Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Soal Ending Resident Evil, Zach Cregger: Takkan Pernah Saya Ubah
Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)

Apa jadinya ketika seorang kurir yang ingin pulang menemui pacarnya justru harus melewati kota yang dipenuhi zombie dan monster? Itulah situasi yang dihadapi Bryan (Austin Abrams) dalam Resident Evil (2026), film terbaru garapan Zach Cregger yang menghadirkan cerita orisinal dengan latar belakang semesta video game Capcom populer, Resident Evil.

Alih-alih mengikuti Leon S. Kennedy atau karakter ikonik lain dari gim, film ini membawa penonton mengikuti perjalanan Bryan, seorang kurir medis yang harus mengantarkan paket terakhirnya ke Raccoon City. Namun, paket tersebut ternyata menyimpan komponen penting untuk membuat vaksin. Lantas, bagaimana nasib Bryan di akhir film dan apakah cerita ini akan berlanjut ke sekuel?

Spoiler alert! Artikel ini membahas ending Resident Evil (2026).

1. Siapa yang muncul di akhir film?

Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)

Menjelang akhir film, Bryan tiba di gedung parkir RSU Raccoon City. Namun, lift di sana tidak berfungsi. Ia kemudian meninggalkan pesan suara untuk Michelle, pacarnya yang sedang hamil. Seorang ilmuwan Umbrella, Dave (Zach Cherry), kemudian menginstruksikan Bryan untuk menaiki tangga dan membawa tabung sampel ke lantai 28.

Bryan sempat menaiki beberapa lantai sebelum kelelahan dan kembali menggunakan lift. Masalahnya, perjalanan tersebut tidak hanya dihadang zombie. Bryan juga diburu monster penyembur asam dan rat king. Ia bahkan harus melewati bangsal bersalin yang dipenuhi bayi-bayi monster sebelum akhirnya mencapai lantai 28 melalui jembatan penghubung antargedung atau skywalk yang sudah hancur sebagian.

Setelah berhasil mencapai lantai 28, Bryan menyerahkan senyawa tersebut kepada para ilmuwan. Mereka kemudian menggunakannya untuk meracik obat penawar. Namun, tubuh Bryan justru mulai mengalami mutasi yang tidak terkendali. Bryan berubah menjadi monster dan membunuh para ilmuwan yang berusaha menyuntikkan vaksin ke tubuhnya.

Ilmuwan terakhir yang selamat malah menjatuhkan alat suntik tersebut dari gedung, tepat ketika helikopter-helikopter SWAT mulai mendekati Bryan yang sudah berubah sepenuhnya menjadi monster. Leon ataupun karakter penting lain dari gim tidak muncul di akhir film. Bryan juga tidak mendapatkan happy ending. Ia justru menjadi monster yang sejak awal berusaha ia lawan.

2. Versi ending Resident Evil yang asli menurut Zach Cregger

Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)

Menariknya, ending yang ditampilkan di bioskop bukan satu-satunya versi yang pernah dibuat Zach Cregger. Dalam wawancara dengan Collider (19/9/2026), Cregger dan pemeran Bryan, Austin Abrams, membahas bagaimana ending sebenarnya memperlihatkan obat penawar dihancurkan jauh lebih cepat, bahkan sebelum Bryan sepenuhnya berubah menjadi monster.

"Awalnya dalam naskah, ilmuwan itu mencabut jarumnya, dan begitu Austin (Bryan) meraih wajah ilmuwan wanita itu, dia menjatuhkannya, dan jarum itu hancur berkeping-keping. Kemudian sisa filmnya hanya tentang Austin (Bryan) membunuh para ilmuwan, dan orang-orang langsung berkata, 'Tidak, sudah berakhir'," kata Cregger.

Menurut Cregger, hilangnya sisi kemanusiaan Bryan terlalu cepat menjadi salah satu "kesalahan" yang ia buat dalam versi awal cerita. Karena itu, tim Resident Evil merekam adegan alternatif yang kemudian digunakan dalam versi final. Dalam versi tersebut, ilmuwan terakhir masih menyimpan obat penawar sehingga penonton tetap memiliki harapan bahwa Bryan mungkin bisa diselamatkan.

"Jadi kami mengatur ulang rangkaian peristiwa. Syukurlah saya merekam ini sebagai rencana cadangan. Itu seperti rencana B saya. Itu menjaga ketegangan tetap tinggi hingga akhir. Rasanya seperti, 'Selamatkan dia, selamatkan dia,' sedangkan sebelumnya hanya seperti, 'Bunuh mereka, kurasa? Bunuh mereka semua?'," lanjutnya.

Perubahan tersebut membuat ending terasa lebih tragis. Penonton masih berharap Bryan dapat diselamatkan karena obat penawar belum benar-benar hilang. Kita terus mengikuti perjuangannya, sementara tubuhnya perlahan kehilangan kendali. Namun, Cregger tetap tidak mengubah nasib Bryan. Apa pun yang terjadi dengan obat penawar tersebut, Bryan memang akan berubah menjadi monster.

"Jika Anda tidak menyukai akhir ceritanya, kita hanya berbeda pendapat, dan saya menghormatinya, tetapi saya tidak akan pernah mengubahnya," tegas Cregger.

3. Apakah Resident Evil bakal berlanjut ke sekuel?

Resident Evil (dok. Sony Pictures Releasing/Resident Evil)

Meskipun ending filmnya terasa seperti penutup cerita Bryan, masa depan Resident Evil masih terbuka. Film ini memang tidak secara langsung memastikan adanya sekuel. Bahkan, tidak ada jaminan bahwa cerita berikutnya akan kembali mengikuti Bryan. Dengan konsep dunia Resident Evil yang luas, film berikutnya juga bisa saja memperkenalkan karakter baru atau mengambil cerita berbeda.

Cregger sendiri mengungkapkan kepada Polygon bahwa dirinya mulai memiliki ide untuk cerita lain setelah menyelesaikan film ini.

"Sekarang setelah film ini rampung, saya tidak bisa menahan diri. Begitulah cara kerja otak saya. Saya sudah punya ide lain tentang apa yang mungkin terjadi," ungkapnya.

Namun, Cregger masih memiliki proyek lain yang harus dikerjakan, yakni sci-fi orisinal berjudul The Flood yang dijadwalkan rilis pada 11 Agustus 2028. Artinya, jika sekuel Resident Evil benar-benar dikembangkan oleh Cregger, proyek tersebut kemungkinan masih membutuhkan waktu. Sony juga tetap memiliki peluang untuk melanjutkan waralaba ini dengan atau tanpa Cregger, meski belum ada pengumuman mengenai arah tersebut. Cregger juga telah mengonfirmasi bahwa tidak akan ada "Cregger Cut" untuk mengembalikan versi ending awal film.

Di sisi lain, performa film ini di bioskop memberikan alasan bagi Sony untuk mempertimbangkan sekuelnya. Resident Evil dilaporkan meraih pembukaan global sekitar 108 juta dolar AS, sekaligus mencatat debut terbaik dalam sejarah waralaba film tersebut. Film ini juga mendapat respons positif dari kritikus dan berhasil melampaui Sonic the Hedgehog 3 (2024) sebagai film adaptasi video game dengan rating tertinggi di Rotten Tomatoes.

Meskipun belum ada kepastian mengenai Resident Evil 2, Cregger ternyata sudah memiliki ide untuk cerita berikutnya. Yang jelas, jika waralaba ini berlanjut, ceritanya tidak harus selalu bergantung pada karakter yang sama. Resident Evil sendiri sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 16 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article