Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penjelasan Ending Supergirl, Bakal Lanjut ke Sekuel?

Penjelasan Ending Supergirl, Bakal Lanjut ke Sekuel?
Supergirl (dok. Warner Bros. Pictures/Supergirl)
Intinya Sih
  • Kara Zor-El digambarkan lebih kelam dari Superman, memilih membunuh Krem demi melindungi Ruthye dari beban balas dendam dan menunjukkan moralitas yang lebih pragmatis dibanding sepupunya.

  • Lobo, pemburu hadiah antargalaksi yang diperankan Jason Momoa, berpisah setelah pertempuran akhir dan membuka peluang muncul kembali di proyek DC Universe mendatang.

  • Film Supergirl menutup kisah dengan Kara kembali ke Bumi, namun performa box office rendah membuat sekuel mandiri belum pasti meski potensinya di DCU masih terbuka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Supergirl (2026) melanjutkan langkah besar DC Universe setelah Superman (2025). Film yang dibintangi Milly Alcock ini memperlihatkan sisi Kara Zor-El yang jauh berbeda dari sepupunya, Clark Kent/Kal-El. Alih-alih menjadi simbol harapan sejak awal, Kara digambarkan sebagai penyintas Krypton yang masih dibayangi trauma.

Sepanjang film, misi Kara untuk menyelamatkan Krypto membawanya bekerja sama dengan Ruthye untuk menghadapi pemburu antargalaksi Krem. Akhir film pun memicu banyak diskusi karena keputusan Kara terasa bertolak belakang dengan prinsip Superman. Lantas, apa sebenarnya makna ending Supergirl? Simak penjelasannya di bawah!

Awas, artikel ini mengandung spoiler!

1. Kenapa Kara melarang Ruthye membunuh Krem?

Seorang perempuan berjaket tebal menghadapi makhluk berwajah aneh dalam suasana gelap dengan pencahayaan neon biru dan ungu.
Supergirl (dok. Warner Bros. Pictures/Supergirl)

Salah satu momen paling mengejutkan di akhir Supergirl adalah keputusan Kara yang melarang Ruthye membunuh Krem, tetapi kemudian justru menghabisi penjahat tersebut sendiri.

Sepanjang perjalanan, Kara terus berusaha meyakinkan Ruthye agar tidak membiarkan balas dendam menguasai dirinya. Kara memahami rasa kehilangan dan amarah yang dirasakan Ruthye karena keluarganya dibunuh Krem. Namun, ia juga tahu bahwa mengambil nyawa seseorang akan meninggalkan luka batin yang tidak mudah hilang.

Film memang tidak pernah secara eksplisit mengungkap apakah Kara pernah membunuh sebelumnya. Namun, dialog dan sikapnya mengisyaratkan bahwa ia memahami konsekuensi psikologis dari tindakan tersebut. Karena itulah, ia ingin Ruthye tetap mempertahankan kepolosannya.

Setelah Ruthye pergi, Kara mengambil keputusan yang berbeda. Ia justru membunuh Krem sendiri sebagai bentuk tanggung jawab agar Ruthye tidak harus memikul beban tersebut seumur hidup. Keputusan ini sekaligus menjadi pembeda utama antara Kara dan Superman.

Berbeda dengan Clark Kent yang dibesarkan di Bumi dengan prinsip bahwa setiap nyawa harus diselamatkan, Kara tumbuh di Krypton. Nilai moralnya lebih pragmatis. Baginya, ada kalanya seseorang memang harus dihentikan secara permanen demi melindungi orang lain. "He (Superman) sees the good in everyone. And I see the truth."

2. Ke mana Lobo pergi setelah akhir film?

Seorang karakter berpenampilan garang dengan wajah bercat putih dan rambut panjang berteriak sambil mengendarai kendaraan di bawah langit senja.
Supergirl (dok. Warner Bros. Pictures/Supergirl)

Selain Kara, karakter yang paling mencuri perhatian adalah Lobo, sang pemburu hadiah antargalaksi yang diperankan Jason Momoa. Awalnya Lobo hanya mengejar targetnya sendiri yang memiliki hubungan dengan Krem. Namun, perjalanannya membuat ia beberapa kali bekerja sama dengan Kara dan Ruthye hingga akhirnya ikut membantu mengalahkan musuh utama.

Setelah Krem tewas, Lobo tidak ikut kembali ke Bumi bersama Kara. Ia memilih melanjutkan petualangannya di luar angkasa, tetapi sebelum pergi ia memberikan tatapan penuh respek kepada Kara dan Ruthye.

Ending ini jelas membuka peluang besar bagi Lobo untuk kembali muncul di DC Universe. Sebagai pemburu hadiah kosmik, ia bisa saja tampil dalam proyek-proyek yang berhubungan dengan luar angkasa, termasuk cerita Green Lantern, Justice Gang, atau bahkan kembali bertemu Superman di masa depan.

3. Apakah ending film berbeda dengan komik Supergirl: Woman of Tomorrow?

Seorang perempuan memegang anjing kecil di hadapan beberapa orang berpakaian jubah berwarna terang dalam ruangan bercahaya hangat.
Supergirl (dok. Warner Bros. Pictures/Supergirl)

Salah satu perubahan terbesar dibanding komik Supergirl: Woman of Tomorrow adalah nasib Krem. Dalam versi komik karya Tom King, Kara tidak pernah membunuh Krem. Setelah pertarungan terakhir, ia memang sempat mengangkat pedang dan mengancam musuhnya. Namun, Ruthye justru menghentikannya dengan mengingat semua pelajaran tentang belas kasih yang telah diajarkan Kara sepanjang perjalanan mereka.

Krem akhirnya tidak dieksekusi, melainkan dibuang ke Phantom Zone selama ratusan tahun sebagai bentuk hukuman. Setelah bebas, ia telah berubah menjadi pribadi yang berbeda. Sementara dalam versi film, Kara memilih membunuh Krem setelah memastikan Ruthye tidak menyaksikan kejadian tersebut. Walaupun jalannya berbeda, tujuan akhirnya tetap sama, yakni mencegah Ruthye kehilangan sisi kemanusiaannya karena balas dendam.

4. Apakah Supergirl akan mendapat sekuel?

Supergirl mengenakan kostum biru dengan lambang huruf S di dada dan jubah merah, berdiri dengan latar langit terang.
Supergirl (dok. Warner Bros. Pictures/Supergirl)

Di akhir film Supergirl, Kara memutuskan kembali ke Bumi dan mencoba menganggap planet tempat tinggal Superman sebagai rumah barunya. Keputusan ini menjadi awal baru bagi perjalanan Kara di DC Universe. Hal itu membuatnya berpotensi menjadi sekutu penting Superman dalam proyek-proyek DCU berikutnya, termasuk kemungkinan tampil di Superman: Man of Tomorrow (2027).

Sayangnya, peluang sekuel mandiri masih dipenuhi tanda tanya. Hingga saat ini, Supergirl baru mengumpulkan sekitar 99,9 juta dolar AS di box office global dari bujet produksi sekitar 170-186 juta dolar AS. Angka tersebut berada di bawah ekspektasi untuk film superhero berskala besar. Bahkan, lebih rendah dari film-film yang flop seperti Morbius (2022) atau Black Adam (2022).

Respons kritikus dan penonton juga terbilang campur aduk. Film ini memperoleh skor 54% di Rotten Tomatoes untuk Tomatometer, 75% untuk Popcornmeter, serta rating 6,1/10 di IMDb. Meski demikian, DC Studios masih memiliki banyak ruang untuk melanjutkan kisah Kara melalui film ensemble atau proyek lain di DC Universe. Kita tunggu saja!

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Indra Zakaria
EditorIndra Zakaria

Related Articles

See More