Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta Aralie JKT48 yang Disebut Paling Kalem di Generasi 12

Fakta Aralie JKT48 yang Disebut Paling Kalem di Generasi 12
Aralie JKT48 (instagram.com/jkt48.aralie)
Intinya Sih
  • Aralie dikenal sebagai member paling kalem di generasi 12 JKT48, awalnya introvert namun belajar menyesuaikan diri dengan energi sosial tinggi dari teman-teman grupnya.
  • Ia bergabung dengan JKT48 untuk mengasah kemampuan public speaking dan mewujudkan impian menjadi penyanyi, setelah berhasil mengatasi rasa takut tampil di depan umum sejak SMP.
  • Terinspirasi oleh Shani Indira, Aralie berusaha menjaga jati diri sambil aktif berinteraksi dengan penggemar lewat long-text di X serta menyalurkan minat membaca novel dan Alkitab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Generasi 12 memang memiliki branding kuat di kalangan fans sebagai generasi dengan member yang aktif dan penuh kejutan. Baik di media sosial maupun di panggung teater, generasi 12 selalu berhasil membuat penggemar terhibur dengan tingkah laku mereka yang terkadang di luar prediksi. Dari belasan member generasi 12, ada satu nama yang kerap dianggap berbeda dari yang lain, yaitu Aralie.

Penggemar banyak yang menyebutkan bahwa Aralie merupakan member paling kalem di generasi 12. Benarkah demikian? Simak fakta menariknya, yuk!

1. Aralie belajar mengeluarkan social energy yang besar setelah bertemu generasi 12

Aralie JKT48
Aralie JKT48 (instagram.com/jkt48.aralie)

Sebelum masuk JKT48, lingkaran pertemanan Aralie cenderung lebih privat dan tidak pernah lebih dari 5 orang. Setelah menjadi bagian dari grup ini, Aralie merasa harus mengeluarkan social energy yang jauh lebih besar karena bertemu dengan banyak member dan penggemar. Di awal masa trainee, Aralie kadang tidak ikut hangout dengan teman-temannya jika terlalu ramai, ia memilih untuk pelan-pelan hangout dengan 1-2 member terlebih dahulu.

Menurut Aralie, generasi 12 selalu heboh dan berisik setiap berkumpul, jika ada yang diam saja justru malah dicurigai. Namun, jika ia sedang bersama 1 member saja, generasi 12 cenderung lebih diam dan tidak seaktif saat semuanya berkumpul. Generasi 12 memang didominasi oleh para introvert yang energinya meluap saat bersama orang yang mereka merasa nyaman.

2. Aralie selalu berusaha mengimbangi dinamika generasi 12

Aralie JKT48
Aralie JKT48 (instagram.com/jkt48.aralie)

Aralie mengaku bahwa ia terkadang masih sulit mengimbangi energi dan dinamika generasi 12. Saat di atas panggung, generasi 12 cenderung banyak bicara dan melontarkan jokes yang tidak ia mengerti. Hal tersebut membuat Aralie harus beradaptasi dengan cepat supaya tetap berada dalam satu frekuensi.

Aralie memulainya dengan hal-hal kecil, seperti mengikuti update mengenai anime atau Kpop idol yang sering dibicarakan teman-temannya. Namun, Aralie tetap membatasi diri karena ia tidak ingin terlalu larut ke dunia orang lain hingga mengubah jati dirinya. Menurut Aralie, jika ia terlalu masuk ke zona orang lain, sifat dan kepribadiannya bisa terkikis dan terbawa arus.

3. Aralie masuk JKT48 karena ingin memperdalam ilmu public speaking dan mewujudkan mimpi menjadi penyanyi

Aralie JKT48
Aralie JKT48 (instagram.com/jkt48.aralie)

Kini dinilai memiliki kemampuan public speaking yang bagus, Aralie ternyata mengalami fase takut berbicara di depan banyak orang. Perubahan besar terjadi ketika ia terpaksa belajar MC di bangku SMP akhir. Setelah berhasil menaklukkan rasa takut, Aralie menemukan kepuasan ketika melakukan sesuatu yang sebelumnya ia takuti.

Dikelilingi oleh orang yang merasa bangga dan selalu mendukungnya, Aralie kian terdorong untuk belajar public speaking lebih dalam. Salah satu alasannya bergabung dengan JKT48 karena ia tahu kemampuan komunikasinya bisa terus terasah melalui MC teater maupun interaksi dengan penggemar.

Selain itu, sejak kecil Aralie juga sudah bercita-cita menjadi penyanyi yang bisa tampil di hadapan banyak orang dan masuk TV. Dahulu, ia sempat malu setiap mengungkapkan mimpinya tersebut karena skill menyanyinya belum cukup mumpuni. Sebelum masuk JKT48, Aralie juga melatih vokalnya dengan melakukan pelayanan di gereja.

4. Shani Indira adalah sosok yang menginspirasi Aralie

Aralie JKT48
Aralie JKT48 (instagram.com/jkt48.aralie)

Mulanya, Aralie ingin membangun personal branding sebagai sosok yang kalem dan bisa mengayomi teman-teman maupun penggemarnya. Namun, seiring berjalannya waktu yang ia habiskan bersama generasi 12, ia merasa tidak bisa mempertahankan image tersebut. Aralie akhirnya memilih untuk mengikuti alur dan berusaha menempatkan diri dengan siapapun lawan bicaranya.

Aralie sangat mengagumi Shani Indira yang memiliki pembawaan kalem dan dewasa saat mengayomi juniornya, tapi tetap bisa bercanda luwes dengan teman-teman segenerasinya. Aralie juga mengagumi dedikasi serta prestasi Shani yang menginspirasinya untuk menjadi idol yang lebih baik lagi.

5. Dikenal gemar long-text di X, Aralie suka membaca buku hingga Alkitab

Aralie JKT48
Aralie JKT48 (instagram.com/jkt48.aralie)

Sejak awal memiliki media sosial, Aralie terkenal dengan cuitan long-text di akun X miliknya. Hal tersebut ia lakukan karena Aralie tidak ingin hubungannya dengan fans berjalan satu arah. Alih-alih hanya bertanya tentang perasaan atau kegiatan penggemar, ia juga langsung membagikan cerita atau jawaban terkait hal yang sama mengenai dirinya.

Hobinya dalam membaca juga membuat Aralie kerap membagikan cuitan yang puitis dan menyentuh. Biasanya, Aralie suka membaca novel, tetapi belakangan ia tidak memiliki stok buku baru dan memilih untuk membaca Alkitab. Salah satu ayat favoritnya di Alkitab yang selalu ingin ia baca adalah Filipi 4:6.

Di samping kerap disebut kalem, Aralie mungkin juga layak disebut sebagai sosok yang dewasa, ya? Aralie selalu berusaha menempatkan diri di lingkungan yang berbeda dengan tetap mempertahankan value dirinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More