Potret Ruth Sahanaya dijumpai saat press conference EP terbarunya, Merindu, di Jakarta pada Selasa (1/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
EP Merindu juga menjadi rilisan karya yang berbeda, karena sekarang Uthe memproduksinya secara mandiri lewat Ruth Sahanaya Productions. Kondisi itu pun membuatnya harus berhadapan langsung dengan berbagai perhitungan biaya selama produksi.
Pengalaman tersebut kemudian menyadarkan Uthe akan besarnya biaya untuk memproduksi sebuah karya. Ia pun mengaku dana yang digunakan saat menggarap Merindu memiliki jumlah tidak sedikit.
"Dan yang pasti struggle-nya lagi adalah masalah ini (dana). Harus menabung karena setelah saya menjalani sendiri, langsung jadi tahu hitung-hitungannya kan. Wow, ternyata banyak juga ya, besar juga yang harus kita keluarkan dana untuk ini," ujar Uthe.
Bagi Uthe, biaya produksi besar menjadi salah satu tantangan lain yang dihadapinya. Ia pun berterima kasih kepada sang suami sekaligus manajernya, Jeffry Waworuntu, yang telah ikut membantu dan bertindak sebagai eksekutif produser. Menurut Uthe, mini album ini menjadi hadiah istimewa dari suami untuk ulang tahunnya yang ke-60.
"Seperti tadi yang saya katakan, struggle-nya kerasa sekali. Kita sama-sama hitung-hitungannya gitu. Terima kasih ya, karena dia (Jeffry) bilang, 'Ini hadiah untuk kamu 60 tahun' gitu. Thank you," pungkasnya.
EP Merindu tak hanya dirilis Ruth Sahanaya dalam format digital saja. Sebagai bagian dari perayaan perilisan Merindu, Uthe kabarnya juga akan menghadirkan rilisan fisik terbatas dalam format vinyl dan menyuguhkan rangkaian konten live session di kanal YouTube miliknya secara bertahap. Mini album terbaru Ruth Sahanaya bertajuk Merindu akan rilis pada 4 September 2026.