Azka Clash of Champions Season 3 (instagram.com/brother_azka)
Dalam perjalanan keterlibatannya di Clash of Champions Season 3 ini, Azka punya cerita lucu. Ternyata dia sudah ditawari buat jadi cast CoC dari musim pertama, lho. Tapi, saat itu dia belum merasa percaya diri sampai akhirnya melihat salah satu temannya, Nabil, yang jadi peserta di musim pertama. Sejak saat itu, Azka mulai menaruh minat besar buat ikutan di musim berikutnya.
Tawaran itu datang lagi di musim kedua. Walau sayangnya, ia belum bisa menerimanya, karena jadwal syuting bentrok dengan jadwal ujian di Oxford. Kesempatan di musim ketiga ini kemudian gak Azka sia-siakan. Kebetulan juga, jadwal ujian di kampus baru dimulai setelah syuting selesai. Maka dari itu, Azka langsung mengiyakan ketika diajak jadi cast Clash of Champions Season 3 ini.
Lewat Clash of Champions Season 3 ini, Azka merasa gak cuma kemampuan menghitung dan logikanya saja yang makin diasah, tapi juga soal kemampuan berbahasa Indonesianya juga makin berkembang. Maklum saja, karena dari kecil sudah tinggal di Inggris, bahasa Indonesia Azka gak sefasih kebanyakan peserta CoC lain. Tapi karena dia sering mendengar percakapan sehari-hari keluarganya pakai bahasa Indonesia di rumah, Azka masih cukup familier walau kadang kalau menjawab pakai bahasa Indonesia masih ada kepeleset-kepeleset pakai istilah British sedikit.
Di University of Oxford, Azka mengikuti program integrated master's di mana ia menyelesaikan program S1 dan S2 dalam satu rangkaian studi. Setelah 3 tahun menyelesaikan S1, Azka langsung akan melanjutkan satu tahun tambahan untuk memperoleh gelar S2-nya.