5 Dewa yang Membela Manusia dalam Record of Ragnarok, ada Wukong!

- Record of Ragnarok menampilkan beberapa dewa yang menentang pemusnahan umat manusia.
- Sebagian dewa berubah pandangan setelah melihat perjuangan dan pengorbanan manusia di arena Ragnarok.
- Dukungan mereka menjadi bukti bahwa manusia masih layak diberi kesempatan kedua.
Record of Ragnarok mengisahkan Ragnarok, sebuah turnamen bela diri antara dewa vs. manusia. Ini diadakan untuk menentukan nasib umat manusia yang dianggap meracuni dunia dan tidak layak dibiarkan hidup. Turnamen ini mempertemukan tokoh terkenal, seperti Nikola Tesla dan Simo Häyhä, dengan para dewa dari berbagai panteon.
Meski mayoritas dewa setuju akan rencana pemusnahan umat manusia, masih ada dewa yang membela umat manusia, lho! Mereka menganggap umat manusia layak mendapatkan kesempatan kedua. Mereka pun memberikan penghormatan sampai secara terang-terangan berpihak kepada umat manusia. Lantas, siapa saja dewa yang diperlihatkan membela manusia dalam Record of Ragnarok? Yuk, simak di bawah ini!
1. Heracles menyayangi umat manusia dan bersedia berkorban untuk kemenangan mereka

Heracles adalah salah satu dewa populer. Seperti dalam versi mitologi, ia awalnya adalah manusia yang akhirnya menjadi dewa setelah memakan ambrosia. Heracles menjadi dewa pertama yang mendeklarasikan ingin menyelamatkan umat manusia dan mengecam rencana para dewa. Heracles sangat menyayangi umat manusia meski mereka penuh kesalahan.
Dalam pertarungannya dengan Jack the Ripper, salah satu kriminal terkeji umat manusia, Heracles mengorbankan dirinya. Ia menolak untuk melancarkan pukulan terakhir dan malah memeluk Jack, yang menyadarkan sang kriminal tentang arti kasih sayang dan kemanusiaan. Pengorbanannya gak hanya menyadarkan Jack, tetapi juga memberitahu kepada seluruh dewa bahwa sejahat apa pun manusia, mereka masih bisa berubah.
2. Shiva punya respect tinggi pada manusia setelah duelnya dengan Raiden Tameemon

Dewa pemimpin dari panteon Hindu ini awalnya mendukung pemusnahan manusia. Ia merupakan dewa arogan yang menganggap dirinya petarung terkuat. Namun, setelah bersusah payah melawan perwakilan manusia, Raiden Tameemon, pandangan Shiva berubah.
Shiva adalah dewa yang menghabiskan sepanjang hidupnya untuk bertarung. Oleh sebab itu, ia sangat menghormati perjuangan Raiden. Raiden membuat Shiva menjadi respek kepada perjuangan umat manusia. Bahkan, Shiva mengatakan hal tersebut di hadapan pemimpin Council of Gods, Zeus. Ia juga tampak senang dengan membelotnya Buddha.
3. Buddha secara langsung membela umat manusia dengan bertarung untuk mereka

Berbeda dengan dewa lainnya yang hanya menyuarakan dukungan dan memberikan penghormatan, upaya Buddha membela manusia lebih penuh perjuangan. Dipilih sebagai petarung untuk dewa pada ronde keenam, ia langsung membelot dengan berpihak menjadi petarung umat manusia setelah memasuki arena. Hal ini membuat para dewa marah besar.
Buddha memang selalu dipihak manusia. Ia dulunya adalah manusia yang mendapatkan ilham dan naik ke surga. Oleh sebab itu, ia masih sangat mencintai manusia. Ngomong-ngomong, Buddha merupakan kunci utama terciptanya Völundr yang digunakan untuk mengalahkan dewa pada turnamen Ragnarok.
4. Apollo adalah dewa pasifisme yang juga melindungi manusia

Berbeda dengan rekannya di panteon Yunani, Apollo tidak menggubris rencana pemusnahan umat manusia. Bahkan, ia turun ke Ragnarok hanya karena memenuhi tugas. Apollo adalah dewa yang memulai semuanya dari nol hingga menjadi salah satu dewa paling terkenal.
Setelah pertempurannya dengan Leonidas, Apollo semakin respek pada manusia dan menganggap mereka cantik. Sesuai filosofi dari Apollo tentang kecantikan, umat manusia membuktikannya lewat sebuah perjuangan tanpa menyerah. Pastinya, dewa pasifisme dan keadilan ini juga gak bakal membiarkan dewa menghancurkan umat manusia, sih.
5. Sun Wukong mendeklarasikan bahwa ia ingin menyelamatkan umat manusia

Sun Wukong merupakan salah satu petarung yang memperebutkan posisi terakhir turnamen Ragnarok dalam spin-off Record of Ragnarok: The Apocalypse of the Gods (2024). Awalnya, ia sangat membenci manusia karena merasa mereka tidak bisa berubah. Ia mengetahui keburukan mereka dalam perjalanan ke Barat bersama Biksu Tang Sanzang.
Namun, pertarungannya dengan Prometheus menyadarkannya bahwa masih ada kebaikan dalam umat manusia. Setelah mengingat kembali ajaran dari gurunya, Biksu Tang Sanzang, Wukong kembali ke arena dan mengumumkan bahwa ia akan melindungi umat manusia di hadapan para dewa. Sebagai salah satu petarung terkuat, Wukong bakal sangat berharga bagi umat manusia.
Ternyata, tidak semua dewa menginginkan kiamat untuk umat manusia, ya. Menarik, nih! Apakah bakal ada konflik antara dewa pada akhir Record of Ragnarok nanti? Terus ikuti manganya agar tahu jawabannya, ya!


















