Nonton Musikal Absurd: Hidup Segan but l’m Not Done, Seberapa Absurd?

- Musikal Absurd: Hidup Segan but I’m Not Done mengisahkan Vina, pekerja kantoran yang lelah menghadapi rutinitas, dengan tekanan kerja dibungkus kejadian nyeleneh dan komedi.
- Pertunjukan di Ciputra Artpreneur memanfaatkan set kamar Vina yang sederhana, interaksi langsung dengan penonton, serta lagu-lagu seperti “Geng Pertamak” dan “Pelan tapi Party” untuk menjaga suasana hidup.
- Keabsurdan hadir lewat adegan tak terduga, termasuk flashback hingga masa Vina menjadi sperma, karakter-karakter unik, improvisasi yang terasa natural, dan sentilan politik tipis dari Om Botak.
Jakarta, IDN Times - Hal apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata “absurd”? Sesuatu yang tidak masuk akal, tingkah laku yang random, atau justru situasi yang membuat bertanya-tanya, “Ini sebenarnya lagi ngapain, sih?”
Rasanya, beberapa hal tersebut cukup untuk menggambarkan pengalaman saya saat menyaksikan Musikal Absurd: Hidup Segan but I’m Not Done yang berlangsung penuh keabsurdan di Ciputra Artpreneur pada Jumat (4/9/2026).
Sejak awal pertunjukan, penonton diajak masuk ke dunia yang serba tak terduga. Alurnya bergerak dengan cara yang nyeleneh, tapi manjur menggelitik perut penonton. Bukan cuma cerita dan karakter-karakter absurdnya yang berhasil mengundang tawa, momen di atas panggung yang terasa spontan juga menjadi salah satu daya tarik pertunjukan ini. Lantas, seberapa absurd Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done?
1. Sulit membedakan, mana adegan yang sesuai skrip dan yang spontan

Pertunjukan Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done) Ini merupakan pengalaman pertama saya menonton Musikal Absurd: Hidup Segan but I’m Not Done. Karena judulnya saja sudah unik, saya pun tidak berekspektasi pertunjukan ini akan berjalan normal. Dan benar saja! Begitu pertunjukan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, penonton seketika dibawa masuk ke dunia Vina yang serba absurd.
Sebenarnya, pertunjukan ini memiliki cerita yang cukup kuat. Kisahnya mengikuti kehidupan Vina sebagai pekerja kantoran yang mulai merasa lelah menghadapi rutinitas penuh tekanan. Bagi anak korporat, beberapa situasinya mungkin terasa relate. Namun, alih-alih menyajikan tekanan tersebut secara serius, semuanya justru dibungkus dengan berbagai kejadian absurd. Hasilnya, persoalan yang seharusnya terasa berat malah mengundang tawa.
Berlangsung di Ciputra Artpreneur, pertunjukan ini juga terasa begitu intimate. Para pemain beberapa kali mengajak penonton untuk berinteraksi secara langsung. Bahkan sebelum cerita benar-benar dimulai, karakter Sugeng memancing antusiasme dengan mengajak penonton chit-chat colongan tentang kehidupan toksik di kantor. Aksi Sugeng tersebut pun menjadi pembuka yang apik karena beberapa penonton tampak ragu-ragu untuk mengaku. Hihihi~
Menurut saya, semakin cerita berjalan, semakin sulit untuk menebak apa yang bakal terjadi. Ada saja kejadian tak terduga, seperti dari kostum yang tiba-tiba malfungsi hingga pemain yang terkesan lupa skrip. Menariknya, alih-alih canggung, mereka justru langsung membalikkan situasi hingga membuat penonton sulit membedakan mereka sedang beradegan atau beneran spontan.
Entah scripted atau tidak, semuanya terasa begitu natural. Jadi, kalau mau nonton pertunjukan ini, satu hal yang pasti, yaitu siap-siap saja dengan kejadian yang di luar prediksi.
2. Panggungnya sederhana, tapi suasananya jauh dari kata monoton

Pertunjukan Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done) Sekilas, panggung pertunjukan ini memang terlihat sederhana. Kamar Vina menjadi satu-satunya set utama yang terlihat di atas panggung, lengkap dengan lampu-lampu kecil dan berbagai properti gemas. Di belakangnya, tirai merah membentang menutup area belakang panggung, sementara sisi kiri dan kanannya menjadi akses keluar-masuk para pemain.
Namun, kesederhanaan panggung tersebut tak lantas membuat pertunjukan terasa monoton. Para pemain benar-benar mampu memaksimalkan set yang ada sehingga suasana tetap terasa hidup. Bahkan, keseruan tidak selalu terjadi di depan tirai. Sesekali terdengar keributan dari baliknya yang justru ikut mengundang tawa penonton. Jadi, meski yang terlihat hanya kamar Vina, selalu ada saja sesuatu di balik tirai yang membuat saya penasaran.
Pertunjukan dengan Lagu-lagu seperti “Geng Pertamak” dan "Pelan tapi Party” pun membuat suasana semakin hidup. Sebagai penutup yang sekaligus memperkuat sisi absurdnya, “Hidup Segan but I’m Not Done” pun menjadi lagu favorit saya. Aransemennya terdengar khas, dengan melodi yang sederhana tapi tetap catchy. Tipe lagu yang awalnya cuma didengar saat pertunjukan, eh, beberapa saat kemudian malah masih muter di kepala. Hihihi.
3. Seberapa absurd Musikal Absurd: Hidup Segan but I’m Not Done? Absurd-nya ke mana-mana!

Pertunjukan Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done) Semakin mengikuti perjalanan Vina, saya mulai sadar kalau kata “absurd” dalam pertunjukan musikal ini memang bukan sekadar nama. Apa pun bisa terjadi. Contohnya, kalau biasanya adegan flashback membawa penonton kembali ke masa kecil sang tokoh utama, di sini justru diajak mundur jauh sampai ke masa ketika Vina masih menjadi sperma. Kebayang, kan, seabsurd apa pertunjukan ini?
Adegan saat Sugeng sendirian di kamar karena ditinggal Vina mandi juga menjadi salah satu gong bagi saya. Lucunya tuh natural banget. Bukannya sekadar menunggu adegan berikutnya, Sugeng malah duduk santai dan secara tak terduga menghampiri penonton untuk ngobrol. Alhasil, interaksi kecil seperti ini membuat penonton seolah turut menjadi bagian dari pertunjukan.
Karakter-karakter seperti Chibi Maruko Cuan, Christina Aguilera, hingga Om Botak juga sukses bikin suasana makin chaos. Om Botak bahkan beberapa kali bikin pemain lain ikut tegang karena menghadirkan lawakan absurd yang dibungkus sentilan politik tipis-tipis.
Terlepas dari semua keabsurdannya, setiap karakter di pertunjukan ini memang memiliki ciri khas yang kuat. Salah satu yang memang mencuri perhatian saya sejak awal tentu saja Sugeng. Gaya bicaranya yang ala anak korporat banget sempat membuat saya merasa gemas dan berpikir sepertinya asyik kalau punya teman seperti Sugeng yang chill buat diajak ngobrol atau sekadar gosip bareng. Hihihi~
Jadi intinya, Musikal Absurd: Hidup Segan but I’m Not Done memang bukan pertunjukan yang bisa ditebak arahnya. Ceritanya suka membawa penonton ke hal-hal yang sama sekali gak disangka-sangka, tetapi tetap punya alur yang seru untuk diikuti. Ditambah lagi, performa para pemainnya juga sama-sama mencuri perhatian. Satu lagi, vokal khas Christina Aguilera juga menggelegar banget. Gokil!





















