Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bintangi Seni Merayu Tuhan, Rieke Diah Pitaloka Cerita Perjalanan Memeluk Islam di Usia 24

Bintangi Seni Merayu Tuhan, Rieke Diah Pitaloka Cerita Perjalanan Memeluk Islam di Usia 24
potret Rieke Diah Pitaloka di kantor IDN, Jakarta, Jumat (24/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Intinya Sih
  • Rieke Diah Pitaloka mengenal beragam agama sejak kecil melalui sekolah Katolik, ibtidaiyah, dan kunjungan ke berbagai gereja; orangtuanya memberinya ruang mencari keyakinan sendiri.
  • Setelah proses pencarian panjang, Rieke memeluk Islam pada usia 23–24 tahun usai ibunya meninggal dan mengucapkan syahadat di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta Selatan.
  • Pengalaman pribadinya memengaruhi pola asuh: Rieke tidak ingin mengekang pilihan agama ketiga anaknya, tetapi tetap mendampingi, memberi arahan, dan mendoakan mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perjalanan menemukan keyakinan merupakan pengalaman yang sangat personal bagi setiap orang. Begitu pula dengan Rieke Diah Pitaloka yang ternyata telah melewati proses panjang mengenal berbagai agama sejak kecil.

Dengan mata berkaca-kaca, aktris yang kini juga menjabat sebagai anggota DPR RI tersebut pun mengenang momen ketika ia memutuskan untuk memeluk Islam di usia 24 tahun. Bukan di tempat ibadah, uniknya saat itu Rieke justru mengucapkan syahadat di Warung Apresiasi Bulungan.

1. Cerita Rieke Diah Pitaloka sudah mempelajari berbagai agama sejak kecil

Rieke Diah Pitaloka berpose untuk potret di kantor IDN Times, Jakarta, pada Jumat, 24 Juli 2026, dengan latar interior kantor.
potret Rieke Diah Pitaloka di kantor IDN, Jakarta, Jumat (24/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Suasana sesi roundtable interview di kantor IDN, Jakarta, Jumat (24/7/2026), terasa hangat. Di tengah perbincangan tentang film Seni Merayu Tuhan yang dibintanginya, Rieke Diah Pitaloka membuka cerita personal tentang bagaimana ia telah mengenal berbagai agama sejak kecil.

Sambil tersenyum kecil, Rieke menyebut bahwa ia sudah terbiasa berada di lingkungan yang beragam. Hal itu bermula sejak duduk di bangku sekolah dasar, ketika ia bersekolah di sekolah Katolik pada pagi hari dan melanjutkan pendidikan di ibtidaiyah pada sore hari. Pengalaman tersebutlah yang membuatnya mengenal lebih dari satu perspektif keagamaan sejak kecil.

“Dulu waktu kecil aku sekolah Minggu. Pindah-pindah, tapi gak satu gereja, dari gereja Advent, Pantekosta, Protestan, Katolik, aku datang. Ganti-ganti. Tapi aku juga puasa, karena aku ibtidaiyah juga,” kata Rieke mengenang masa kecilnya.

Menurut Rieke, saat itu, karena ia sering sakit-sakitan, gurunya sempat beranggapan bahwa ia mengalami kebingungan batin. Namun, alih-alih memaksa untuk memilih keyakinan tertentu, orangtua Rieke, terutama sang ayah justru memberikan ruang bagi Rieke untuk mencari pemahaman sendiri.

“Orangtuaku mengatakan, ‘Kamu jangan memeluk Islam hanya karena faktor keturunan. Kamu kalau ingin menjadi Islam, temukanlah itu dalam perjalananmu,’” lanjut Rieke Diah Pitaloka.

2. Mantap mualaf di usia 24 tahun, Rieke kenang ucapkan syahadat di Warung Apresiasi Bulungan

Rieke Diah Pitaloka berpose untuk potret di kantor IDN di Jakarta, dengan latar ruangan, Jumat, 24 Juli 2026.
potret Rieke Diah Pitaloka di kantor IDN, Jakarta, Jumat (24/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dari perjalanan panjang itulah, Rieke kemudian memahami bahwa keyakinan tidak bisa hanya dijalani karena faktor keluarga atau keturunan. Ia ingin menemukan jawabannya sendiri dengan belajar dan mengenal berbagai agama, termasuk dengan berkunjung ke kelenteng. Setelah melalui proses pencarian yang panjang tersebut, Rieke akhirnya menemukan Islam sebagai keyakinan yang sesuai dengan dirinya.

“Akhirnya aku bisa mengatakan, aku benar-benar menjadi Islam ketika aku memutuskan, “Oke, kayaknya setelah aku belajar semua agama.’ Aku juga ke kelenteng, jadi benar-benar di-free-in. Tapi pada akhirnya aku merasa, ya itu, balik lagi ke dirimu, karena keyakinan itu aku merasa tetap butuh ada rambu-rambu dalam kebatinanku. Nah, itu juga ditemukan sendiri.”

Aktris yang dikenal luas berkat peran sebagai Oneng di sinetron Bajaj Bajuri tersebut pun mengungkapkan bahwa ia akhirnya mengucapkan syahadat pada usia 24 tahun. Bahkan, keputusan tersebut diambil setelah ibunya meninggal dunia.

Rieke pun kemudian mengenang momen saat dirinya bersyahadat di Warung Apresiasi Bulungan, Jakarta Selatan. Menurutnya, di tempat tersebut, ia melihat sosok pemilik warung yang aktif mengurus anak-anak jalanan. Meski tidak mengetahui agama yang dianut orang tersebut, Rieke merasa menemukan makna bahwa Tuhan bisa hadir begitu dekat melalui kebaikan manusia.

“Di umur 24 tahun. 23–24 baru aku masuk Islam. Di mana tahu gak aku syahadat? Di Warung Apresiasi di Bulungan. Di sana, pemiliknya bekerja mengurus anak jalanan. Aku melihat dia, aku juga gak tahu dia agamanya apa, tapi aku merasa Tuhan itu bisa sedekat itu,” ungkap Rieke sambil tersenyum.

Rieke menyebut, pengalaman tersebut juga semakin menguatkan keyakinannya bahwa ibadah tidak hanya dilakukan di rumah ibadah. Menurutnya, setiap tempat di muka bumi ini dapat menjadi ruang untuk beribadah.

3. Tak ingin mengekang pilihan anak soal agama

Rieke Diah Pitaloka berpose untuk sesi potret di kantor IDN Times, Jakarta, pada Jumat, 24 Juli 2026.
potret Rieke Diah Pitaloka di kantor IDN, Jakarta, Jumat (24/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Pengalaman dalam menemukan keyakinannya sendiri pun turut memengaruhi cara Rieke dalam membesarkan anak-anaknya. Menurutnya, setiap anak akan memiliki perjalanan dan pilihan masing-masing ketika tumbuh dewasa. Oleh karena itu, Rieke berusaha memberikan ruang kepada ketiga anaknya untuk mengenal dunia dan menentukan pilihan mereka sendiri.

“Jadi, meski sekali lagi kita merasa, ‘Kalau gue Islam, anak gue wajib Islam,” gak bisa. Agama itu adalah sesuatu yang sangat privat,” tegas Rieke.

Bagi Rieke, yang terpenting adalah dirinya tetap mendampingi, memberikan arahan, serta mendoakan anak-anaknya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More