Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Chimot Umumkan Mundur dari for Revenge Setelah 20 Tahun Bersama
for Revenge (Instagram.com/antarasuara_my)
  • Drummer sekaligus personel orisinal for Revenge, Chimot, mengumumkan keluar saat konser “Titik Sadrah” di Bandung pada 31 Oktober 2026, menutup kebersamaannya selama 20 tahun.

  • Melalui video di panggung, Chimot berterima kasih kepada Boniex, Aip, dan Izha, serta mengenang dukungan mereka dalam menghidupkan kembali for Revenge setelah masa vakum.

  • Sebelum mundur, Chimot mengurangi aktivitas panggung sejak cedera kaki pada 2025, tetapi tetap terlibat dalam proses kreatif, termasuk penggarapan album Perayaan Patah Hati - Babak Dua.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Chimot, pemain drum for Revenge, bilang ia keluar dari band setelah bersama 20 tahun. Ia bilang terima kasih kepada Boniex, Aip, dan Izha saat konser di Bandung. Chimot pernah sakit kaki dan tidak bisa sering main drum. Sekarang for Revenge harus jalan tanpa Chimot.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konser for Revenge “Titik Sadrah” berlangsung pecah dan meriah di Eldorado Sport & Convention Hall, Bandung, Sabtu (31/10/2026). Namun, di tengah kemeriahan perayaan 20 tahun perjalanan band tersebut, suasana mendadak berubah haru ketika sang drummer, Archims Pribadi atau yang akrab disapa Chimot mengumumkan keluar setelah dua dekade bersama for Revenge.

Pengumuman tersebut pun menjadi momen emosional tak terduga bagi para penggemar. Pasalnya, konser yang semula digelar untuk merayakan perjalanan panjang for Revenge justru sekaligus menjadi saksi perpisahan mereka dengan salah satu personel orisinalnya.

1. Chimot umumkan keluar dari for Revenge Setelah 20 Tahun, sampaikan pesan haru untuk Boniex cs

for Revenge (Instagram.com/sonymusicid)

Di tengah konser dua dekade perjalanan for Revenge, sang drummer, Chimot mengumumkan keluar dari band. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Chimot melalui video khusus yang ditampilkan di LED panggung. Dalam video itu, Chimot secara terbuka mengungkapkan bahwa ia sudah bukan lagi menjadi bagian dari for Revenge. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Boniex, Izha, serta Aip atas semua pengorbanan mereka selama perjalanan bersama.

“Ketika video ini dibuat, saya sudah bukan menjadi bagian dari for Revenge. Boniex, Izha, Aip, terima kasih banyak atas pengorbanan kalian, atas waktu kalian, atas ide-ide kalian. Terima kasih banyak,” kata Chimot dengan nada yang tenang.

Dalam video yang turut dibagikan oleh Sony Music Indonesia ke Instagram tersebut, Chimot juga menyampaikan pesan kepada masing-masing rekannya. Untuk Aip, ia mengingat kembali momen ketika rekannya tersebut kembali membangkitkan semangatnya untuk menghidupkan for Revenge pada 2016. Chimot mengaku bahwa saat itu, ia sebenarnya sudah mencoba melanjutkan hidup dengan caranya sendiri di luar band.

“Untuk Aip, Ip terima kasih sudah membakar semangat saya lagi untuk menghidupkan for Revenge di tahun 2016 yang sebenarnya gue udah mencoba survive dengan cara hidup saya sendiri di luar for Revenge, tapi terima kasih sudah hadir. Sudah membakar semangat saya lagi untuk membuat for Revenge,” katanya.

Sementara itu, kepada Izha, Chimot menyampaikan apresiasi atas loyalitas yang telah diberikan selama mereka membangun for Revenge. Menurutnya, Izha merupakan salah satu sosok yang menjadi saksi perjalanan band tersebut hingga mencapai titik sekarang.

“Untuk Iza, Ja, terima kasih loyalitas kamu terhadap saya, terhadap for Revenge. Kamu adalah salah satu orang yang menjadi saksi for Revenge sampai di titik sekarang, menemani saya dari perjuangan,” lanjutnya.

Pesan yang gak kalah emosional ditujukan kepada Boniex. Chimot menyinggung masa lalu yang pernah terjadi di antara mereka dan berharap semuanya bisa menjadi bagian dari perjalanan yang telah dilewati. Ia juga mengakui bahwa ide Boniex untuk membentuk for Revenge seperti sekarang memiliki peran besar dalam perjalanan band tersebut.

“Dan untuk Boniex. Bon, semua yang terjadi di antara kita di masa lalu, biarlah berlalu. Tapi di antara semuanya, ide kamu membuat for Revenge seperti ini karena jujur, saya tanpa kamu pun tidak akan bisa berjalan lancar.”

2. Sempat hiatus karena cedera kaki

for Revenge (Instagram.com/antarasuara_my)

Sebelum mengumumkan keluar, Chimot sendiri memang sudah lebih dulu mengurangi aktivitas panggung bersama for Revenge akibat cedera kaki yang dialaminya sejak 2025. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani penanganan dan fisioterapi sehingga belum bisa kembali bermain drum seperti sebelumnya.

Karena kondisi tersebut, Chimot pun terpaksa absen dari konser tunggal perdana for Revenge bertajuk “Sang Derana” yang digelar di Ecovention Hall, Ancol, 19 Juli 2025. Saat itu, posisinya sebagai drummer digantikan oleh additional player.

Setelah beberapa bulan menjalani pemulihan, Chimot sempat membagikan perkembangan kondisi fisiknya pada Desember 2025. Ia mengungkapkan bahwa dokter telah menyatakan dirinya pulih secara fisik. Namun, ia masih perlu menjalani program pemulihan dan pembugaran karena belum sepenuhnya yakin mampu menghadapi jadwal manggung yang padat.

Hal ini pun membuat Chimot harus menyesuaikan diri dengan aktivitas for Revenge. Meski sempat menepi dari panggung, ia masih terlibat dalam proses kreatif band, termasuk penggarapan album Perayaan Patah Hati - Babak Dua.

3. Merupakan salah satu member orisinal for Revenge

for Revenge (Instagram.com/antara.suara)

Chimot bukan sekadar drummer yang mengisi posisi di for Revenge. Ia merupakan salah satu pendiri band rock alternatif asal Bandung tersebut yang sudah terbentuk sejak 2006. Bahkan, sebelum formasi yang dikenal saat ini terbentuk, Chimot sudah lebih dahulu merintis for Revenge bersama Abie Nugraha dan Hagie Juliandri.

Pada awal terbentuk, for Revenge juga masih mengalami sejumlah perubahan formasi. Finz Yuniar kemudian bergabung sebagai vokalis pada 2007, sebelum akhirnya hengkang pada 2009. Posisinya kemudian diisi oleh Boniex Noer yang bergabung pada tahun yang sama. Kehadiran Boniex turut membawa perubahan pada karakter musik for Revenge.

Pada 2015, for Revenge pun kembali mengalami dinamika setelah Abie Nugraha memutuskan mundur. Setahun setelahnya, Boniex juga memilih keluar karena ingin fokus menjalani karier di luar musik. Kondisi tersebut pun membuat for Revenge memasuki masa vakum.

Namun, Chimot belum ingin benar-benar meninggalkan band yang telah dibangunnya. Dalam pesan perpisahan yang ditampilkan saat konser “Titik Sadrah,” ia secara khusus mengenang peran Aip yang kembali membangkitkan semangatnya untuk menghidupkan for Revenge pada 2016. Setelah melewati masa vakum dan beberapa kali berganti personel, for Revenge akhirnya kembali menemukan momentumnya ketika Boniex bergabung lagi pada penghujung 2019. Formasi mereka pun diperkuat oleh Aip sebagai gitaris dan Izha sebagai bassis.

Sejak saat itu, perjalanan for Revenge perlahan berkembang. Mereka terus merilis sejumlah karya, mulai dari album Perayaan Patah Hati – Babak 1 pada 2022 hingga Perayaan Patah Hati – Babak 2. Lagu-lagu seperti “Serana”, “Penyangkalan”, “Jakarta Hari Ini” memperkuat identitas musik mereka.

Curated For You

Editorial Team

Related Article