Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Detail Tersembunyi di Backrooms, Sarat Makna!

5 Detail Tersembunyi di Backrooms, Sarat Makna!
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)
Intinya Sih
  • Film Backrooms karya Kane Parsons sukses besar dan menampilkan kisah misterius yang terhubung dengan serial YouTube-nya, namun tetap berdiri sebagai karya mandiri dengan detail tersembunyi penuh makna.
  • Beberapa elemen seperti tanggal rekaman, pakaian karakter, dan hubungan dengan proyek The Oldest View memberi petunjuk tentang waktu, identitas, serta dunia fiksi yang lebih luas di balik film ini.
  • Detail visual seperti kaus Clark dan gambar disensor memperdalam tema nostalgia, ingatan, serta rahasia eksperimen Async Corporation yang memicu teori di kalangan penggemar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Artikel ini mengandung spoiler bagi yang belum menonton film Backrooms!

Backrooms memukau para kritikus dan meraup keuntungan besar di box office. Kesuksesan dan viralnya film ini membuat banyak orang penasaran tentang misteri di balik latarnya. Nah, dengan kisah akhir yang ambigu dan bikin penonton bertanya-tanya, ternyata ada beberapa petunjuk di sepanjang film yang mungkin membantu kamu memahami apa yang sedang terjadi.

Backrooms sendiri adalah titik masuk ke dalam dunia fiksi ilmiah/horor karya sutradara Kane Parsons, yang dimulai dengan serialnya di YouTube yang terinspirasi oleh Creepypasta Backrooms. Film ini berisi beberapa referensi ke serial tersebut. Namun, Parsons memastikan kalau film ini gak sama dengan serial YouTube-nya.

Dalam artikel ini, kita akan menguraikan lima detail terlewatkan yang sarat makna dalam Backrooms, baik karena punya implikasi yang lebih luas dalam garis waktunya, mengungkapkan lebih banyak tentang kisah yang sebagian besar gak dijelaskan tentang makhluk hidup dan alam semesta yang luas di balik dinding itu, maupun petunjuk kecil yang mungkin kamu lewatkan. Apa saja, ya?

1. Tanggal pada rekaman yang ditemukan dan CCTV

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan adalah tanggal rekaman found footage yang panjang dan nakutin banget yang membuka film ini, yaitu 19 Juni 1990. Film ini gak terlalu mendalami alur cerita serialnya di YouTube. Meskipun begitu, Kane Parsons memastikan bahwa film ini tetap konsisten dengan kontinuitas serial tersebut, yang membuat pilihan tanggal dalam garis waktu ini sangat menarik.

Backrooms berlatar kurang dari sebulan setelah Async Corporation (yang sedang bereksperimen dengan Backrooms) berurusan dengan karyawan bernama Peter Tench. Kematian Tench sendiri dipalsukan karena misi eksplorasinya gagal. Dalam serial YouTube tersebut, mental Tench memburuk setelah menghabiskan waktu yang lama di Backrooms. Lewat kisahnya, kita tahu kalau ia dipaksa melakukan perjalanan waktu sambil menjelajahi ruangan gak berujung ini.

Peter Tench meninggal gak lama setelah mencoba melarikan diri dari fasilitas pengamatan Async Corporation. Saat itulah perusahaan tersebut enggan memberitahu karyawan lain bahwa mereka memalsukan kematian Tench sejak awal. Artinya, ketika Clark (Chiwetel Ejiofor) memasuki Backrooms pada 29 Juni, ruangan tersebut dipantau lebih ketat dari sebelumnya agar insiden serupa gak terulang.

Terapis Clark yang bernama Mary (Renate Reinsve) menyusul Clark beberapa hari kemudian. Di sini gak jelas berapa lama jeda waktunya, tapi mungkin paling lambat pertengahan Juli. Nah, setelah dibawa untuk diinterogasi oleh Async Corporation, Mary dikasih tahu kalau nasibnya sedang ditentukan, tetapi bukan oleh ilmuwan di hadapannya. Jadi, pernah ada seseorang yang menjadi gila karena Backrooms. Jelas, para ilmuwan gak mau Mary melarikan diri dari ruangan misterius tersebut.

2. Hubungan Backrooms dengan karya serial Kane Parsons yang berjudul The Oldest View

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Jika kamu penggemar serial YouTube Kane Parsons, pasti kamu tahu serial lainnya yang berjudul The Oldest View. Ini adalah serial horor ruang angkasa liminal yang berlatar di balik dinding mal Valley View Center yang baru saja ditutup di Dallas.

Di sana, protagonis vlogger dikejar oleh boneka raksasa yang dikenal sebagai The Rolling Giant (dinamakan demikian karena memiliki roda, bukan tongkat), yang dianggap sebagai salah satu penjahat horor paling menakutkan oleh penggemar subgenre tersebut. Desainnya didasarkan pada kemiripan dengan ahli botani Prancis Julien Reverchon. Ia mempelajari kehidupan tumbuhan di Texas setelah pindah ke sana pada pertengahan abad ke-19. Nah, ia muncul sebagai karakter dalam episode pertama The Oldest View.

Rupanya, Reverchon Ventures adalah nama perusahaan yang merobohkan rumah masa kecil Mary di film Backrooms. Detail ini merupakan fakta menarik tentang karya Kane Parsons sebelumnya. Meskipun hubungan antara Backrooms dan The Oldest View gak lebih dari itu.

3. Kaus yang dikenakan Clark menggambarkan ambisinya tentang masa lalu

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Perancang kostum untuk film Backrooms adalah Mica Kayde. Ia sebelumnya pernah berkolaborasi dengan sutradara Osgood Perkins dalam beberapa film, seperti Longlegs dan adaptasi Stephen King berjudul The Monkey. Kayde patut menerima penghargaan yang layak atas karyanya, karena satu adegan yang menampilkan t-shirt atau kaus saja bisa mengungkapkan lebih banyak tentang psikologi karakternya ketimbang adegan di ruang terapi. Yap, begitulah yang terjadi dalam film Backrooms.

Clark sangat terguncang ketika harus menerima kenyataan bahwa dia bukan lagi seorang arsitek. Yap, profesi yang sudah diimpikannya sejak lama. Sayangnya, mimpi itu harus pupus karena ia harus mengurus toko furnitur.

Clark pernah tidur di toko setelah diusir oleh istrinya. Ia tidur mengenakan kaus lusuh dengan logo bertuliskan Modernist Design Forum 1970. Hal ini menunjukkan bahwa Clark memakai kaus lama, mengingat sudah 2 dekade jauhnya dari masa kejayaannya dalam profesi itu (arsitek). Itu sebabnya, Clark pasti berdelusi jika dia masih merasa kalau dirinya adalah arsitek meskipun sudah sekian lama berlalu. Ia terjerat dengan nostalgia dari karier yang gagal di masa lalu, dan sayangnya, Clark gak bisa move on.

4. Detail pakaian yang dikenakan Bobby

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Berikut contoh lain dari adegan yang membuat Mica Kayde layak mendapat pujian, karena desain kostumnya sangat bermakna. Setelah Bobby (Finn Bennett) diikat dan dikirim menuruni lorong Backrooms yang curam untuk merekam apa yang ada di dalamnya, Bobby memasuki ruangan yang dipenuhi tumpukan pakaian. Bobby bilang kalau tumpukan pakaian itu sangat bau. Nah, Bobby pun melihat kaos yang dikenakannya di adegan sebelumnya—kaos putih bertuliskan End Apartheid di antara tumpukan pakaian tersebut.

Detail ini adalah indikasi lain bahwa alur cerita Backrooms mereplikasi barang-barang dari ingatan dan alam bawah sadar Bobby. Bobby pun diseret dan dibunuh oleh makhluk itu setelah merekam video. Ini terjadi ketika Bobby mengingat banyak hal. Ingatan inilah yang membuat seseorang lebih gampang ditemukan makhluk misterius di ruangan yang luas ini (Backrooms).

5. Gambar yang disensor dan ditunjukkan kepada Mary

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Ketika Mary terbangun, ia terikat dan diinterogasi oleh Phil (Mark Duplass). Phil menunjukkan sebuah gambar seorang laki-laki, tapi gak jelas karena mirip seperti bayangan. Mary ditanya apakah gambar siluet itu adalah Clark dan apa hubungannya dengan Clark. Phil kembali bertanya, apakah Mary melihat Clark di sana dan apakah Mary sengaja memasuki ruang tersebut untuk mencari Clark?

Anehnya, gambar yang ditunjukkan Phil adalah foto CCTV dari ekspedisi pertamanya ke Backrooms. Gambar laki-laki itu gak jelas, dan ada satu potret lagi yang telah disensor agar gak bisa dilihat oleh siapa pun kecuali personel resmi.

Phil sendiri enggan memberikan informasi apa pun tentang ruang tersebut, apa yang sedang diteliti Async Corporation secara spesifik, atau bahkan apa nasibnya sendiri setelah interogasi selesai. Namun, dari gambar yang disensor ini, jelas bahwa para petinggi tidak ingin mempublikasikan informasi ini. Mungkinkah karena keberadaan potongan gambar tersebut secara tidak langsung menyiratkan bahwa mereka ingin melakukan kontak dengan sesuatu, atau apakah itu karena alasan yang lebih jahat seperti mereka ingin menciptakan bentuk kehidupan baru? Salah satu argumen yang mendukung interpretasi ini adalah bahwa makhluk tersebut lebih dikenali sebagai humanoid ketimbang di serial YouTube-nya, di mana ia memiliki tubuh abstrak, kurus, dan hitam pekat.

Gambar yang disensor ini meninggalkan kita dengan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Yap, tentu saja menciptakan teori di antara penggemarnya. Untuk saat ini, makhluk tersebut hanya berkomunikasi dengan geraman ala manusia gua. Kita takut membayangkan bagaimana makhluk itu akan berevolusi pada saat kita melihatnya lagi jika teori ini ternyata benar.

Backrooms adalah film yang dibuat dengan rumit. Ada detail yang mungkin dilewatkan dan baru tersadari ketika ditonton ulang. Namun, detail-detail yang terlihat sekilas itu membawa kita ke dalam teka-teki. Yap, meskipun begitu, gak ada adegan pasca-kredit di film Backrooms, nih. Jadi, kamu gak melewatkan petunjuk yang tentunya semakin bikin bingung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More