Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar Film Sutradara Tumpal Tampubolon, Ada yang Azka Corbuzier Debut

5 min read
Daftar Film Sutradara Tumpal Tampubolon, Ada yang Azka Corbuzier Debut
Tumpal Tampubolon (instagram.com/lapmut)
  • Azka Corbuzier debut sebagai aktor lewat film pendek Home, Almost karya Tumpal Tampubolon, tentang petarung MMA amatir yang menghadapi konflik keluarga saat mengantar adiknya pulang.
  • Home, Almost dijadwalkan world premiere dan berkompetisi di Urbanworld Film Festival 2026, New York, pada 15 Oktober dalam program Love, Home + Becoming I.
  • Tumpal Tampubolon dikenal lewat karya festival, termasuk Laut Memanggilku yang menang di Busan dan FFI, serta film panjang Crocodile Tears yang tayang perdana di TIFF 2024.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Azka Corbuzier resmi memulai debutnya sebagai aktor lewat film pendek Home, Almost. Menariknya, debut tersebut akan menjalani world premiere sekaligus berkompetisi di Urbanworld Film Festival 2026 di New York, Amerika Serikat, pada Oktober 2026. Pencapaian tersebut tak lepas dari Tumpal Tampubolon, sang sutradara yang dikenal sudah jadi langganan festival.

Home, Almost digarap oleh Tumpal Tampubolon, sineas yang sudah membuat sejumlah film pendek dan film panjangnya berkeliling ke festival dalam maupun luar negeri. Salah satu karyanya bahkan pernah meraih penghargaan film pendek terbaik di Busan International Film Festival. Lantas, film apa saja yang pernah disutradarai Tumpal Tampubolon sebelum Home, Almost? Berikut daftarnya!

  1. 1. The Last Believer

    Cuplikan adegan film The Last Believer karya Tumpal Tampubolon yang tersedia melalui platform Festival Scope.
    cuplikan film The Last Believer karya Tumpal Tampubolon (pro.festivalscope.com)

    The Last Believer merupakan salah satu karya paling awal Tumpal Tampubolon sebagai sutradara. Film pendek berdurasi sekitar sembilan menit ini dirilis pada 2006 silam. Kisahnya berfokus pada Bella yang percaya bahwa dirinya bisa menyembuhkan sang adik, Karla, yang sedang sakit keras dengan cara menjadi vampir.

    Menariknya, perjalanan film ini sudah dimulai sejak tahap pengembangan. Skenario The Last Believer memenangkan Script Development Competition kategori Best Short Fiction di Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2005. Usai filmnya dibuat, karyanya langsung meraih penghargaan film pendek fiksi terbaik di ajang tersebut. Film ini juga tercatat pernah diputar dalam program Bali International Short Film Festival 2015.

  2. 2. Drum Lesson

    Cuplikan adegan dari film Drum Lesson yang tersedia di MUBI, menampilkan momen dalam cerita film tersebut.
    cuplikan film Drum Lesson (mubi.com)

    Dua tahun kemudian, Tumpal menyutradarai Drum Lesson. Kembali dengan format film pendek, karya ini dibuat ketika dirinya mengikuti Asian Young Filmmakers Forum di Jeonju, Korea Selatan, pada 2007. Kendati demikian, ini menjadi salah satu karya ikonik buatannya.

    Film ini bercerita tentang seorang perempuan lanjut usia yang ingin belajar bermain drum untuk bergabung dengan band gerejanya. Ia kemudian menemukan seorang guru drum yang ternyata merupakan mantan anggota band metal. Pertemuan keduanya menghasilkan kisah yang unik dan jenaka.

  3. 3. Belkibolang: Mamalia

    Cuplikan segmen Mamalia dari film Belkibolang karya Tumpal Tampubolon, sebagaimana ditayangkan di Festival Scope.
    cuplikan film Belkibolang segmen Mamalia karya Tumpal Tampubolon (pro.festivalscope.com)

    Belkibolang merupakan film omnibus yang terdiri dari sembilan film pendek karya sejumlah sutradara Indonesia. Salah satunya adalah segmen berjudul “Mamalia” yang disutradarai Tumpal Tampubolon. Segmen ini mengikuti Wati yang sedang mencari sebuah alamat. Ia kemudian bertemu Maman, seorang tukang ojek, yang menawarkan bantuan untuk mengantarnya. Keduanya berkeliling mencari alamat tersebut hingga sebuah kejadian membuat perjalanan mereka berubah arah.

    Sebagai bagian dari Belkibolang, film ini punya perjalanan festival yang cukup panjang. Belkibolang diputar di International Film Festival Rotterdam, Hong Kong International Film Festival, Jeonju International Film Festival, serta Far East Film Festival di Udine, Italia. Di Indonesia, Belkibolang juga menjadi bagian dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2010 dan mendapat nominasi Golden Hanoman.

  4. 4. Laut Memanggilku

    Poster film Laut Memanggilku dari akun Instagram lapmut, menampilkan judul film sebagai elemen utama desain.
    poster film laut memanggilku (instagram.com/lapmut)

    Nama Tumpal semakin mendapat perhatian setelah menyutradarai Laut Memanggilku. Film pendek ini mengikuti Sura, seorang anak yang tinggal sendirian di sebuah desa nelayan dan menunggu ayahnya yang gak kunjung pulang. Suatu hari, Sura menemukan sebuah boneka di tumpukan sampah. Boneka tersebut kemudian menjadi teman sekaligus sosok “ibu” bagi Sura. Namun, kedekatan mereka terancam ketika Argo berusaha mengambil boneka tersebut.

    Film ini menjalani world premiere di Busan International Film Festival 2021 dalam program Wide Angle. Gak berhenti di pemutaran festival, Laut Memanggilku kemudian memenangkan Sonje Award untuk Best Asian Short Film. Di Indonesia, film ini juga memenangkan Film Cerita Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Selain itu, Laut Memanggilku meraih penghargaan di French Riviera Film Festival 2022, termasuk Best Drama dan Best Director.

  5. 5. Crocodile Tears

    Poster promosi film Crocodile Tears dengan judul utama dan desain visual bernuansa dramatis berwarna gelap.
    Poster film Crocodile Tears. (Instagram: talamedia_co)

    Setelah berkarya lewat sejumlah film pendek, Tumpal akhirnya melakukan debut sebagai sutradara film panjang melalui Crocodile Tears atau Air Mata Buaya. Film ini mengikuti Johan, pemuda yang tinggal bersama ibunya di sebuah taman buaya di Jawa Barat. Kehidupan Johan yang selama ini berada di bawah pengawasan ketat sang ibu mulai berubah ketika ia bertemu Arumi.

    Crocodile Tears melakukan world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2024 dalam program Centrepiece. Setelah itu, film tersebut berlanjut ke Busan International Film Festival, BFI London Film Festival, Torino Film Festival, Adelaide Film Festival, Tallinn Black Nights Film Festival, Singapore International Film Festival, Jogja-NETPAC Asian Film Festival, hingga Red Sea International Film Festival.

    Selain daftar panjang penayangan di festival bergengsi, film ini juga meraih sejumlah nominasi dan penghargaan. Salah satunya yang menonojol adalah nominasi Sutherland Award di BFI London Film Festival dan kemenangan dalam kategori Direction Award dan Nongshim Award di Jakarta Film Week 2025. Filmnya pun sudah tersedia di Netflix.

  6. 6. Home, Almost

    Suasana di balik layar proses produksi film Home, Almost yang didokumentasikan oleh Aftersun Creative.
    potret behind the scene film Home, Almost (dok. aftersun_creative)

    Film terbaru Tumpal adalah Home, Almost, yang sekaligus menjadi karya debut Azka Corbuzier sebagai aktor. Dalam film pendek ini, Azka berperan sebagai Darren, seorang petarung MMA amatir yang harus menghadapi konflik di luar ring ketika mengantar pulang adiknya yang mabuk. Cerita kemudian berkembang menjadi drama keluarga yang mempertemukan Darren dengan ayah dan adiknya.

    Home, Almost akan menjalani world premiere sekaligus berkompetisi di Urbanworld Film Festival 2026 di New York. Film tersebut dijadwalkan diputar pada 15 Oktober 2026 di Regal Union Square dalam program Love, Home + Becoming I. Gak main-main, Urbanworld dikenal sebagai festival yang berstatus Academy Award-qualifying, alias dipertimbangkan dalam ajang penghargaan Oscar.

    Kita nantikan karya-karya berikutnya, ya!

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More