Denny Sumargo Awalnya Gak Mau Bikin Film Baby Udon, Kenapa?

Olivia Allan diam-diam membeli hak adaptasi kisah Fanny Kondoh, meski Densu pada awalnya menolak terlibat menggarap film Baby Udon karena takut mengecewakan Fanny serta mendiang Hajime Kondoh.
Merasa 'terjebak', Densu pun berupaya membatalkan proyek lewat berbagai syarat, tetapi keterlibatan Fajar Bustomi dan Yudi Datau membuat produksi berjalan.
Fanny memilih Densu di tengah banyak tawaran PH karena ingin kisahnya tidak sekadar jadi film viral dan memiliki keinginan hasil dari film tersebut dapat digunakan membangun masjid.
Jakarta, IDN Times – Denny Sumargo berbagi cerita di balik proses produksi film Baby Udon yang menjadi debutnya sebagai produser film melalui rumah produksi Sumargo Films. Artis yang akrab disapa Densu itu justru berkelakar sempat merasa seperti 'terjebak' saat menggarap film tersebut.
Pasalnya, setiap upaya yang ia lakukan untuk menghindari project itu membuat proses produksi terus berjalan hingga akhirnya film Baby Udon benar-benar terwujud. Padahal, Densu awalnya menolak terlibat, karena khawatir tak mampu menghadirkan adaptasi yang sesuai dengan kisah kreator konten Fanny Kondoh dan mendiang Hajime Kondoh.
1. Berawal dari podcast, Olivia Allan diam-diam membeli hak adaptasi kisah Fanny

Semuanya bermula dari podcast bersama Fanny yang kemudian membuat Densu merasa kisah itu layak diangkat ke dalam sebuah film. Setelah podcast tersebut, Densu diberi tahu sang istri, Olivia Allan, kalau banyak rumah produksi yang tertarik mengadaptasi kisah Fanny. Namun, Fanny saat itu belum menemukan sosok yang dianggap tepat untuk menggarap ceritanya.
Mengetahui hal itu, Olivia mencoba mengajak Densu untuk mengadaptasi kisah Fanny menjadi sebuah film. Densu sebenarnya sudah memiliki gambaran bakal seperti apa film Baby Udon bila diproduksi, tetapi ia menolak. Walau begitu, Olivia pada akhirnya tetap membeli hak adaptasi (IP) kisah Fanny tanpa sepengetahuan Densu.
"Gue pikir dia menginformasikan doang ke Fanny. Ternyata, dibeli IP-nya. Terus balik, 'Yang, aku udah beli IP-nya.' 'Terus kenapa?' 'Yang, kamu bikin, ya, filmnya?' 'Kan tadi gue udah bilang gue gak mau'," cerita Densu sambil bercanda santai saat press conference film Baby Udon di Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026).
2. Densu sempat cari cara untuk membatalkan proyek Baby Udon

Merasa seperti 'terjebak' untuk membuat film, Densu mencari cara agar project tersebut batal dengan sengaja membuat berbagai syarat, mulai dari mencari sutradara sampai rekanan production house yang cocok. Di luar dugaan, seluruh syarat tersebut terpenuhi satu per satu dengan bergabungnya Fajar Bustomi sebagai sutradara, sinematografer Yudi Datau, hingga LYTO Pictures yang mau diajak bekerja sama.
"Gimana ya persulitnya? Ah, 'Kalau film PH baru gak bisa masuk bioskop, gak bisa dia, harus ada gandengan collab.' Dicari tuh, dia (Olivia) muter-muter, gak ketemu. Sulit tuh. Terakhir, dia datang, 'Yang, aku ketemu orang LYTO Pictures,' katanya. 'Jadi, Yang.' 'Jadi apa?' gue bilang. 'Jadi kita kerja sama dia.' Innalillahi, jadi ini Pak. Jadi ini barang," cerita Densu yang disambut tawa.
Densu sendiri menolak memproduksi film Baby Udon, karena takut akan mengecewakan Fanny dan Hajime Kondoh. Ia pun memiliki kekhawatiran membuat film yang tidak sebagus cerita Fanny di podcast-nya. Berangkat dari perasaan itulah, Densu berusaha mencari cara agar film tersebut berjalan tanpa keterlibatannya.
"Gue takut nanti gue bikin (film), Fanny Kondoh-nya kecewa. Gue takut nanti gue bikin, Hajime Kondoh-nya kecewa, dan gue takut cerita yang ada di podcast gue yang udah kita denger, yang udah kita nonton, yang kita udah punya imajinasi itu, ketika kita nonton, kalian kecewa. Gue gak mau ngecewain orang," jelas Densu.
3. Fanny Kondoh sebut ada banyak PH yang tertarik mengangkat kisahnya

Sama seperti yang diceritakan Densu, Fanny membenarkan ada banyak production house yang tertarik mengangkat kisah tersebut ke dalam film. Akan tetapi, Fanny belum menerima tawaran karena menilai PH-PH tersebut hanya akan mengangkat kisahnya menjadi film viral biasa saja.
Di sisi lain, menurut cerita Densu, Fanny juga ingin uang hasil dari film Baby Udon dapat digunakan untuk membuat masjid sebagai bentuk amal jariah mendiang sang suami. Pada akhirnya, Fanny mantap memilih Densu yang dianggapnya menjadi sosok tepat untuk menggarap kisahnya ke dalam film.
"Saya tuh di-approach banyak banget PH gede-gede, tapi saya merasa mereka ini, apa ya, hanya membuat kisah cinta saya tuh sekadar film-film viral biasa saja. Setelah udah tayang, ya sudah balik lagi. Saya berdoa sama Allah, 'Ya Allah, saya di-approach sekian banyak PH, tunjukkanlah mana yang patut saya pilih,' dan jawabannya ada di Densu. Densu ini adalah jawaban sepertiga malam saya," ucap Fanny.
Disutradarai Fajar Bustomi, film Baby Udon menghidupkan kembali perjalanan emosional yang dialami Fanny Kondoh bersama mendiang suaminya asal Jepang, Hajime Kondoh. Film yang dibintangi Denny Sumargo dan Caitlin Halderman ini siap tayang di bioskop pada 3 September 2026.





















