Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerita Inayah Wahid Debut Film Panjang di Foufo
Inayah Wahid dalam konferensi pers "Foufo" di XXI Epicentrum, Jakarta (3/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Jakarta, IDN Times – Aktivis Inayah Wahid resmi melebarkan sayap ke dunia seni peran lewat film layar lebar Foufo (2026). Film garapan Bayu Skak ini mengangkat kisah unik tentang sebuah UFO yang jatuh di Madura dan menghadirkan perpaduan fiksi ilmiah, komedi, serta budaya lokal.

Selain Inayah Wahid, Foufo turut dibintangi Tretan Muslim, Bayu Skak, Benidictus Siregar, Habib Ja'far, Fuad Sasmita, Mieke Amalia, Siti Kamariyah, serta Ade Kurniawan atau Ade Biebir sebagai pengisi suara alien Foufo. Berikut cerita Inayah Wahid soal pengalaman debutnya di film panjang.

1. Inayah antusias bisa merambah ke dunia akting

Inayah Wahid dalam konferensi pers "Foufo" di XXI Epicentrum, Jakarta (3/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Putri bungsu Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tersebut mengaku sangat antusias mendapat kesempatan tampil di film layar lebar untuk pertama kalinya. Meski selama ini lebih dikenal sebagai aktivis sosial, Inayah menyambut pengalaman baru tersebut dengan penuh semangat.

"Film layar lebar pertama. Ini saya baru pertama kali sebenarnya. Saya senang banget ya," kata Inayah dalam konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).

Bagi Inayah, keterlibatan di Foufo menjadi pengalaman yang berbeda dari aktivitasnya selama ini. Ia pun mengaku menikmati proses syuting bersama jajaran pemain dan kru produksi.

2. Namun alih-alih naskah, Inayah hanya mendapat potongan adegan

Inayah Wahid dalam konferensi pers "Foufo" di XXI Epicentrum, Jakarta (3/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Menariknya, Inayah mengungkapkan bahwa dirinya tidak menerima naskah skenario secara utuh. Selama proses produksi, ia hanya diberikan potongan adegan yang menjadi bagiannya sehingga harus memahami karakter berdasarkan adegan demi adegan.

Sambil berkelakar, Inayah juga mengaku sempat bingung dengan cara mengucapkan judul film tersebut. "Jadi saya itu syuting datang itu bahkan enggak tahu ini cara mengucapkan judulnya tuh gimana," katanya.

Ia kemudian melanjutkan candaan yang langsung mengundang tawa para awak media, "Tadinya saya sama tim itu berkeyakinan pengucapannya itu 'Fufufafa'."

3. Tertarik bergabung karena Foufo angkat unsur kedaerahan

Inayah Wahid dalam konferensi pers "Foufo" di XXI Epicentrum, Jakarta (3/7/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Di balik candaan tersebut, Inayah mengaku alasan utama menerima tawaran bermain di Foufo adalah keberanian film ini mengangkat identitas lokal Madura sebagai latar utama cerita.

Bayu Skak diketahui melibatkan sekitar 80 persen pemain lokal asal Madura agar nuansa budaya yang ditampilkan terasa lebih autentik. Menurut Inayah, pendekatan tersebut menjadi nilai lebih yang layak mendapat apresiasi.

"Jadi saya benar-benar, 'Oh ya sudah oke.' Ini sesuatu yang kalau menurut saya patut diapresiasi banget gitu. Identitas itu tetap dimunculkan itu di hari ini ya," tutup Inayah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article