penampilan Isyana Sarasvati menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Penampilan tersebut dilakukan sebelum kick-off laga timnas Indonesia melawan Bahrain dalam kualifikasi Piala Dunia pada Selasa, 25 Maret 2025.
"Hasil brainstorming, kita pernah lihat ada Isyana nyanyi di stadion, and we like, 'Isyana!' Jadi cocok dengan sosok yang dekat dengan sepak bola dan juga can bring the magical," cerita Shanty.
Ia pun langsung bertanya pada Isyana terkait kesediaannya mengisi OST. Shanty menuturkan, "Puji syukur alhamdulillah, waktu kita tanya, dia mau sekali dan hasilnya spektakuler."
3. Produser Shanty Harmayn kenang momen lahirnya lagu Garuda di Dadaku versi Netral

Garuda di Dadaku awalnya memang sudah populer di kalangan suporter sepak bola sebelum jadi soundtrack film. Shanty yang juga mengambil posisi sebagai produser di film ikonik ini 15 tahun lalu pun mengenang momen lahirnya lagu legendaris tersebut.
"Pada saat itu, lagu itu memang sudah jadi lagu fans sepak bola. Jadi setiap mau main, pasti lagu itu dimainkan. Dinyanyikan. Jadi Salman Aristo dan saya terinspirasi dari lagu itu, kita buat cerita di Garuda di Dadaku yang pertama," kenangnya.
Shanty lalu membahas soal OST filmnya yang ikonik. "Kemudian pada waktu kita memikirkan OST, kita mikir gimana ya caranya. Dan kita mengajak Netral waktu itu. Ok, let's make it rock song dan akhirnya jadi lah versi yang pertama, yang sekarang sangat terkenal dan selalu dikumandangkan."
Selain Isyana, film animasi ini nantinya juga memiliki soundtrack yang dinyanyikan oleh Quinn Salman yang juga tergabung sebagai salah satu pengisi suara. Penasaran dengan versi "Garuda di Dadaku" yang baru? Kamu bisa saksikan lengkapnya nanti di bioskop pada 11 Juni 2026.


















