Profil Inayah Wahid, Putri Bungsu Gus Dur yang Kini Jadi Istri Kiai

- Inayah Wahid, putri bungsu Gus Dur, resmi menikah dengan Muhammad Shalahuddin atau Ra Mamak, seorang kiai dari Pondok Pesantren Annuqayah di Sumenep, Madura.
- Berbeda dari kakak-kakaknya yang aktif di politik, Inayah meniti karier di dunia seni peran dan komedi sambil menyuarakan isu kemanusiaan serta toleransi lewat karya kreatifnya.
- Selain berkarya di hiburan, Inayah aktif dalam gerakan sosial Positive Movement untuk pemberdayaan masyarakat dan perlindungan buruh migran, meneruskan semangat perjuangan Gus Dur.
Jakarta, IDN Times - Kabar bahagia datang dari keluarga mendiang Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Putri bungsunya, Inayah Wulandari Wahid, resmi menikah dengan Muhammad Shalahuddin atau yang akrab disapa Ra Mamak. Ia merupakan seorang kiai dan pengasuh di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura.
Momen pernikahan keduanya viral di media sosial baru-baru ini, menampilkan suasana hangat dan sederhana. Jauh dari kemewahan, acara silaturahmi dua keluarga besar ini digelar di lingkungan pesantren di Madura, Jawa Timur. Meski baru ramai diperbincangkan pada April 2026, akad nikah keduanya sebenarnya telah berlangsung pada 22 Januari 2025 di Ciganjur secara tertutup. Sosok Inayah pun kembali menjadi sorotan publik. Berikut profilnya.
1. Profil Inayah Wahid, kerap diasosiasikan dengan Gus Dur

Lahir di Jakarta pada 31 Desember 1982, Inayah merupakan anak keempat dari pasangan KH Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah. Inayah memiliki tiga kakak perempuan yang juga aktif di berbagai bidang, yaitu Alissa Qotrunnada (Alissa Wahid), Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid), dan Anita Hayatunnufus (Anita Wahid). Berbeda dengan kakak-kakaknya yang banyak berkecimpung di ranah politik dan pemikiran Islam moderat, Inayah memilih jalur seni peran dan komedi.
Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia, dan sejak masa kuliah telah menunjukkan ketertarikan yang besar pada isu-isu kemanusiaan. Inayah dikenal sebagai sosok yang cerdas, kritis, dan memiliki selera humor yang kuat, karakter yang kerap diasosiasikan dengan sang ayah. Gaya komunikasinya yang santai namun tajam membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda.
2. Kiprah di dunia seni dan hiburan

Inayah membuktikan bahwa pesan sosial bisa disampaikan lewat cara kreatif. Namanya dikenal luas saat tampil dalam sitkom OK-JEK sebagai pengemudi ojek daring.
Selain itu, ia juga aktif di teater, monolog, hingga stand-up comedy. Lewat panggung hiburan, Inayah kerap menyelipkan kritik sosial, isu toleransi, hingga nilai kemanusiaan dengan pendekatan yang ringan namun mengena.
3. Aktivis kemanusiaan dan penggerak sosial

Tak hanya di dunia seni, Inayah juga aktif dalam gerakan sosial melalui Positive Movement. Ia terlibat dalam berbagai isu seperti pemberdayaan masyarakat dan perlindungan buruh migran.
Inayah kerap turun langsung ke lapangan untuk mendampingi masyarakat, melanjutkan semangat perjuangan Gus Dur dalam membela kelompok kecil dan marjinal. Baginya, keberagaman adalah kekuatan yang harus terus dijaga.
4. Menjaga warisan nilai toleransi

Sebagai anak Gus Dur, Inayah memandang identitasnya bukan sekadar latar belakang keluarga, tetapi juga tanggung jawab moral. Ia konsisten menyuarakan pentingnya toleransi, kemanusiaan, dan keadilan sosial dalam berbagai kesempatan.
Meski kehidupan pribadinya cenderung tertutup, Inayah tetap aktif berbagi karya dan aktivitas sosial di ruang publik. Ia menunjukkan bahwa kontribusi nyata bagi masyarakat jauh lebih penting daripada sorotan personal.
Dengan latar belakang seni dan aktivisme yang kuat, Inayah Wahid menjadi representasi perempuan modern yang tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan di tengah dinamika zaman.



















