Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fauzan Sisitipsi Debut Film di Operasi Pesta Copet, Casting via Zoom

Fauzan Sisitipsi Debut Film di Operasi Pesta Copet, Casting via Zoom
press conference film Operasi Pesta Copet di XXI Plaza Senayan, Selasa (18/8/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Fauzan Lubis alias Ojan Sisitipsi debut film sebagai Silet dalam Operasi Pesta Copet garapan Edy Khemod, setelah sebelumnya bekerja sama dalam pementasan Rock Opera Ken Arok.
  • Ojan terpilih melalui casting via Zoom setelah tim menguji banyak kandidat; Edy Khemod menilai penampilannya mampu mencuri perhatian meski teater dan film berbeda.
  • Ojan mengakui sempat meremehkan film, lalu memahami tuntutan detail dialog dan latihan ekstra; ia juga berkonsultasi dengan kakaknya, Wafda Saifan, selama syuting.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Fauzan Lubis, vokalis dari grup musik Sisitipsi yang akrab disapa Ojan, kembali mencuri perhatian, nih. Setelah sempat viral karena menjadi muazin saat salat Jumat di Pestapora 2025, kini Ojan debut di layar lebar lewat film Operasi Pesta Copet yang disutradarai oleh Edy Khemod.

Nah uniknya, cukup berbeda dari yang lain, Ojan menceritakan ia menjalani proses casting melalui Zoom, lho. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ojan dalam press conference yang berlangsung di XXI Plaza Senayan, Selasa (18/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Ojan juga berbagi banyak pengalaman, termasuk ekspektasi dan realita yang ia rasakan saat akhirnya debut sebagai aktor.

  1. 1. Alasan Edy Khemod gandeng Ojan Sisitipsi hingga proses casting yang dijalani via Zoom

    Suasana konferensi pers film Operasi Pesta Copet di XXI Plaza Senayan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
    press conference film Operasi Pesta Copet di XXI Plaza Senayan, Selasa (18/8/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Operasi Pesta Copet memang tercatat sebagai debut layar lebar Ojan Sisitipsi. Kendati demikian, ia sebenarnya sudah cukup akrab dengan dunia pertunjukan. Bahkan sebelumnya, Ojan pernah diajak Edy Khemod untuk menjadi tokoh utama Ken Arok dalam pementasan megah Rock Opera Ken Arok karya mendiang Harry Roesli di Synchronize Festival 2024.

    Nah, pengalaman tersebut yang kemudian menjadi salah satu alasan Edy Khemod menggandeng Ojan untuk memerankan karakter Silet di Operasi Pesta Copet. Menurut Edy, teater dan film memang memiliki karakter yang berbeda. Namun, ia justru melihat Ojan mampu mencuri perhatian setiap kali muncul dalam sebuah adegan.

    “Salah satunya gara-gara itu. Udah kerja sama, udah ngelihat. Meskipun waktu itu teritorinya masih teater. Karena kan teater sama film berbeda. Cuman justru gue merasa ojan di sini sangat steal the show. Maksudnya setiap ada kemunculannya dia di frame tuh selalu menyita perhatian,” kata Edy Khemod dengan nada antusias.

    Ojan pun kemudian menceritakan proses casting yang dijalaninya. Ia mengaku mendapat kabar dari produser James Erlangga sebelum akhirnya mengikuti casting yang uniknya dilakukan secara daring melalui Zoom.

    “Dikabarin sama Bang James. Habis itu kita casting. Casting-nya via Zoom,” ungkap Ojan.

    Menurut Ernest Prakasa, Silet merupakan salah satu karakter yang proses casting-nya cukup alot. Tim produksi bahkan melakukan casting terhadap cukup banyak kandidat untuk menemukan pemeran yang tepat. Namun, setelah melihat hasil casting Ojan, Ernest dan tim akhirnya yakin untuk memilihnya, meski ia belum pernah bermain film sebelumnya.

  2. 2. Ojan akui sempat meremehkan dunia film

    Konferensi pers film Operasi Pesta Copet berlangsung di bioskop XXI Plaza Senayan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
    press conference film Operasi Pesta Copet di XXI Plaza Senayan, Selasa (18/8/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Di hadapan awak media yang hadir, Ojan pun kemudian mengenang kembali nasihat yang pernah ia terima dari mendiang Didi Petet dan mendiang Yayu Unru sekitar 14 tahun lalu. Menurutnya, saat itu, keduanya sempat mendorongnya untuk bermain film. Namun, ia belum memahami sepenuhnya alasan di balik nasihat tersebut.

    “Jujur 14 tahun lalu saat saya masih bersama dan bekerja dengan almarhum Mas Didi Petet sama almarhum Mas Yayu selalu bilang setiap kita latihan untuk pertunjukan teater, ‘Fauzan harus main film.’”

    Kini, setelah menjalani proses syuting Operasi Pesta Copet, Ojan akhirnya memahami bahwa nasihat tersebut ditujukan agar dirinya belajar dan lebih bertanggung jawab terhadap dialog. Ojan juga mengakui bahwa dulu ia meremehkan dunia film sehingga belum memahami maksud dari mendiang Didi Petet dan Yayu Unru tersebut.

    “Meremehkan sih lebih tepatnya. Ternyata dulu almarhum Mas Didi dan Mas Yayu bilang harus main film itu ternyata untuk belajar dan bertanggung jawab terhadap dialog. Bahkan sampai hembusan napas. Sedetail itu,” katanya.

  3. 3. Akui main film butuh latihan ekstra, sempat konsultasi sama kakaknya, Wafda Saifan

    Suasana konferensi pers film Operasi Pesta Copet di XXI Plaza Senayan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
    press conference film Operasi Pesta Copet di XXI Plaza Senayan, Selasa (18/8/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

    Ketika ditanya mengenai tantangan bermusik, berakting, dan bermain teater, Ojan menilai masing-masing bidang memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun menurutnya, bermain film menjadi hal yang paling membutuhkan latihan ekstra.

    “Semuanya ada plus minus. Cuman jujur saja yang paling butuh latihan ekstra di film.”

    Ojan bahkan mengaku bahwa ia sempat berkonsultasi dengan kakaknya, Wafda Saifan, selama menjalani proses syuting Operasi Pesta Copet karena merasa penampilannya kurang maksimal meski sutradara telah menyatakan hasilnya sudah baik.

    “Jadi waktu itu ada satu momen kita syuting di Pespor. Jadi waktu set itu, aku merasa kurang dapet, terasa kurang enak. Akhirnya setelah itu saya telepon dan saya tanya,” ungkap Ojan.

    Menurut Ojan, Wafda yang memang aktif sebagai aktor mengingatkannya pada pesan mendiang Yayu Unru yang pernah disampaikan kepada mereka. Pesan tersebut mengajarkan Ojan untuk tidak terlalu memaksakan diri dan membiarkan proses akting berjalan secara alami.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More