Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
11 Fakta The Powerpuff Girls, Nostalgia dengan Kartun Masa Kecil
The Powerpuff Girls reboot (dok. Cartoon Network Studios/The Powerpuff Girls 2016)
  • The Powerpuff Girls, ciptaan Craig McCracken, berawal dari desain kartu ulang tahun bermata besar yang terinspirasi karya Margaret Keane dan sempat diragukan dalam pengujian awal.
  • Setelah tayang pada 1998, serial ini mencetak rating debut tertinggi Cartoon Network saat itu, melahirkan film 2002, reboot 2016, serta film animasi baru yang masih dikembangkan.
  • Franchise ini menyimpan elemen unik dan kontroversial: inspirasi Jepang untuk Mojo Jojo, pengisi suara bersama Ghostface, episode yang pernah dilarang, humor dewasa, hingga penghapusan Ms. Bellum di reboot.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Blossom, Bubbles, dan Buttercup adalah tiga gadis kecil berkekuatan super yang membintangi serial hit Cartoon Network berjudul The Powerpuff Girls. Serial kartun ini merupakan gagasan dari animator Craig McCracken. Sangking terkenalnya, kartun ini punya beberapa episode spesial, banyak sekali merchandise-nya, sebuah film layar lebar berjudul The Powerpuff Girls Movie (2002), reboot pada tahun 2016, dan film animasi terbaru The Powerpuff Girls yang sedang dalam tahap pengembangan awal oleh Warner Bros. Pictures Animation yang diumumkan pada Juni 2026.

Namun, meskipun The Powerpuff Girls masih sangat populer dan terkenal, sebenarnya ada beberapa fakta, rahasia, dan kebenaran yang jarang diungkap tentang franchise ini. Jadi, sebagai persiapan untuk melihat film animasi layar lebar The Powerpuff Girls yang baru di bioskop nanti, ada baiknya kamu mengulik berbagi rahasia dari kartun ini.

1. Kenapa tiga gadis The Powerpuff Girls punya mata yang besar?

Margaret Keane dan Amy Adams berpose di depan salah satu karya Margaret Big Eyes (commons.wikimedia.org/Caroline Orzac Shoenberger)

Desain asli gadis-gadis The Powerpuff Girls awalnya muncul di kartu ulang tahun. Yap, sebelum membuat film pendeknya, Craig McCracken membuat kartu ulang tahun untuk saudara laki-lakinya yang dihiasi dengan desain tiga gadis kecil bermata besar seperti yang kita lihat pada kartunnya. Ukuran mata tersebut terinspirasi oleh karya seni Margaret Keane, yang terkenal karena kisah kelam di balik karyanya. Pasalnya, Margaret punya suami yang dominan dan kasar bernama Walter Keane. Walter mengaku melukis semua lukisan karya Margaret dan mengancam Margaret agar ia gak membongkar hal tersebut.

Margaret akhirnya membuktikan di pengadilan bahwa dialah pencipta sejati lukisan gadis bermata besar itu. Lukisan itu pun kemudian diakui sebagai salah satu seniman paling berpengaruh di tahun 1960-an. Kisah lukisan ini menjadi subjek film Tim Burton berjudul Big Eyes (2014), di mana Margaret diperankan oleh Amy Adams.

Nah, untuk menghormati karya Margaret Keane itu, Craig McCracken pun membuat desain tiga gadis bermata besar. Di samping itu, ketiga gadis ini gak punya jemari, yang kemudian menjadi salah satu ciri khas unik dari franchise tersebut.

2. The Powerpuff Girls awalnya gak mendapat sambutan baik saat pertama kali diperkenalkan kepada anak-anak

The Powerpuff Girls (dok. Hanna-Barbera Cartoons/The Powerpuff Girls)

Ingat episode musim ke-8 The Simpsons yang berjudul "The Itchy & Scratchy & Poochie Show"? Saat itu, Bart dan Lisa diajak ke sebuah kelompok untuk merombak kartun Itchy & Scratchy, mereka melihat kalau setiap anak punya ide gila dan bertentangan untuk membuat acara itu lebih keren. Nah, adegan itu gak jauh berbeda dengan apa yang dialami The Powerpuff Girls sebelum tayang di layar TV pada akhir tahun 90-an. Saat serial itu masih dalam tahap pengembangan, beberapa anak diperlihatkan cuplikan awal dan banyak di antaranya yang kurang antusias.

Beberapa anak mengeluh tentang tangan dari tiga gadis yang gak punya jemari itu. Bahkan salah satu anak sangat membencinya hingga bilang kalau Craig McCracken harus dipecat. Percaya atau gak, desain yang rapi dan bersih tanpa jari jemari, yang akhirnya membuat acara itu populer di antara kartun-kartun lain yang tayang pada saat itu, hampir gagal ditayangkan karena komentar dari anak-anak. Untungnya, pihak stasiun televisi ngotot kalau The Powerpuff Girls akan menemukan basis fansnya sendiri. Benar saja, saat serial kartun ini mulai ditayangkan pada tahun 1998, serial ini langsung menjadi sensasi.

3. Debut serial kartun The Powerpuff Girls meraih rating tertinggi dalam sejarah jaringan Cartoon Network

The Powerpuff Girls (dok. Hanna-Barbera Cartoons/The Powerpuff Girls)

Terlepas dari anak-anak yang gak suka dengan penampilan The Powerpuff Girls, serial kartun ini justru langsung hit di berbagai kalangan, usia, dan demografi. Episode perdananya meraih penonton terbanyak yang pernah dilihat di jaringan Cartoon Network hingga saat itu. Alhasil, mainan, permainan, dan kaos yang menargetkan anak-anak, remaja, bahkan dewasa, ludes di pasaran.

Baik anak laki-laki maupun perempuan, selalu mengikuti tren terbaru tentang The Powerpuff Girls. Apalagi di akhir tahun 90-an, sedikit sekali suatu hal bisa langsung populer, mengingat belum ada sosial media.

4. Mojo Jojo terinspirasi dari serial Spectreman Jepang

Dr. Gori (dok. Fuji Television/Spectreman)

Kita gak bisa melewatkan antagonis utama di serial kartun The Powerpuff Girls—salah satu villain animasi paling lucu dan paling banyak diikuti, yaitu kera psikopat bernama Mojo Jojo. Monyet pendek berkulit hijau dan tengkorak yang dimodifikasi secara kimia ini, selalu mengungkapkan rencana jahatnya dengan gaya bicaranya yang berlebihan. Kalau dipikir-pikir, dia mirip seperti Planet of the Apes, tapi ada kemiripannya juga dengan Lex Luthor.

Pertanyaannya, tahukah kamu asal usul Mojo Jojo? Yap, asal usulnya terinspirasi dari film kaiju (monster raksasa) jadul Jepang, khususnya serial Spectreman. Serial ini hanya ditayangkan dari tahun 1971 hingga 1972, tetapi dianggap sebagai serial superhero Jepang pertama di tahun 70-an. Spectreman juga dianggap sebagai film klasik kultus yang berkesan. Adapun, dalam serial ini, ada seorang ilmuwan monyet hijau yang jahat bermana Dr. Gori.

Diasingkan dari dunia alien maju bernama Planet E, Dr. Gori adalah seorang ilmuwan mutan yang ingin menaklukkan Bumi karena muak dengan polusi yang merajalela dan pemborosan sumber daya. Tokoh utama dalam serial ini adalah Spectreman, seorang agen cyborg super, yang bertarung dengan Dr. Gori. Nah, coba kamu perhatikan baik-baik, ada kesamaan antara villain The Powerpuff Girls dan Spectreman, kan.

5. Mojo Jojo dan Ghostface punya pengisi suara yang sama

Mojo Jojo (dok. Hanna-Barbera Cartoons/The Powerpuff Girls)

Salah satu ikon horor paling populer di akhir tahun 90-an adalah Ghostface dari Scream dan sekuelnya. Satu hal yang membedakan Ghostface dari Freddy Krueger dari A Nightmare on Elm Street (1984) atau Jason Voorhees dari Friday the 13th (1980) adalah penampilannya yang ikonik dan sering kali terlihat di acara Halloween. Satu hal lagi, suaranya juga ikonik dan gampang dikenali. Di sisi lain, dua film ini masih sering disebut-sebut dalam berbagai acara dan film bahkan dua setengah dekade setelah perilisan film aslinya.

Suara ikonik Ghostface sebenarnya milik Roger L. Jackson, yang kemungkinan besar pernah kamu tonton di televisi atau film dalam 20 tahun terakhir. Karyanya membawanya ke saluran-saluran besar seperti Cartoon Network dan Nickelodeon. Ia memainkan peran kecil dalam serial TV Celebrity Deathmatch (1998), Codename: Kids Next Door (2002), The Legend of Korra (2012), dan Regular Show (2010). Ia juga merupakan pengisi suara Butch dan Mojo Jojo di The Powerpuff Girls. Gak asing kan, dengan suaranya?

6. Episode The Powerpuff Girls dilarang tayang

The Powerpuff Girls (dok. Hanna-Barbera Cartoons/The Powerpuff Girls)

Siapa yang nyangka kalau serial kartun The Powerpuff Girls di episode "See Me, Feel Me, Gnomey", pernah dilarang dan mengundang kontroversi. Memang sulit dipahami karena kartun dengan desain yang sangat menggemaskan ini justru bisa menyinggung siapa saja. Namun, karena The Powerpuff Girls selalu menyelipkan humor dewasa tanpa sensor, hal ini memang gak sepenuhnya mengejutkan kalau satu episode pernah ditarik dan gak boleh ditayangkan.

Episode musikal satu-satunya dalam serial ini, berpusat pada tiga gadis The Powerpuff Girls yang dikalahkan oleh musuh terbesar mereka. Tiga gadis ini pun membuat kesepakatan semi-Faustian dengan entitas gnome ajaib yang disuarakan oleh Jess Harnell (paling terkenal karena memerankan Wakko di Animaniacs). Gnome tersebut menghilangkan semua kejahatan dari Kota Townsville sebagai imbalan karena tiga gadis ini gak berdaya. Nah, plot tersebut diyakini oleh sebagian orang sebagai satir terhadap komunisme.

Ada juga balok logam di bangunan yang hancur yang konon menyerupai salib, seorang hippie yang menyerupai Yesus, dan efek strobo yang digunakan dalam salah satu adegan lagu yang berpotensi berbahaya bagi penderita epilepsi. Akibatnya, episode ini dilarang di Kanada, dan kemudian di AS.

Lima tahun kemudian, Gnomey akhirnya muncul di AS dalam sebuah DVD kompilasi. Sejak itu, film ini justru ditayangkan di Hulu, Amazon Prime, dan iTunes, di antara platform lainnya. Tetapi, episode ini hilang di HBO Max dan Netflix.

7. Karakter Him memang terinspirasi dari iblis

Him dan The Powerpuff Girls (dok. Hanna-Barbera Cartoons/The Powerpuff Girls)

Jika kamu fans setia The Powerpuff Girls, kamu pasti tahu salah satu villain paling mengerikan. Yap, dia adalah Him. Him disuarakan oleh Tom Kane, yang suaranya melengking dan cocok dengan desain karakternya.

Him punya cakar lobster, mengenakan hak sepatu perempuan, dan wajahnya tampak seperti iblis. Desain karakter ini sangat berbeda dari villain lain di serial tersebut seperti Mojo Jojo, The Amoeba Boys, dan Fuzzy Lumpkins. Dan kayaknya memang unik dari kartun lain.

Ternyata, Him awalnya memang dimaksudkan menjadi Iblis. Ia pun dijuluki The Dev. Namun, itu dianggap gak pantas untuk anak-anak. Jadi, para kreator diizinkan untuk mempertahankan karakter tersebut tapi harus mengubah beberapa detail dan memilih tiga huruf yang masih mengisyaratkan iblis tanpa harus mengucapkan namanya.

Karakter ini bisa dibilang musuh paling tangguh bagi tiga gadis The Powerpuff Girls. Him juga menjadi karakter yang sebenarnya sangat mengganggu di serial tersebut, contohnya dalam episode seperti "Speed ​​Demon" (Musim 2, Episode 25) dan "Tough Love" (Musim 1, Episode 6).

8. Banyak lelucon dewasa yang lulus sensor di serial kartun The Powerpuff Girls

The Powerpuff Girls (dok. Hanna-Barbera Cartoons/The Powerpuff Girls)

Semua lelucon kotor dalam The Powerpuff Girls entah bagaimana lolos dari sensor, nih. Terlepas dari beberapa batasan yang diterapkan pada serial kartun tersebut, ada banyak lelucon yang sama sekali gak dipahami anak-anak. Misalnya, dalam "Something's a Ms." episode ke-13 musim 2 yang merupakan penghormatan kepada The Big Lebowski, Ms. Bellum membantu Walikota mengasah pensil dengan cara yang sangat sugestif. Dalam "Imaginary Fiend" (musim 2, episode 9), Blossom sempat berpakaian seperti Eric Cartman dari South Park, bahkan mengucapkan kalimat khasnya "Seriously!".

Lelucon lain yang lolos dari sensor datang dari musim-musim akhir serial kartun tersebut, ketika tiga gadis memperkenalkan karakter bernama Robin kepada Profesor. Si Profesor bilang kalau ia membuat tiga gadis itu secara gak sengaja di laboratoriumnya. Robin menanggapi dan bilang kalau ia juga merupakan hasil dari sebuah kecelakaan. Ekspresi Profesor seketika canggung.

Kendati begitu, lelucon seperti inilah yang membuat serial kartun ini menarik bagi penonton yang lebih dewasa. Inilah sebabnya, masih banyak orang yang menontonnya kembali hingga bertahun-tahun kemudian.

9. The Powerpuff Girls pernah direncanakan berkolaborasi dengan Joker

Joker (dok. Warner Bros. Animation/Batman: the Animated Series)

The Powerpuff Girls pernah digadang-gadang akan ditayangkan bersamaan dengan Batman: the Animated Series. Yap, waktu itu muncul ide untuk menghadirkan Joker, sang Pangeran Kejahatan, di Kota Townsville. Jika terwujud, ini akan menjadikannya salah satu crossover paling awal dalam sejarah Cartoon Network.

Episode yang diusulkan tersebut akan menampilkan Joker—yang disuarakan oleh Mark Hamill dan dianimasikan dengan gaya Batman the Animated Series—yang untuk sementara waktu meninggalkan Kota Gotham dan melakukan kejahatan di Kota Townsville. Sayangnya, rencana ini gak pernah terealisasi. Warner Bros., yang memiliki hak atas semua properti Batman, memilih untuk gak melanjutkan proyek crossover tersebut. Namun, jika mereka mewujudkannya, proyek itu mungkin akan dianggap sebagai salah satu crossover kartun paling unik dan nyeleneh sepanjang masa.

10. Kegagalan film pertama The Powerpuff Girls mengakhiri semua rencana film Cartoon Network

The Powerpuff Girls Movie (dok. Cartoon Network Studios/The Powerpuff Girls Movie)

Debut layar lebar The Powerpuff Girls dirilis di bioskop pada tahun 2002. The Powerpuff Girls Movie adalah rilis sinematik besar pertama dari Cartoon Network. Pers sempat berspekulasi kalau ada yang gak beres ketika mereka diundang untuk melakukan wawancara dengan para pemeran dan pembuat film beberapa hari sebelum perilisan film. Mereka hanya diperlihatkan beberapa menit cuplikan dari film yang jelas belum selesai.

Pada hari pembukaan, ada film yang diputar di bioskop, menceritakan kisah asal usul para gadis tentang bagaimana mereka menjadi pahlawan Kota Townsville. Film ini menyenangkan para penggemar setia, tapi kurang sukses di box office. Saat ini, film tersebut punya rating yang lumayan, meskipun gak spektakuler, yaitu 64 persen di Rotten Tomatoes.

Kegagalan film tersebut membuat Cartoon Network menghentikan produksi film lainnya untuk waktu yang belum ditentukan, termasuk pembatalan film live action Johnny Bravo yang seharusnya dibintangi oleh Dwayne Johnson alias The Rock kala itu.

11. Ms. Bellum gak diikutsertakan dalam reboot serial kartun The Powerpuff Girls 2016

The Powerpuff Girls reboot (dok. Cartoon Network Studios/The Powerpuff Girls 2016)

Reboot serial The Powerpuff Girls dirilis pada 2016. Meskipun dinantikan, kembalinya serial klasik Cartoon Network ini kurang mendapat sambutan yang antusias, berbeda dengan serial aslinya. Adapun, reboot ini justru dikritik karena memangkas beberapa elemen kunci dari kesuksesan serial aslinya. Kepribadian tiga gadis ini diubah, dan adegan perkelahian dianggap kurang seru. Di antara perubahan yang bikin kesal lainnya adalah dihilangkannya asisten Walikota yang cerdas, Ms. Bellum.

Para fans menganggap karakter Ms. Bellum itu cerdas dan bijaksana. Perannya dianggap sebagai panutan yang positif bagi tiga gadis. Bisa dibilang, Ms. Bellum diam-diam mengendalikan Townsville bukan hanya karena pesan yang ia berikan pada Walikota, tapi juga karena kecerdasan yang ia gunakan untuk memanipulasinya.

Jika kamu mau melihat betapa hebatnya Ms. Bellum, kamu bisa menonton episode "Something's a Ms." Dalam episode ini, ia menjadi fokus cerita, dan bahkan membantu tiga gadis mengalahkan penjahat Sedusa.

Serial asli The Powerpuff Girls sangat unik karena banyak gadis kecil yang tertarik dengan warna-warna cerah dan desain yang imut, anak laki-laki gak kalah menyukai kartun ini karena adegan action-nya, dan generasi yang lebih tua suka dengan humor dewasa yang dibungkus secara halus. Kartun The Powerpuff Girls bisa dibilang membantu Cartoon Network mencapai puncak popularitasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article