Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cecep Arif Rahman Berbagi Soal Peran Di Balik Martial Arts Choreographer
Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendong (Instagram.com/ceceparifrahman)
  • Cecep Arif Rahman menjelaskan peran Martial Arts Choreographer yang tidak hanya menciptakan koreografi laga, tetapi juga menyesuaikan gerakan dengan kemampuan aktor dan alur cerita film.
  • Dalam prosesnya, Cecep harus berkolaborasi dengan sutradara, DOP, tim stunt, dan departemen lain agar koreografi sesuai kebutuhan teknis serta aman saat produksi berlangsung.
  • Fokus utama bukan pada estetika gerakan, melainkan memastikan aktor mampu menguasai koreografi dan sinkron dengan lawan main agar adegan laga terlihat natural di layar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Setelah mengulik tentang koreografi laga di film Badut Gendong (2026), saya berbincang tentang profesi Martial Arts Choreographer dari sudut pandang Cecep Arif Rahman. Silat yang mulanya ia pelajari di kampung halaman berhasil membawa nama Kang Cecep sampai ke kancah perfilman internasional.

"Mungkin berawal dari kesenangan saya belajar silat ya. Dari kecil saya belajar silat di kampung, di sini. Dan lalu dari sana saya sering bergabung dalam tim untuk promosi silat ke luar negeri," ungkap Cecep Arif Rahman.

Berkat pengalaman tersebut, Charles Gozali mengajak Cecep Arif Rahman ikut terlibat dalam sejumlah proyek film sebagai Martial Arts Choreographer. Tidak berhenti sampai di situ, kita juga sering melihat Kang Cecep melakoni adegan laga di film Indonesia hingga internasional.

"Dan dari situlah saya mencoba mengembangkan apa yang saya pelajari dalam silat, dan pengalaman dalam bela diri silat ini saya terapkan dalam film juga," lanjutnya.

Lalu, apa saja sih tugas dan tanggung jawab Martial Art Choreographer? Simak selengkapnya wawancara IDN Times bersama Cecep Arif Rahman di program #COD (Cerita Orang Dalam)!

1. Apa sih tugas Martial Arts Choreographer?

Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendong (Instagram.com/ceceparifrahman)

Selaras dengan namanya, Martial Arts Choreographer bertugas menciptakan koreografi yang akan dilakoni oleh aktor. Namun, tugas Cecep Arif Rahman gak cuma itu, lho! Dia juga harus menyampaikan gerakan laga tersebut kepada aktor, serta menyinkronkannya.

"Memang tugas saya itu selain membuat fighting koreografinya juga ya menerapkannya ke aktor. Jadi kita membuat gerakan terus menyampaikannya ke aktor yang akan memerankannya dan menyesuaikannya," jelasnya.

Menyinkronkan gerakan laga dengan aktor yang akan melakoninya cukup penting. Pasalnya, kemampuan setiap aktor berbeda-beda dan tidak semua bisa cocok dengan gerakan yang tim Kang Cecep buat.

"Walaupun fighting-nya kita sudah buat 100%, tapi mungkin kita perlu penyesuaian. Kalau karakternya dalam melakukan satu bentuk gerak kurang cocok, mungkin kita perlu buat perubahan sedikit-sedikit supaya tetap bagus dilakukan sama tokoh-tokoh tersebut," lanjut pemeran Rochim di film Qodrat (2022) ini.

Terlepas dari itu, ternyata yang paling penting dalam menciptakan koreografi laga adalah menyesuaikan dengan jalan ceritanya. Sedangkan siapa aktor yang akan memerankan adegan atau karakter tersebut menjadi fokus selanjutnya.

"Jadi kita itu bukan hanya membuat (koreografi), tapi harus menyesuaikan dengan ceritanya juga. Kita waktu pertama dapat itu bukan siapa aktornya, tapi malah apa ceritanya," kata aktor yang debut di film The Raid 2 (2014) itu.

2. Dalam menciptakan koreografi, Martial Arts Choreographer juga harus berdiskusi dengan sutradara, DOP, hingga tim stunt

Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendong (Instagram.com/ceceparifrahman)

Martial Arts Choreographer memang bertanggung jawab untuk menciptakan gerakan laga. Namun, mereka juga harus memastikan gerakan tersebut selaras dengan kebutuhan departemen lain, seperti penyutradaraan, Stunt, Director of Photography, hingga Art Director.

"Kita coba kasih lihat ke tim produksi sama tim yang lainnya. Apa akan cocok dengan kondisi set-nya nanti? Nah, terus setelah sinkron baru nanti kita komunikasi dengan tim kameranya. Apa cocok dengan penglihatan kamera kalau bentuknya seperti ini," tutur Cecep Arif Rahman.

Secara garis besar, tim Martial Arts Choreography memang bekerjanya di tahap pra produksi, lho. Sementara saat produksi, tim Stunt yang bertugas untuk memastikan keselamatan para aktor saat melakoni adegan laga.

"Konsultasi koreografi sama sutradara, sementara untuk fighting dari Bang Jonathan, tim Stunt," tambahnya.

3. Alih-alih estetika, memastikan aktor bisa menguasai koreografi laga dan menyinkronkan dengan lawan main menjadi hal terpenting

Cecep Arif Rahman, Martial Arts Choreographer di film Badut Gendong (Instagram.com/ceceparifrahman)

Ternyata dalam menciptakan koreografi laga, bukan estetika yang paling penting. Justru bagaimana gerakan tersebut bisa dikuasai dengan mudah oleh aktor menjadi fokus utamanya.

"Memang kalau menurut kita tim Fighting yang penting gerakan kita itu bisa dikuasai aktor yang melakukannya sesuai dengan karakter gerak yang bisa dia buat. Jadi, karena fighting itu bukan tentang satu orang, tapi ada lawannya," ucap Kang Cecep.

Maka dari itu, saat menciptakan koreografi laga, Martial Arts Choreographer juga harus memikirkan, apakah gerakan antar karakter sudah selaras atau belum. Tujuannya agar koreografi laga tersebut terasa real di mata penonton.

"Nah, kadang kita harus tahu lawan fighting-nya buat tokoh itu siapa. Makanya kita harus menyinkronkan. Pokoknya tidak terlihat seperti dibuat-buat, tapi memang harus seperti benar," lanjutnya.

Alih-alih estetika, ternyata koreografi laga yang mudah dipahami aktor lebih penting bagi Martial Arts Choreographer. Apakah kamu tertarik buat berkarier di profesi ini?

Editorial Team

Related Article