Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Rekor Album Rock Klasik No. 1 Terlama dalam Sejarah Musik

4 min read
5 Rekor Album Rock Klasik No. 1 Terlama dalam Sejarah Musik
The Beatles (facebook.com/The Beatles)
  • Fleetwood Mac memegang durasi terlama dalam daftar ini: Rumours menghabiskan 31 minggu di posisi No. 1 Billboard 200 pada 1977, didorong hit seperti 'Dreams' dan 'Go Your Own Way'.

  • More of the Monkees bertahan 18 minggu di puncak Billboard 200 pada 1967 dan menjadi album terlaris tahun itu, sementara Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band memimpin selama 15 minggu.

  • The Wall milik Pink Floyd memuncaki Billboard 200 selama 15 minggu pada 1980, sedangkan A Hard Day’s Night memimpin 14 minggu, melanjutkan dominasi album The Beatles pada 1964.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musik rock klasik punya banyak album yang bukan cuma dikenang karena lagu-lagunya, tetapi juga karena pencapaiannya di tangga lagu. Beberapa album bahkan mampu bertahan di posisi puncak Billboard 200 selama berminggu-minggu. Pencapaian tersebut menjadi bukti betapa besar pengaruh para musisi rock pada masanya.

Menariknya, sejumlah album legendaris membutuhkan waktu yang cukup lama untuk turun dari posisi No. 1. Ada yang sempat tergeser sebelum kembali menguasai tangga album, sementara lainnya mampu bertahan tanpa memberikan kesempatan bagi rilisan lain untuk mengambil alih. Berikut lima album rock klasik dengan catatan panjang di posisi No. 1 dalam sejarah musik.

  1. 1. Rumours – Fleetwood Mac

    Dirilis pada Februari 1977, Rumours menjadi salah satu album paling sukses dalam sejarah Fleetwood Mac. Tidak mengherankan jika Rumours menghasilkan beberapa hit besar, seperti 'Go Your Own Way', 'Dreams', 'Don't Stop', dan 'You Make Loving Fun'. Kesuksesan lagu-lagu tersebut membuat Fleetwood Mac terus menjadi salah satu nama yang paling banyak dibicarakan sepanjang 1977.

    Album ini sempat berada di posisi No. 1 selama dua minggu pada April, lalu kembali ke puncak dan bertahan selama delapan minggu pada musim panas. Setelah sempat digeser selama satu minggu oleh Barry Manilow Live, Rumours kembali ke posisi teratas dan bertahan dari akhir Juli hingga akhir November. Secara keseluruhan, album ini menghabiskan 31 minggu di posisi No. 1 Billboard 200.

  2. 2. More of the Monkees – The Monkees

    The Monkees pada awalnya dikenal sebagai grup yang lahir dari serial televisi NBC dengan nama sama. Konsepnya memang tidak biasa karena acara tersebut dibuat sekaligus untuk membantu menjual musik para pemerannya. Strategi itu ternyata bekerja sangat baik. Album debut mereka berhasil mencapai posisi No. 1 Billboard 200 pada 1966 dan bertahan di sana selama 13 minggu.

    Kesuksesan tersebut kemudian dilanjutkan lewat album kedua, More of the Monkees. Dirilis pada 1967, album ini diperkuat lagu-lagu populer seperti '(I'm Not Your) Steppin' Stone' dan 'I'm a Believer'. Berkat respons luar biasa dari pendengar, More of the Monkees mampu bertahan di posisi No. 1 selama 18 minggu di Amerika Serikat. Pencapaian tersebut bahkan membuat Billboard menobatkannya sebagai album terlaris sepanjang 1967.

  3. 3. Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band – The Beatles

    The Beatles mengalami perubahan besar dalam perjalanan karier mereka. Setelah dikenal sebagai grup pop-rock yang memicu fenomena Beatlemania, mereka mulai mengeksplorasi suara yang jauh lebih eksperimental. Perubahan itu terlihat sangat jelas lewat Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band, album 1967 yang memadukan rock, psikadelia, dan konsep cerita tentang sebuah band fiktif.

    Eksperimen The Beatles tersebut ternyata diterima dengan sangat baik oleh pendengar. Dirilis pada Mei 1967, Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band mencapai posisi No. 1 Billboard 200 pada Juli dan terus bertahan di puncak selama hampir empat bulan. Album ini akhirnya digeser oleh Ode to Billie Joe milik Bobbie Gentry setelah mencatat 15 minggu di posisi No. 1. Pencapaian tersebut semakin memperkuat status album ini sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah musik rock.

  4. 4. The Wall – Pink Floyd

    Pink Floyd sudah menjadi salah satu grup rock terbesar pada 1970-an berkat album seperti The Dark Side of the Moon dan Wish You Were Here. Ekspektasi terhadap rilisan berikutnya pun sangat tinggi. Mereka kemudian menghadirkan The Wall pada November 1979, sebuah album konsep ambisius yang dikembangkan terutama oleh bassist Roger Waters.

    The Wall menghasilkan beberapa lagu Pink Floyd yang paling dikenal hingga sekarang. 'Another Brick in the Wall (Part II)' bahkan berhasil menduduki posisi No. 1 tangga lagu single Amerika Serikat pada awal 1980, bersamaan dengan kesuksesan album induknya. Pada minggu yang sama ketika lagu tersebut mencapai puncak Hot 100, The Wall juga naik ke posisi No. 1 Billboard 200 dan bertahan di posisi teratas selama 15 minggu.

  5. 5. A Hard Day's Night – The Beatles

    Tahun 1964 menjadi salah satu periode paling luar biasa dalam karier The Beatles. Popularitas mereka begitu besar sampai-sampai grup asal Liverpool tersebut mampu menempatkan lima lagu sekaligus di lima posisi teratas Billboard Hot 100. Kesuksesan mereka juga terasa sangat kuat di pasar album.

    Meet the Beatles! memimpin Billboard 200 selama 11 minggu sebelum posisinya diambil alih The Beatles' Second Album, yang kemudian bertahan selama lima minggu. Dominasi dua album tersebut menghasilkan total 16 minggu berturut-turut bagi album The Beatles di posisi No. 1.

    Setelah itu, A Hard Day's Night, album yang menjadi pendamping film mereka dengan judul sama, kembali membawa The Beatles ke puncak. Berisi lagu-lagu yang terdengar dalam film, termasuk 'A Hard Day's Night' dan 'Can't Buy Me Love', album ini menguasai Billboard 200 selama 14 minggu dari akhir Juli hingga akhir Oktober 1964.

    Deretan album di atas menunjukkan betapa kuatnya dominasi musik rock klasik di tangga album Amerika. Dari kelima album tersebut, mana yang paling layak disebut sebagai favorit?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More