fan meeting Cheng Lei di Mini Atrium Gandaria City, Sabtu (12/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Menurut saya, suasana di awal fan meeting sempat terasa sedikit canggung. Cheng Lei terlihat kalem mengikuti rangkaian acara sesuai alurnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kepiawaian Indra Herlambang sebagai pembawa acara dalam mencairkan suasana perlahan membuat Cheng Lei semakin nyaman, terutama ketika ia diajak mencicipi berbagai kuliner tradisional Indonesia.
Di sinilah saya menyadari bahwa Cheng Lei sepertinya memang bukan tipe yang menunjukkan reaksi secara berlebihan. Ia lebih banyak merespons dengan senyum, tertawa kecil, serta gestur sederhana. Tapi jangan salah! Beberapa hal sederhana dari sang aktor justru bikin meleleh.
Saat mencicipi lemper, misalnya. Alih-alih langsung menyantapnya, Cheng Lei secara tak terduga langsung mengambil inisiatif untuk memotong lemper tersebut agar bisa mencicipinya bersama Indra Herlambang. Sederhana memang, namun fans yang menyadari momen itu langsung meleleh dan bergumam, ‘Aaaa.’ Termasuk juga saya. Hihihi.
Gak sampai di situ saja, momen kecil lainnya yang menurut saya cukup gemas adalah ketika Cheng Lei akan mencicipi jamu. Saat itu, ia sempat mengayunkan cangkir ke arah penggemar, seolah-olah mengajak mereka ikut bersulang. Sekilas, gestur tersebut terasa familiar seperti adegan dalam drama China.
Bukan hanya gesturnya yang membuat saya gagal fokus. Sepanjang acara, Cheng Lei juga menunjukkan sisi dirinya yang ternyata benar-benar soft spoken. Ia berbicara dengan tempo yang tenang, menggunakan intonasi lembut, dan hampir tidak pernah menunjukkan respons yang berlebihan ketika menjawab pertanyaan.
Bahkan ketika mendapat pertanyaan dari para penggemar, Cheng Lei terlihat mengambil waktu sejenak untuk memahami pertanyaan sebelum memberikan jawaban. Responsnya pun disampaikan dengan tenang dan tulus. Ada kalanya ia tersenyum kecil atau tertawa sebelum menjawab, sehingga suasana terasa lebih seperti sedang mengobrol santai daripada berada dalam sebuah fan meeting.
Menurut saya, gaya Cheng Lei yang kalem ini menjadi daya tarik tersendiri. Ia tidak perlu melakukan aksi berlebihan untuk membuat penggemar berseru. Cukup dengan suara lembut, senyum kecil, atau gesture sederhana, suasana di venue bisa kembali dipenuhi suara, “Aaaa!”