- Nama lengkap: Mohammad Azka Hafizh Adziman
- Nama panggilan: Azka
- Tempat lahir: Bandung
- Tanggal lahir: 5 Desember 2004
- Universitas: Oxford University
- Angkatan: 2023
- GPA: 4.00/4.00
- Hobi: Origami, basket, sepeda
- Instagram:@brother_azka
Biodata-Profil Azka Clash of Champions Season 3, GPA Sempurna di Oxford

Pada musim ketiga penyelenggaraannya, peserta Clash of Champions silih berganti kembali menjadi sorotan, baik itu karena prestasi yang mereka raih maupun terkait kehidupan pribadi mereka. Salah satu yang sejak awal diperkenalkan sudah mencuri perhatian adalah Azka Adziman. Gimana gak mencuri perhatian, Azka ini peraih GPA sempurna 4.00/4.00 di salah satu universitas terbaik di dunia, yaitu Oxford University.
Azka juga sudah seperti warga lokalnya Oxford, karena dari SD sudah bersekolah di kota di Inggris tersebut. Terinspirasi mengambil jurusan engineering karena terinspirasi dari sang ayah yang merupakan seorang Dirjen Kemendiktisaintek, simak profil lengkap Azka Clash of Champions Season 3, yuk!
1. Biodata Azka Clash of Champions Season 3

2. Kepincut Oxford karena jurusan Engineering cocok sama keinginannya

Dilansir Ruangguru, Azka saat ini merupakan mahasiswa University of Oxford yang mengambil jurusan Engineering Science. Oxford bukan kota asing buat Azka, karena dia sudah 12 tahun tinggal di sana dan pernah bersekolah di William Fletcher Primary School, Bartholomew School, hingga saat ini akan menempuh pendidikan S2 di University of Oxford.
Azka menceritakan, University of Oxford sudah menjadi kampus impiannya sejak lama. Pada awalnya, ia juga mendaftar ke beberapa kampus lain, seperti Imperial, University College London, King's College London, dan The University Edinburgh. Hatinya kemudian mantap memilih Oxford karena jurusan Engineering yang ia inginkan lebih cocok untuknya pribadi.
Azka memilih mengambil jurusan Engineering terinspirasi dari ayahnya yang berkarier sebagai insinyur di dunia akademik maupun industri. Kalau kamu belum tahu, Azka ini merupakan anak dari Dirjen Kemendiktisaintek Mohammad Fauzan Adziman. Meski begitu, bidang teknik yang mereka tekuni berbeda. Namun, cowok kelahiran Bandung ini tetap merasa banyak konsep yang saling berkaitan.
3. Ikut Clash of Champions karena Nabil

Dalam perjalanan keterlibatannya di Clash of Champions Season 3 ini, Azka punya cerita lucu. Ternyata dia sudah ditawari buat jadi cast CoC dari musim pertama, lho. Tapi, saat itu dia belum merasa percaya diri sampai akhirnya melihat salah satu temannya, Nabil, yang jadi peserta di musim pertama. Sejak saat itu, Azka mulai menaruh minat besar buat ikutan di musim berikutnya.
Tawaran itu datang lagi di musim kedua. Walau sayangnya, ia belum bisa menerimanya, karena jadwal syuting bentrok dengan jadwal ujian di Oxford. Kesempatan di musim ketiga ini kemudian gak Azka sia-siakan. Kebetulan juga, jadwal ujian di kampus baru dimulai setelah syuting selesai. Maka dari itu, Azka langsung mengiyakan ketika diajak jadi cast Clash of Champions Season 3 ini.
Lewat Clash of Champions Season 3 ini, Azka merasa gak cuma kemampuan menghitung dan logikanya saja yang makin diasah, tapi juga soal kemampuan berbahasa Indonesianya juga makin berkembang. Maklum saja, karena dari kecil sudah tinggal di Inggris, bahasa Indonesia Azka gak sefasih kebanyakan peserta CoC lain. Tapi karena dia sering mendengar percakapan sehari-hari keluarganya pakai bahasa Indonesia di rumah, Azka masih cukup familier walau kadang kalau menjawab pakai bahasa Indonesia masih ada kepeleset-kepeleset pakai istilah British sedikit.
Di University of Oxford, Azka mengikuti program integrated master's di mana ia menyelesaikan program S1 dan S2 dalam satu rangkaian studi. Setelah 3 tahun menyelesaikan S1, Azka langsung akan melanjutkan satu tahun tambahan untuk memperoleh gelar S2-nya.






















