Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Comeback Ruth Sahanaya Telan Biaya Besar, Kado Ultah Ke-60 dari Suami

Comeback Ruth Sahanaya Telan Biaya Besar, Kado Ultah Ke-60 dari Suami
Potret Ruth Sahanaya sambil memegang EP-nya dalam bentuk vinyl di press conference, Selasa (1/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
  • Ruth Sahanaya menggarap EP Merindu dengan nuansa city pop dan dansa Latin, sambil menjaga karakter musiknya tetap relevan bagi berbagai kalangan tanpa sepenuhnya meninggalkan idealisme.

  • Dalam produksi ini, Uthe lebih terlibat langsung memilih lagu, menelaah makna lirik, hingga memperhatikan detail kata yang dinilai tidak sesuai dengan kesan yang ingin dibawakan.

  • Merindu diproduksi mandiri melalui Ruth Sahanaya Productions, sehingga biaya besar juga menjadi tantangannya; EP ini rilis 4 September 2026 dalam format digital, dan akan tersedia dalam vinyl terbatas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Ruth Sahanaya kembali berkarya di blantika musik Indonesia lewat EP terbarunya bertajuk Merindu. Proses penggarapan karya tersebut ternyata memberikan pengalaman yang berbeda untuk penyanyi yang sudah berkarya selama 42 tahun itu.

Dalam EP Merindu, penyanyi yang akrab disapa Mama Uthe ini menghadirkan pendekatan musikal yang berbeda dari karya-karya sebelumnya. Sejumlah lagu mengusung nuansa city pop yang lembut dan modern, serta lagu berirama dansa bergaya Latin yang catchy. Ia pun menghadapi tantangan dan perbedaan saat menggarap mini album barunya kali ini.

  1. 1. Menghadirkan warna musik yang disukai semua kalangan jadi tantangan Ruth Sahanaya

    Potret Ruth Sahanaya saat dijumpai di press conference EP terbarunya di Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
    Potret Ruth Sahanaya saat dijumpai di press conference EP terbarunya di Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

    Meski sudah memiliki jam terbang tinggi di dunia tarik suara, Uthe tak menampik turut menghadapi tantangan saat menggarap karya terbarunya. Tantangan tersebut datang dari pertanyaannya sendiri, apakah mampu menghadirkan warna musik yang disukai semua kalangan usia.

    "Sebenarnya tantangan juga buat aku, bagaimana caranya tetap dengan karakter aku, tapi masih ada kekiniannya. Jadi, aku tetap harus menekan ego," ucapnya dalam press conference EP Merindu yang digelar di Jakarta, Selasa (1/9/2026) lalu.

    Demi menghadirkan musik yang tetap relevan dengan zaman, Uthe mengaku harus mengesampingkan egonya. Walau demikian, penyanyi 60 tahun ini tak sepenuhnya meninggalkan idealisme yang selama ini menjadi bagian dari dirinya dalam bermusik. Oleh karena itu, ia juga memberikan sedikit sentuhan idealisme pribadi dalam karya musik kali ini.

    "Walaupun kalau nanti dengar ada sedikit komersil tetap, tapi ada idealis-idealisnya akulah gitu yang aku pikir bolehlah setelah 40 tahun berkarya, boleh kali sedikit-sedikit ya gitu ada idealis-idealisnya aku di musiknya," imbuh Uthe.

  2. 2. Ruth Sahanaya terlibat langsung dalam proses pemilihan lagu hingga lirik

    Potret Ruth Sahanaya saat dijumpai usai press conference EP terbarunya, Merindu, di Jakarta pada Selasa (1/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
    Potret Ruth Sahanaya saat dijumpai usai press conference EP terbarunya, Merindu, di Jakarta pada Selasa (1/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

    Tak hanya tantangan, proses penggarapan Merindu juga menghadirkan perbedaan tersendiri bagi Ruth Sahanaya. Ia mengaku, kali ini terlibat lebih jauh dalam keseluruhan produksi, mulai dari memerhatikan materi lagu yang dipilih, termasuk memahami makna dan isi dari setiap lirik yang akan dinyanyikannya.

    Uthe bahkan cukup detail memerhatikan penggunaan kata-kata tertentu dalam lagu. Ia pun tak ragu untuk memberikan perhatian terhadap bagian lirik yang dirasanya kurang sesuai atau memiliki kesan tertentu.

    "Banyak banget perbedaannya, karena kalau ini sekarang saya benar-benar terlibat langsung secara keseluruhan dari memilih lagu sampai lirik-liriknya pun saya ikut melihat. Saya benar-benar membaca apa isi, makna dari lagu tersebut, bahkan sampai ketika ada lirik-lirik tertentu yang menurut aku, 'Kayaknya gak, deh. Jangan gitu. Kayak kesannya belagu kalau ini'. Aku sih lebih kayak gitu, detail-detailnya, itu aku memperhatikan sekali," katanya.

  3. 3. Biaya produksi yang besar juga menjadi tantangan saat garap Merindu

    Potret Ruth Sahanaya dijumpai saat press conference EP terbarunya, Merindu, di Jakarta pada Selasa (1/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
    Potret Ruth Sahanaya dijumpai saat press conference EP terbarunya, Merindu, di Jakarta pada Selasa (1/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

    EP Merindu juga menjadi rilisan karya yang berbeda, karena sekarang Uthe memproduksinya secara mandiri lewat Ruth Sahanaya Productions. Kondisi itu pun membuatnya harus berhadapan langsung dengan berbagai perhitungan biaya selama produksi.

    Pengalaman tersebut kemudian menyadarkan Uthe akan besarnya biaya untuk memproduksi sebuah karya. Ia pun mengaku dana yang digunakan saat menggarap Merindu memiliki jumlah tidak sedikit.

    "Dan yang pasti struggle-nya lagi adalah masalah ini (dana). Harus menabung karena setelah saya menjalani sendiri, langsung jadi tahu hitung-hitungannya kan. Wow, ternyata banyak juga ya, besar juga yang harus kita keluarkan dana untuk ini," ujar Uthe.

    Bagi Uthe, biaya produksi besar menjadi salah satu tantangan lain yang dihadapinya. Ia pun berterima kasih kepada sang suami sekaligus manajernya, Jeffry Waworuntu, yang telah ikut membantu dan bertindak sebagai eksekutif produser. Menurut Uthe, mini album ini menjadi hadiah istimewa dari suami untuk ulang tahunnya yang ke-60.

    "Seperti tadi yang saya katakan, struggle-nya kerasa sekali. Kita sama-sama hitung-hitungannya gitu. Terima kasih ya, karena dia (Jeffry) bilang, 'Ini hadiah untuk kamu 60 tahun' gitu. Thank you," pungkasnya.

    EP Merindu tak hanya dirilis Ruth Sahanaya dalam format digital saja. Sebagai bagian dari perayaan perilisan Merindu, Uthe kabarnya juga akan menghadirkan rilisan fisik terbatas dalam format vinyl dan menyuguhkan rangkaian konten live session di kanal YouTube miliknya secara bertahap. Mini album terbaru Ruth Sahanaya bertajuk Merindu akan rilis pada 4 September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More