Dee Lestari di Kupang (instagram.com/deelestari)
Dee sudah aktif di kegiatan vokal grup, paduan suara, dan band sekolah sejak duduk di bangku SD. Ia tercatat pernah menjadi anggota grup vokal Highlight Voices dan paduan suara Glorify Lord Ensemble di bawah pimpinan Daud Saba. Di Bandung, Dee juga pernah dilatih oleh para pelatih vokal ternama seperti Erry RAF, Yoseph, Deden AZ, dan Elfa Secioria.
Lulus SMA, Dee mengawali karier musiknya sebagai penyanyi latar Iwa K bersama Sita Nursanti. Aktif bekarier di dunia musik, Dee kemudian membentuk grup RSD yang beranggotakan Rida, Sita, dan Dewi. Di grup ini, ia menunjukkan kebolehannya menulis lagu hingga akhirnya menjadi hits, yaitu lagu "Satu Bintang Di Langit Kelam" pada 1995. Sayangnya, grup ini bubar pada tahun 2003.
Dari honor menyanyi, ia membeli laptop pertamanya. Ia kemudian menulis cerita-cerita seperti Perahu Kertas, Filosofi Kopi, dan Rico de Coro sebagai hobi. Setelah mengumpulkan nyali, ia akhirnya debut merilis buku lewat Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh yang sukses menjadikannya sebagai sosok penulis ternama Dee Lestari.
Sejak itu, buku-bukunya mulai diadaptasi menjadi film hingga serial. Selain itu, Dee juga dikenal sebagai pencipta lagu-lagu hits, seperti "Firasat" dipopulerkan oleh Marcell Siahaan, "Perahu Kertas" dipopulerkan oleh Maudy Ayunda, "Malaikat Juga Tahu," hingga "Kali Kedua" dipopulerkan oleh Raisa.
Terlepas dari RSD, Dee juga merilis album solo dengan lagu-lagu yang ia ciptakan dan nyanyikan sendiri. Terbaru, ia merilis album bertajuk (Jangan) Jatuh Cinta yang jadi comeback-nya di industri musik setelah 18 tahun.